Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 106 Raisa panas.


__ADS_3

Ardian dan Melody berada yang sudah berada di luar. Ardian langsung memeluk Melody dengan erat.


" Ternyata tidak semudah yang kita bayangkan," ucap Ardian.


" Tidak apa-apa Ardian. Yang penting kita saling tau," ucap Melody yang juga mencoba untuk menenangkan dirinya. Tidak lama Lea, Rasti dan juga Evan menghampiri Ardian dan Melody.


" Semuanya pasti baik-baik aja," sahut Evan yang langsung menepuk bahu Ardian. Dan Ardian pun melepas pelukannya dari istrinya.


" Sabar ya Melody," ucap Rasti. Mengusap-usap bahu Melody.


" Aku tidak percaya. Jika masalah ini benar-benar terjadi. Sungguh di luar dugaan. Tidak menyangka Raisa bisa mengetahui rencana kita dan justru menjebak kita," sahut Evan dengan hembusan napas beratnya yang benar-benar lelah.


" Dia bahkan mempunyai bukti-bukti yang tidak tau kapan di dapatkannya. Sementara kita tidak mempunyai bukti-bukti sama sekali dan yang lebih parahnya lagi dua bisa membuat Rio ada di lokasi kebakaran Vila. Padahal jelas aku sama Ardian tidak melihat adanya Rio. Huhhhhhh, aku memang bodoh seharusnya merekam Raisa saat tangannya membakar Villa," ucap Lea yang kelihatan begitu menyesal. Karena sudah begitu ceroboh.


" Arggghhhh, kita benar-benar di permainkan Raisa. Dia sungguh hebat," ucap Lea dengan mengacak rambutnya frustasi.


" Kita hanya bukti rekaman perbuatan Rio yang tidak bisa membuktikan jika Raisa terlibat dalam semua itu," ucap Rasti.


" Dan Rio dan teman-temannya di tangkap. Karena laporan Raisa untuk melenyapkan Lia. Bahkan seakan Vido rekaman yang di berikan Lia tidak berguna sama sekali," sahut Evan.


" Jadi bagaimana ini?" tanya Rasti.


" Kita juga harus membuat laporan mengenai Rio, Boy dan Ari saat melakukan kekerasan pada Melody dengan begitu polisi akan menyelidiki kasus ini dan aku yakin jika polisi turun tangan. Kejahatan Raisa pasti akan secepatnya terbongkar," sahut Lea mengambil tindakan.


" Lalu bagaimana dengan video yang di miliki Rio dan keluarga juga akan tau semuanya," batin Ardian yang tampak bingung.


" Aku setuju dengan apa yang di katakan Lea," sahut Evan.


" Tahan dulu, kita berpikir jernih dulu. Jangan sampai kita gegabah seperti ini yang pada akhirnya kita akan terjebak lagi," sahut Ardian menyetop semuanya.

__ADS_1


" Aku juga dengan Ardian. Jika memang ada rekaman Vidio di mana aku yang di perlakukan kasar oleh Rio dan teman-temannya. Aku rasa jangan dulu kaitkan. Karena aku juga masih banyak bohong pada keluargaku, dan ini akan semakin membuat mereka bingung," sahut Melody.


" Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Rasti.


" Kita ikuti saja sandiwara Raisa dan juga tabte Novi," sahut Ardian.


" Ya sudah, kita sebaiknya berpura-pura saja. Jika kita mempercayai mereka," sahut Evan.


" Ya walau itu tidak mudah. Tetapi mau tidak mau kita memang harus melakukannya," sahut Lea.


" Ya sudah kalau begitu, ayo kita kembali. Aku juga ingin bicara dengan Melody sebentar," ucap Ardian yang lainnya mengangguk dan merekapun pergi dari tempat itu yang memasuki mobil.


Raisa dan Novi terlihat melihat orang-orang itu pergi.


" Tante bilang juga apa. Mereka itu bekerja sama untuk menjebak kamu," sahut Novi.


" Tetapi untung saja kita dengan cepat mengembalikan ke adaannya dan Melody tidak akan pernah menang dari ku. Sekarang orang-orang di rumah mempercayaiku kembali dan akan bertambah bangga dengan ku, karena aku telah menangkap penjahat. Sementara Melody akan di marahi. Karena membuat skenario hilang," ucap Raisa.


