Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 103 Tidak dapat mengelak.


__ADS_3

Kedatangan Ardian dan Melody membuat semua orang kaget, yang pasti tidak percaya dengan hadirnya pasangan suami istri itu yang masih hidup.


Namun melihat Rio dan teman-temannya. Melody sampai merasa takut. Dan bahkan bayang-bayang itu kembali teringat olehnya yang membuat tubuhnya bergetar hebat. Ardian juga merasakan dari genggaman tangannya pada Melody yang ketakutan.


" Ardian, Melody!" lirih mereka yang masih terlihat begitu terkejut.


" Ardian dan Melody. Mereka kembali bersamaan dan sekarang ada di sini," batin Raisa dengan melihat kehadiran Ardian dan Melody dengan tangan mereka yang bergenggaman membuatnya pasti marah.


" Kenapa juga wanita itu harus hidup, seharusnya dia yang mati. Agar semua rencanaku dan Raisa berjalan dengan lancar," batin Novi dengan menatap tidak suka pada Melody.


" Apa ini sungguh kalian?" sahut Oma yang bertanya yang masih tidak percaya.


" Kalian benar-benar masih hidup, setelah 5 hari hilang, kalian sudah kembali," sahut Mila yang terlihat tidak percaya. Bahkan merasakan haru.


" Mereka memang sudah kembali dan itu adalah Ardian dan Melody yang kembali dalam keadaan selamat dan kami yang menyuruh mereka untuk datang kemari," sahut Evan.


" Ardian kamu sudah kembali nak," lirih Widia yang tidak percaya dengan hadirnya Ardian. Widia langsung menghampiri Ardian dan memeluk Ardian yang mencurahkan rasa rindunya pada Ardian.


" Kamu tidak apa-apa kan nak," sahut Widia


" Tidak ma, aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja aku dan Melody baik-baik saja," ucap Ardian yang memeluk mamanya. Marsel juga langsung mendekati adiknya.


" Melody!" sahut Marsel yang langsung menghampiri adiknya dengan memeluk adiknya.


" Kamu sudah kembali, kamu tidak apa-apa kan Melody, kakak sangat mengkhawatirkan kamu Melody," ucap Marsel dengan matanya yang berkaca-kaca yang terus memeluk adiknya, memeriksa kondisi adiknya apa kah ada yang lecet atau tidak.


" Kamu tidak apa-apa kan Melody?" tanya Marsel. Melody hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Mereka kembali dan bersamaan dan dengan bahagianya," batin Raisa melihat dengan sinis.


" Sial sekarang ada Melody semuanya akan terbongkar, apa lagi yang harus aku lakukan," batin Rio dengan paniknya.


" Melody, aku sudah lama tidak menemuinya dan Ardian juga, semuanya benar-benar akan berantakan," batin Boy dengan panik.


" Kenapa kamu jadi terjebak dengan masalah yang seharusnya sudah berlalu ini," batin Ari yang wajahnya sudah begitu pucat.


" Rio, Raisa, Tante Novi, Boy dan kamu Ari sudah tidak bisa mengelak lagi. Sekarang Melody ada di sini. Apa kah bukti dengan keberadaannya tidak cukup. Apa kami perlu untuk menunjukkan bukti perbuatan kalian," sahut Lea dengan tersenyum sinis kepada orang-orang yang terperangkap itu.


" Apa ini maksudnya. Apa yang kalian lakukan kepada Melody, Raisa dan kamu Novi," sahut Eyang dengan melihat serius Raisa dan juga Novi.


" Kami tidak melakukan apa-apa Eyang," sahut Novi yang masih mengelak.


" Jangan mengelak, Melody sudah ada di sini," sahut Rasti menegaskan.


" Katakan Melody, agar semuanya jelas. Dan kakak bisa memberi mereka pelajaran," ucap Marsel mendesak.


" Apa yang aku lakukan pada Melody, sehingga mereka mengatakan jika aku melakukan sesuatu, memang apa yang aku lakukan kepadamu," sahut Rio bertanya dengan menatap Melody.


