
Melihat ke pergian Novi yang di bawa polisi membuat Ardian dan Melody merasa lega yang pasti bukan hanya mereka saja yang lega yang lainnya juga ikutan lega. Ardian dan Melody saling melihat dan Ardian langsung merangkul bahu istrinya.
" Sungguh keterlaluan, Raisa dan Novi orang yang kita anggap keluarga dan kita selalu mengutamakan mereka. Ternyata mereka berdua selama ini menjadi duri di dalam rumah ini," ucap Eyang besar yang masih tidak percaya.
Widia mendekati mamanya dengan mengusap bahu mamanya.
" Kebenarannya sudah terungkap dan semoga menjadi pelajaran untuk kita semua kedepannya," ucap Widia.
" Mama benar, mereka juga semoga dengan hukuman yang mereka dapatkan membuat mereka jera dan bisa bertaubat untuk menjadi orang yang lebih baik," sahut Mila.
" Iya semoga mereka benar-benar bisa bertaubat," sahut Shandra menambahi.
" Aminnnnn!" sahut Evan dengan kencangnya dan paling semangat untuk mengucapkan Amin.
" Akhirnya urusan Novi dan Raisa selesai," ucap Ardian.
" Iya kamu benar, aku merasa lega," sahut Melody.
" Tidak di sangka ternyata Raisa dan Novi benar-benar wanita yang sangat jahat. Bisa-bisanya dia seperti itu melakukan sesuatu yang begitu jahat hanya demi sebuah cinta yang salah di artikannya," ucap Shandra.
" Raisa begitu terobsesi dari dulu dengan Ardian. Makanya dia sampai seperti itu. Gelap mata dan melakukan semua tindakan yang di luar nalar dan sampai melakukan tindakan kriminal. Tapi bukannya mendapatkan cintanya sekarang dia harus menerima resiko dari semua perbuatannya," sahut Evan menambahi.
" Alhamdulillah akhirnya masalah ini tuntas. Untung saja kita tidak salah melangkah yang mungkin akan membuat kita mengelas seumur hidup," sahut Widia.
" Ini semua karena kamu Lea. Makasih ya sudah banyak melakukan segala hal. Yang membuat Raisa dan Tante Novi sekarang mendapatkan ganjarannya. Ini semua karena kerja keras kamu," ucap Melody melihat ke arah Lea.
" Benar apa kata Melody, ini semua karena kamu. Kamu melakukannya sendiri dan tanpa di duga-duga masalah selesai juga karena kamu," sahut Ardian menambahi yang tidak akan bisa melupakan kebaikan dari Lea.
__ADS_1
" Jangan berlebihan Melody. Aku melakukannya karena bersalah kepadamu waktu itu. Kita juga adalah sahabat sejak dulu. Kita berhenti menjadi sahabat karena kesalah pahaman yang tak lain karena ulah Raisa juga. Aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan. Aku melakukan sebisaku untuk mendapat ke adilan untuk kamu. Jadi jangan berterima kasih. Karen ibu tidak sebanding dengan apa yang terjadi pada kamu," sahut Lea dengan rendah hati.
" Apapun itu. Aku sudah melupakan semua masalah itu. Kita akan menganggap masalah itu itu adalah pembelajaran untuk kita yang kedepannya harus membuat kita lebih baik. Dan aku tidak akan bisa pungkiri jika semuanya selesai karena tangan kamu yang begitu banyak membantu aku sama kak Ardian," ucap Melody.
" Aku senang Melody mendengar kamu menggap itu masa lalu. Yang artinya kamu memang memaafkanku sepenuhnya," ucap Lea.
Melody melepas rangkulannya dari Ardian dan melangkah mendekati Lea. Melody meraih ke-2 tangan Lea.
" Aku tidak punya alasan untuk tidak memaafkanmu, aku juga tidak punya alasan untuk mengingat masalah itu lagi. Apa lagi harus menyalahkan siapa-siapa. Karena semuanya sudah selesai," ucap Melody dengan tulus. Lea tersenyum haru dan langsung memeluk Melody.