" Tante memang pintar. Tapi bagaimana dengan Rio. Bagaimana kalau Rio mengatakan kepada Ardian tentang aku yang bekerja sama dengannya?" tanya Raisa panik.


" Kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh Raisa. Kamu tenang saja. Semua akan Tante atur, nama kamu benar-benar akan bersih dari kejadian 4 tahun lalu," ucap Novi yang sepertinya sudah merencanakan banyak hal.


" Aku mempercai Tante," sahut Raisa.


" Kita hanya perlu memastikan jika Lia tidak tau apa-apa. Jika kamu dan Rio bekerja sama," ucap Novi.


" Lagian dia juga sekarat, dan aku yakin dia tidak akan tau," sahut Raisa dengan santai.


" Ya sudah ayo kita pergi. Kita harus merayakan kemenangan kita," ucap Novi.

__ADS_1


" Let's go party," sahut Raisa dengan bahagianya yang mana mereka ber-2 telah menang. Ardian dan timnya justru terjebak.


*************


Eyang besar, Widia, Mila, Bayu, Vivi, Arya, Shandra, Evan, Raisa Novi, Lea, Melody dan Ardian berada di ruang tamu. Di mana sekarang Eyang besar sedang mengintrogasi Melody dan Ardian.


" Jadi kalian hanya pura-pura hilang yang ternyata kalian bersembunyi untuk merencanakan apa yang terjadi barusan. Yang sampai detik ini Eyang tidak tau arah mana tujuan masalahnya. 4 tahun lalu, Dokter Lia, 3 Pria itu, pembakaran Villa. Eyang tidak mengerti dengan semua itu," ucap Eyang dengan suara tegasnya.


" Semua sudah jelas Eyang, Melody sengaja melakukan ini, untuk membuat nama Raisa jelek dan juga memfitnah Raisa, dengan menghasut Ardian dan juga yang lainnya," sahut Novi yang langsung menyambar memperkeruh suasana.


Melody hanya bisa kesal mengumpat di hatinya dengan kata-kata Novi.


" Saya tidak menyuruh kamu untuk berpendapat," tegur Eyang membuat Novi diam. Evan dan Lea sama-sama tersenyum mendengarnya. " Kamu dan Raisa juga masih belum selesai dalam hukuman. Apapun alasannya tidak seharusnya kalian melanggar hukuman yang aku berikan," ucap Eyang menegaskan. Raisa dan Novi langsung diam tanpa berkutik.


" Emang enak Syukurin," batin Lea merasa puas.


" Ardian Melody. Kalian tau apa yang kalian lakukan ini. Kalian menganggap semua hanya permainan yang kalian tidak tau jika semua orang mengkhawatirkan kalian," ucap Eyang yang tampaknya begitu kecewa.


" Ardian, seharusnya kamu tidak melakukan ini. Mama dan keluarga panik," sahut Widia.


" Bukannya hanya melibatkan polisi. Tetapi semua orang untuk mencari kalian dalam kondisi kamu yang penuh ke khawatiran," sahut Arya.


" Hari demi hari kami lewati yang mana kami takut jika yang kami temui adalah mayat. Tetapi kalian malah mempermainkan semuanya," sahut Bayu yang tampak begitu kecewa.


" Aku minta maaf," sahut Ardian. " Ini salahku, aku dan Melody bertengkar hebat malam itu saat pulang dari rumah Melody. Kami bertengkar karena Raisa yang memulai semuanya," sahut Ardian yang membuat Raisa kaget.


" Melody jadi salah paham dan ada masalah yang membuatku merasa bersalah pada Melody. Makanya pagi itu aku kehilangan kendali dan Melody menemukanku di atas jembatan, kami juga ribut dan akhirnya jatuh kedalam sungai. Kami terbawa arus dan selamat. Aku sengaja untuk tidak pulang karena untuk menenagkan diri bicara baik-baik dengan Melody. Aku membutuhkan Evan untuk mencari tempat tinggal sekalian berbulan madu dengan istriku," jelas Ardian yang membuat Raisa kaget mendengar kata bulan madu.


" Tidak ada perencanaan apa-apa. Yang terjadi tadi hanya kebetulan. Namun aku dan Melody tidak tau menahu. Karena selama beberapa hari kita hanya fokus untuk berbulan madu. Apa salah kami melakukannya?" tegas Ardian yang membuat Raisa di landa rasa cemburu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2