Namun Melody mengalihkan pandangannya yang tidak berani melihat Rio yang di bayang-bayangi rasa ketakutan.


" Melody apa aku melakukan sesuatu padamu. Apa yang mereka katakan. Mereka mengatakan aku ingin memp...." Rio tidak jadi melanjutkan pembicaraan yang sengaja menakut-nakuti Melody.


Ardian yang melihat hal itu langsung menghampiri Rio dan menarik kerah baju Rio dan melayangkan pukulan.


" bajingan, kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan berengsek," umpat Ardian memukul Rio sampai Rio sudah tergeletak di lantai dengan Ardian duduk di atas perutnya.

__ADS_1


" Ardian, jangan mengotori tangan kamu, hentikan Ardian!" sahut Widia panik dengan melihat kemarahan Ardian yang menatap tajam Rio. Namun Rio menyunggingkan senyumnya melihat kemarahan Ardian.


" Aku akan memenjarakan mu brengsek. Aku mempunyai bukti yang di berikan Lia kepadaku. Jika kau bajingan sudah berbuat semena-mena dengan Melody. Kau pikir aku akan mengampunimu, aku tidak akan pernah mengampuni mu Rio, kau bajingan biadap," ucap Ardian dengan menekan suaranya.


Namun entah kenapa Rio malah terlihat begitu santai, dan bahkan menghapus ujung bibirnya yang terdapat noda darah.


" Oh, iya jadi dia memberikan buktinya akhirnya juga. Apa dia mengatakannya langsung. Atau memberikan rekaman perbuatan teman baikmu ini. Kalau begitu mari kita ungkit dari awal kejadiannya. Ayo kita bahas dengan kuluarga mu dan keluarga iatrimu. Kita bahas kronologi kejadiannya. Jika kau mempunyai bukti. Maka aku juga punya bukti bagaimana kau bermain panas dengannya dan itu yang membuatku ingin mencobanya, ayo Ardian kita tunjukkan masing-masing bukti yang kita miliki," ucap Rio pelan yang tak dapat di dengar siapapun yang membuat Ardian melotot yang balik mendapat ancaman.


" Aku rasa tidak ada yang tau itu, ayo Ardian kita tunjukkan semua kepada keluargamu, apa yang kau lakukan dan apa yang aku lakukan," sahut Rio menantang Ardian.


" Bajingan, kau berani mengancam ku bajingan, brengsek," geram Ardian yang kembali memukul Rio membuat orang-orang di sana panik.


" Ardian sudah," Evan dan Bayu mencoba menarik Ardian yang mana terus memukul Rio sampai babak belur.


" Ardian, kamu jangan terus memukulnya. Kamu juga bisa terkena masalah," ucap Evan.


" Bajingan kau, kau pikir aku takut kepadamu," Teriak Ardian menunjuk Rio yang masih tersenyum kepadanya.


" Kenapa perasaanku tidak enak. Aku melihat Rio sepertinya mengatakan sesuatu yang membuat Ardian terdiam dan semakin marah," batin Melody merasa ada yang tidak beres.


" Ardian sudahlah, kamu tidak perlu menghajarnya. Biarkan pihak berwajib yang memberi Dia dan sekutunya ini pelajaran yang setimpal," sahut Lea menegaskan dengan menunjuk Raisa dan juga Novi.


" Lea, kau jangan melibatkan aku dan Tante Novi dalam masalah Rio dan teman-temannya. Kau tidak punya bukti. Jika aku terlibat, jadi jangan menuduh sembarangan," sahut Raisa membela diri dan masih seperti orang yang tidak bersalah.


Sementara yang lainnya sudah semakin geram. Namun, Eyang, Shandra, Widia, Bayu, Mila dan Arya masih bingung dengan pokok permasalahan yang terjadi sebenarnya. Mereka belum bisa menarik kesimpulan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Rio juga malah terlihat santai yang seperti ingin menyerang Ardian kembali.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2