
Melody menuruni anak tangga untuk memanggil suaminya uang masih mengobrol bersama yang lainnya yang berada di ruang tamu. Mungkin Melody ingin tidur bermanja-manja dengan Ardian makanya maunya Ardian ada disisinya. Maklum bumil maunya dekat-dekat dengan suaminya saja.
Setibanya di ruang tamu yang di penuhi banyak orang. Melody langsung mendekati Ardian berdiri di samping Ardian yang sedang duduk dengan memegang pundak Ardian membuat Ardian mendongakkan kepalanya ke atas melihat istrinya yang sedang memberi kode untuk tidur. Ardian mendengus kasar dengan menganggukkan kepalanya sembari mengusap-usap punggung tangan istrinya yang ada di bahunya.
" Memang harus sama Ardian ya Melody kalau mau harus tidur!" sahut Evan yang memperhatikan suami istri yang saling kode-kodean.
" Makanya Evan kamu itu secepatnya nikah. Supaya kamu jangan itu terus dengan hubungan orang lain," sahut Eyang besar.
" Eyang terus aja kasih kode mulu," sahut Evan garuk-garuk kepala.
" Eyang itu kasih kode yang artinya kamu harus segera di percepat. Jangan di lama-lamakan lagi," sahut Widia.
" Iya Tante. Habis Lea menikah aku langsung nyusul. Kalau perlu besoknya," sahut Evan yang lama-kelamaan kesal. Salah sendiri suka julid dengan masalah orang lain kan sekarang di serang seluruh orang yang tertawa-tawa melihat kesalnya wajah Evan yang menjadi bahan Bully.
" Tante Lea!!!!!!" teriak Aliya tiba-tiba yang membuat semua orang tersentak kaget dan melihat ke arah Aliya yang berdiri di depan tangga yang mana Aliya fokus pada anak tangga yang akhirnya semua orang yang tadi sibuk dengan kegiatan masing-masing mendadak diam dan melihat ke arah Aliya memandang.
Betapa terkejutnya semua orang dengan apa yang mereka lihat, mata mereka melotot, dengan mulut menganga dan langsung berdiri. Ketika melihat Lea yang menuruni anak tangga dengan tertatih-tatih dengan satu tangannya memegang pagar tangga dan satu lagi memegang lehernya dan mulut Lea yang mengeluarkan banyak darah.
" Lea!"
" Lea!"
" Lea!"
" Lea!"
" To- tot, tolong!" Lea kesulitan bicara yang merasa sakit di tenggorokannya dan tubuhnya yang mulai lemas membuatnya hampir jatuh. Evan langsung berlari sebelum Lea terguling-guling di tangga.
" Lea!" teriak Evan.
" Lea!" teriak semuanya juga akhirnya mengejar Lea.
__ADS_1
Evan berhasil menyelamatkan Lea yang mana Lea terduduk di anak tangga dan Evan langsung mengangkat Lea menuruni anak tangga dan membaringkan di sofa dengan kepalanya berada di pangkuan Wida dan semua orang sudah mengerumuni Lea.
" Astagfirullah Lea apa yang terjadi? kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya Eyang yang begitu terkejutnya dengan kondisi Lea.
" Ayo cepat panggil Dokter!" perintah Shandra yang panik.
" Sebaiknya ambulan saja," sahut Bayu yang lebih baik memanggil ambulans untuk membawa Lea kerumah sakit.
" Iya buruan cepat!" teriak Eyang yang semakin panik.
Lea napasnya sudah terputus-putus dengan tubuhnya yang terus terangkat yang membuat terangkat terus yang menahan sakit di tenggorokannya.
" Lea apa yang terjadi. Kenapa kamu seperti ini?" tanya Widia dengan paniknya.
Lea tidak mampu bicara lagi karena begitu kesakitan dan terus mengeluarkan cairan putih dari dalam mulutnya.
" Ya Allah Lea!" teriak Iriana yang tiba-tiba datang yang mendekati Lea dengan wajah paniknya.
" Kenapa kalian diam. Kenapa dia bisa seperti ini!" sentak Iriana.