" Makasih Melody, terima kasih kamu benar-benar memaafkan ku," sahut Lea tersenyum haru.
Yang ada di sana sama-sama tersenyum saling melihat keteduhan yang ada di depan mata mereka.
" Lea kamu benar-benar keren. Aku tidak menyangka kamu bisa menyelesaikannya sendirian," sahut Evan yang masih memuji Lea.
" Rasti!" sahut Shandra.
" Iya Tante calon menantu Tante," sahut Lea. Shandra melihat ke arah Evan dengan menatap mengintimidasi.
" Kalau cocok ya akan jadi menantu mama," sahut Evan garuk-garuk kepala.
" Kalian aja kerjanya tiap hari berantam mau cocok dari mana," sahut Shandra yang tidak yakin.
" Memang mereka itu kerjanya berantam terus dan Melody selalu menjadi korbannya. Sampai Melody waktu itu kecelakaan juga gara-gara dia," ucap Ardian yang keceplosan.
" Gara-gara Evan, maksudnya?" tanya Shandra dan yang lainnya juga menanggapi serius dan Melody juga melihat serius ke arah Ardian. Ardian jadi salah tingkah dan gelisah saat menyadari jika dia baru saja keceplosan.
__ADS_1
" Apa maksud kamu Ardian?" tanya Mila.
" Iya benar, kenapa gara-gara Evan?" sahut Widia yang juga bertanya.
" kak Ardian apa ada yang kamu sembunyikan? tanya Melody kembali mendekati suaminya dan melihat mata suaminya itu memang sedang menyembunyikan sesuatu.
" Hmmm, tidak ada, aku hanya mengatakan asal saja," sahut Ardian tersenyum kaku menutupi rasa gelisahnya.
" Bohong. Kamu pasti menyembunyikan sesuatu!" sahut Melody yang tidak percaya kata-kata suaminya itu.
" Evan katakan apa yang tidak di ketahui keluarga ini," sahut Eyang besar yang merasa memang ada rahasia selama ini yang tersembunyi.
Evan menarik napas panjang dan membuangnya perlahan kedepan, " mungkin ini saatnya memang semua orang harus tau," ucap Evan dengan memberanikan diri untuk jujur
Wajah-wajah si ruangan itu semakin tegang dan penasaran dengan apa yang di katakan Evan. Termasuk Melody yang masih memperhatikan suaminya yang terlihat resah.
" Melody!" lirih Evan dan Melody langsung melihat ke arah Evan, " Sebenarnya kecelakaan kamu tidak berkaitan dengan Ardian," ucap Evan jujur yang membuat orang-orang di ruangan itu kaget termasuk Melody.
Orang-orang melihat Evan serius dan bergantian melihat ke arah Ardian yang terlihat jauh lebih pasrah.
" Jika tidak ada kaitannya dengan Ardian, lalu...." sahut Shandra.
" Melody Ardian tidak ada urusannya dengan kecelakaan itu. Kamu lupa aku yang menelponmu saat hujan deras dan menyuruhmu datang dengan buru-buru untuk menyelesaikan masalahku dengan Rasti dan waktu itu aku juga menelponmu saat kamu sedang menyetir sampai aku mendengar suara tabrakan. Aku panik dan saat itu Ardian menemuiku dan menceritakan semuanya. Lalu kami bergegas untuk mencari lokasi kecelakaan kamu dan saat itu mobil yang kamu kendarai sudah hampir meledak sementara kamu masih ada di dalamnya dan Ardian tidak peduli dan terus menyelamatkan kamu. Baru beberapa detik kamu di keluarkan dari mobil itu. Mobil itu langsung meledak dan Ardian yang menyelamatkan kamu bukan yang membuat kamu kecelakaan," jelas Evan yang akhirnya membongkar kejadian apa telah telah terjadi sebenarnya.
Ardian hanya membuang napas perlahan kedepan. Ya akhirnya Evan yang jujur sendiri. Sementara Melody yang begitu kagetnya melihat serius ke arah Ardian. Yang lainnya juga melihat serius yang tidak percaya selama ini ada yang di sembunyikan.
Bersambung
__ADS_1