Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 41 Kenangan itu terlalu pahit untuk di ingat.


__ADS_3

" Aku tidak ingin resepsi itu terjadi," ucap Raisa yang berbicara pada Novi.


" Apa yang harus kita lakukan untuk membatalkan resepsi itu. Orang-orang akan tau siapa istri Ardian adalah Melody dan kamu bukan siapa-siapanya," sahut Novi yang juga begitu resah.


" Tante benar, apa kata teman-teman ku nanti. Apa semua orang teman-teman Aditya yang sudah mengenalku. Mereka akan mengejekku. Aku tidak siap untuk semua itu. Aku mempersiapkan semuanya. Memimpikan semuanya. Tetapi Ardian dan Melody yang menikah dan sekarang resepsi yang di hadirkan semua keluarga besar, teman-teman. Semua orang akan tau. Sementara aku, sementara aku, aku....." Raisa tidak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya dan hanya bisa Menangis.


" Raisa kamu tenang ya. Tante mengerti perasaan kamu," ucap Novi mengusap pundak Raisa.


" Lalu apa Tante apa yang harus aku lakukan. Aku benar-benar bingung Tante," sahut Raisa yang kehilangan pikirannya.


" Resepsinya akan batal. Jika Melody tidak ada," sahut Novi tiba-tiba. Raisa langsung melihat ke arah Novi dengan serius.


" Maksud Tante?" tanya Raisa.


" Raisa, Melody itu kejiwaannya sangat mudah terganggu. Kamu jangan lupa jika Melody mantan pasien rumah sakit jiwa," ucap Novi tiba-tiba.


" Raisa tidak mengerti maksud Tante. Apa hubungannya dengan pembatalan resepsinya?" tanya Raisa.


" Hmmmm, kita kembalikan dia ke asalnya. Di mana dia berada di rumah sakit jiwa 4 tahun lalu," ucap Novi.


" Maksud Tante, kita ingin dia gila. Tante bukankah itu rencana awal dan lihat bukan dia yang gila. Aku yang gila dengan semua perbuatannya. Jadi percuma dengan apa yang Tante katakan. Karena sejatinya itu tidak akan berhasil dan acara resepsinya hanya tinggal 2 hari lagi," sahut Raisa yang tidak sependapat dengan pendapat Novi. Seakan dia sudah tau hasilnya.


Tiba-tiba Novi berdiri dan menuju laci dan terlihat mengambil sesuatu yang berupa kaset.


" Apa itu?" tanya Novi.


" Ini bisa membuatnya kembali ke asalnya," ucap Novi dengan menyunggingkan senyumannya.

__ADS_1


" Maksud Tante," sahut Raisa dengan mengkerutkan dahinya yang penuh kebingungan.


" Raisa ini adalah rekaman 4 tahun lalu. Di mana Melody yang berada di rumah sakit jiwa. Melody yang histeris dan memang layaknya seperti orang gila. Kamu harus ingat. Sewaktu Melody putus dengan Ardian. Dia itu tidak terkendalikan dan bahkan fikis dan mentalnya terganggu. Dia beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Melody itu wanita sakit jiwa. Orang yang mental lemah tidak akan bertahan dalam kesadaran dan jika Melody melihat apa yang terjadi dulu. Percaya sama Tante dia akan kembali histeris dan keluarga ini akan mikir-mikir untuk melanjutkan resepsi pernikahan itu," jelas Novi dengan tersenyum.


" Tunggu dulu. Dari mana Tante mendapatkan ini?" tanya Raisa.


" Raisa ketika mereka putus. Bukannya Tante selalu mengawasi Melody dan momen-momen ini yang Tante ambil. Tante hanya ingin menyimpan sebagai kenang-kenangan sebagai hiburan dan ini sangat berguna untuk bukan sekarang," ucap Novi.


" Tapi apa Tante yakin ini akan berhasil. Kalau Ardian tau dan melihat semua ini. Bahkan keluarga ini juga melihatnya. Bukannya itu artinya mereka justru akan simpatik pada Melody yang artinya Ardian justru merasa bersalah. Tante aku itu sangat mengenal Ardian dan Ardian sekarang ini itu diam karena mereda bersalah pada Melody," ucap Raisa.