" Tante kita juga tidak tau. Lea tiba-tiba saja turun sudah dalam keadaan seperti ini," sahut Mila.
" Apa yang sudah di minum Lea. Kenapa dia muntah?" tanya Arya yang merasa Lea meminum sesuatu makanya sampai muntah.
Ardian terlihat membungkukkan tubuhnya mencolek dengan jarinya bekas muntahan Lea yang ada di sofa dan menciumnya.
" Ini susu," sahut Ardian yang dapat memastikannya.
" Lea kan tidak minum susu. Apa dia alergi?" sahut Vivi.
" Jika alergi tidak mungkin seperti ini," sahut Mila. Sementara Iriana seketika mendadak panik. Namun masih berusaha tenang dengan pura-pura mencemaskan Lea. Namun Melody terus memperhatikan gerak-gerik Iriana dan terlihat Melody dapat memikirkan sesuatu yang akhirnya membuat Melody mendekati Lea. Berjongkok di samping Lea dan mencoba bicara pada Lea yang menahan sakit.
__ADS_1
" Lea. Katakan siapa yang memberimu susu itu?" tanya Melody.
Pertanyaan Melody begitu mengagetkan Iriana yang mendadak sangat panik dan terlihat menggenggam tangannya.
" Katakan yang sebenarnya Lea. Apa kamu setelah ini karena meminum susu. Katakan siapa yang memberimu susu itu?" tanya Melody dengan pelan.
Lea mengangkat tangannya perlahan dan dengan perlahan menunjuk Iriana yang berdiri di dekatnya. Hal itu mengejutkan semua orang dan Iriana terkejut dengan Lea yang menunjuk dirinya.
" Dia, dia yang datang kekamarku dan memaksa ku minum su_su," ucap Lea dengan suara terbata-bata yang mengatakan apa adanya.
Lea juga merasa pasti apa yang terjadi padanya. Karena perbuatan ibunya. Mendengar pernyataan Lea membuat semua orang melihat ke arah Iriana menatap Iriana dengan tajam yang penuh dengan pertanyaan.
" Sial. Lea mengatakan semua itu. Tenang Iriana. Kau jangan takut. Apa yang kau lakukan tidak akan terbongkar," batin Irina yang mencoba untuk tenang.
" Apa yang kamu lakukan Iriana?" tanya Eyang menekan suaranya.
" Apa yang aku lakukan?" Iriana balik bertanya.
" Kau yang memberinya susu?" tanya Eyang.
" Iya. Lalu kenapa apa yang salah dengan susu yang aku berikan dan mungkin saja dia alergi seperti kata Vivi dan apa itu salah. Dia sudah tau alergi susu. Tetapi tetap meminumnya. Lalu itu bukan kesalahanku," sahut Iriana yang mencari pembelaan.
" Tante masih bisa mengatakan itu bukan kesalahan Tante. Lihat Lea dan Tante seharusnya tau apa yang harus Tante lakukan dan tidak Tante lakukan," sahut Ardian.
" Ardian dia seperti ini belum tentu hanya karena susu saja. Jangan mentang-mentang dia memuntahkan susu. Jadi karena itu. Ya karena itu di minumnya terakhir. Makanya dia memuntahkan susu. Jadi kalian jangan menyalahkanku saja. Aku sendiri saja penuh dengan ketakutan. Aku sangat mengkhawatirkan keadaannya," sahut Iriana yang penuh Sandiwara. Lea tidak bisa berkata-kata. Karena dia sudah tidak tahan lagi.
" Mungkin tidak masalah hanya karena susu yang Tante berikan pada Lea. Mungkin tidak masalah dengan Alergi Lea. Tetapi yang menjadi masalah yang membuat Lea seperti ini. Dengan susu yang Tante buat dan Tante campur dengan racun," sahut Melody yang mengejutkan semua orang.
Bola mata Iriana hampir keluar mendengar pernyataan yang di katakan Melody. Yang membuat semuanya terheran-heran dengan penuh tanya yang membingungkan.
Bersambung
__ADS_1