" Ya jangan sampai Ardian tau. Ataupun keluarga ini. Cukup Melody yang melihat ini. Ketika dia melihat ini. Dia itu akan mengingat memory menyakitkan bersamanya dengan Ardian dan itu yang membuatnya semakin hancur," sahut Novi.


" Caranya?" tanya Raisa.


" Serahkan pada Tante. Kamu tinggal tunggu saja," sahut Novi dengan menyunggingkan senyumnya.


" Baiklah Tante kalau memang begitu. Aku hanya percaya pada Tante dan menyerahkan semuanya aku berharap Tante bisa mengatasi semuanya," sahut Raisa yang mau tidak mau percaya pada Novi.


" Baiklah, aku kekamar dulu," sahut Raisa pamit. Novi mengangguk dan akhirnya Raisa keluar dari kamar Novi.


" Hmmmm, hanya ini jalan satu-satunya. Melody kamu itu bukan tandingan kami. Kamu akan rasakan karena sudah melawan kami," batin Novi dengan menyunggingkan senyumnya.


" Auhhhh, perutku kenapa tiba-tiba sakit," keluh Novi memegang perutnya dan langsung buru-buru kekamar mandi meninggalkan kaset tersebut di atas tempat tidur.


Setelah kepergian Novi terlihat kaki jenjang yang memasuki kamar dengan perlahan. Langkah yang begitu hati-hati itu berjalan menuju tempat tidur. Dengan perlahan tangan itu mengambil kaset di atas tempat tidur dan menukarnya dengan kaset yang persis sama.


Lalu langkah kaki itu buru-buru keluar dari kamar Novi. Tidak tau siapa orang itu yang jelas dia telah pergi setelah berhasil mendapatkan apa yang di inginkannya.

__ADS_1


**********


Melody berada di dalam kamar yang merapikan tempat tidur. Kebiasaannya sebelum tidur dia merapikan tempat tidur terlebih dahulu.


Tok-tok-tok-tok.


" Masuk!" titah Melody tanpa melihat kearah pintu. Yang ternyata bibi yang memasuki kamar itu membawa lipatan pakaian yang banyak.


" Nona Melody ini pakaian yang sudah selesai di setrika. Mau bibi masuki ke lemari sekalian," ucap Bibi.


" Nggak usah biar saya aja. Letakkan saja di sana," sahut Melody.


" Baik non," sahut bibi yang meletakkan pakaian itu di atas tempat tidur.


" Saya permisi dulu non," sahut Bibi. Melody hanya mengangguk dan bibi pun pergi keluar dari kamar.


Setelah selesai Melody membersihkan tempat tidur. Melody menghampiri lipatan pakaian itu. Pasti bukan hanya pakaiannya saja. Ada juga pakaian Ardian. Melody memisahkan pakaian itu. Mengambil pakaiannya dan memasukkan ke dalam lemarinya.


Setelah selesai memasukkan pakaiannya ke dalam lemarinya. Mata Melody melihat ke arah pakaian Ardian. Tidak berpikir lama Melody mengambilnya dan memasukkan ke lemari Ardian. Harga dirinya tidak akan berkurang jika melakukan hal itu dan sebenarnya itu adalah kewajibannya sebagai istri.


Saat menyusun rapi pakaian itu di dalam lemari. Tiba-tiba Melody melihat album. Melody langsung mengambilnya.


Dari sampulnya itu adalah album yang di temukan Raisa saat membersihkan gudang. Tidak tau kenapa Melody begitu tertarik untuk membuka lembaran pertama Album itu.


Apa lagi jika tidak terlihat foto-foto dirinya, dengan kata-kata indah. Seolah dia adalah wanita yang paling di cintai saat itu. Bukan tersenyum atau bahagia melihatnya. Justru seakan begitu sakit. Ketika pernah mengalami kenangan indah yang sama sekali tidak ada bekasnya. Kenangan indah yang tertutup dengan rasa pedih.


Air mata Melody harus jatuh dengan tangannya yang membuka-buka lembaran demi lembaran. Dia dan Ardian dalam cinta yang tertulis indah. Namun ketika melihat foto-foto itu tidak terlintas apapun di pikiran Melody.

__ADS_1


Tidak teringat masa-masa indah itu. Melody mungkin akan lupa jika pernah menjadi wanita sebahagia ini jika tidak melihat foto-foto indah bersamanya dengan Ardian.


Bersambung


__ADS_2