Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 151 Kewajiban.


__ADS_3

Malam hari tiba. Walau Chaca di serahkan pada Melody dan Ardian. Tetapi Ardian dan Melody bukan orang yang serakah mereka membiarkan begitu saja bahkan seperti biasanya. Karena mereka juga tidak ingin Gadis dan Marsel kesepian ya semuanya benar-benar belajar menjadi jauh lebih dewasa.


Jadi begitu masalah selesai dan ngobrol panjang Chaca yang sudah main dengan banyak. Ternyata masih tetap ikut pulang bersama Gadis dan Marsel dan ya kapanpun Chaca mau ketempat Melody silahkan. Atau Melody yang Inging beberapa hari Chaca bersamanya juga boleh.


Semuanya memang di biarkan mengalir begitu saja dan pelan-pelan Chaca akan di beritahu. Karena sebelumnya Chaca bahkan sudah memanggil Melody dengan sebutan mama, Melody sudah di panggil mama cantik oleh Chaca dan itu adalah ajaran dari Gadis. Karena memang hanya kebesaran hati yang akan membuat banyak kebahagian. Semua demi kebahagian Chaca dan masa depan Chaca.


Sama dengan Ardian yang tidak menyangka akan di panggil anaknya dengan panggilan papa. Ya Ardian adalah seorang ayah sejatinya dan jika anaknya sudah memanggilnya seperti itu. Berarti tanggung jawab Ardian atas Chaca akan semakin banyak. Karena dia ayah yang harus mempertanggung jawabkan segalanya untuk masa depan Chaca.


Melody keluar dari kamar mandi dengan menggunakan dress tidur. Dia memang begitu mengantuk setelah banyaknya hari ini yang sudah di lewati. Melody melangkah menuju cermin untuk melakukan rutinitasnya sebelum tidur seperti biasanya.


Tiba-tiba Ardian memasuki kamar dan langsung melangkah mendekati istrinya. Ardian sudah memeluknya saja dari belakangan dengan menempelkan pipinya di di pipi kanan Melody. Ardian sudah seperti orang yang merindukan saja. Yang begitu rindu padahal mereka selama ini selalu bersama.


" Apa kamu begitu lega?" tanya Ardian melihat istrinya dari depan cermin yang Melody juga melihat dari sana.


" Ya aku juga lega, aku sama leganya dengan kamu. Kita sama-sama tidak percaya. Jika masalah ini benar-benar sudah selesai dan ternyata kebenaran itu tidak begitu menakutkan dengan apa yang kita pikirkan selama ini," ucap Melody dengan senyum di wajahnya.


" Kamu benar Melody. Dan bahkan kita juga di berikan hadiah dengan kebaikan kak Marsel dan kak Gadis. Ya itu Chaca," sahut Ardian.


Melody membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah suaminya itu. Tangan Ardian masih berada di pinggang Melody.


" Kita sekarang juga sudah menjadi orang tua. Tanggung jawab kita akan jauh lebih banyak. Karena menjadi orang tua itu tidak mudah. Aku akan merasakan apa yang di rasakan mama saat harus menjaga seorang anak," ucap Melody.

__ADS_1


" Iya kita akan belajar menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita nantinya," sahut Ardian. Melody mengangguk-angguk kepalanya.


" Maafkan aku ya," ucap Ardian.


" Untuk apa?" tanya Melody.


" Untuk semua masalah yang terjadi," sahut Ardian.


" Aku juga minta maaf, bukannya kita sudah membahas itu sebelumnya dan juga sudah saling memaafkan," sahut Melody.


Ardian memegang pipi Melody sembari mengusap-usapnya dengan pelan, " kamu benar sayang kita sudah saling memaafkan," ucap Ardian mencium kening Melody dengan lembut.


" Ya sudah sekarang ayo kita tidur ini sudah malam," ucap Melody yang ingin berlalu dari Ardian. Namun Ardian menahannya dan bahkan menarik pinggang Melody sehingga dada Melody menabrak dada bidang Ardian dengan wajah mereka yang tidak berjarak lagi.


" Aku mencintaimu!" ucap Ardian. Melody tersenyum mendengar 2 kata yang indah itu yang semakin membuat jantungnya berdetak 10 kali lipat jauh lebih kencang.


" Aku juga mencintaimu," Melody langsung membalas ucapan cinta itu dengan cepat.


Ardian kembali mencium lembut kening Melody, pipi Melody, hidung, dan mengecup bibir Melody. Melody dan Ardian saling melihat dengan inti dan mata Ardian yang turun pada bibir Melody.


Tidak menunggu lama Ardian langsung menempelkan bibirnya pada Melody, mencium lembut bibir itu membuat Melody memejamkan matanya perlahan.

__ADS_1


Mendapatkan izin mencium Melody. Ardian semakin memperdalam ciuman dengan lembut. Ciuman itu terlihat penuh gairah dan semakin lama semakin panas dan semakin menuntut.


Tanpa melepas ciuman itu. Ardian sudah sudah mengangkat tubuh Melody keatas tempat tidur, membaringkan dengan lembut dan ciuman itu tidak terlepas. Bahkan Melody mengalungkan tangannya di leher Ardian yang sudah berada di atas tubuhnya.


Tangan Ardian tidak diam ternyata tangan itu mulai melepas apa yang di pakai Melody. Bahkan Ardian melepas sebentar ciumannya dari Melody untuk melepas pakaiannya sekalian memberikan Melody oksigen. Di mana sekarang napas Melody naik turun.


Matanya sama dengan suaminya yang sama-sama terbalut gairah. Padahal sebelumnya dia mengantuk berat. Namun rasa kantuknya hilang di ganti dengan hal yang menyenangkan.


Ardian kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Melody mencium lebih dalam dan lebih agresif dari pada sebelumnya dengan tangan Ardian yang bermain di sana sini yang memberikan sensasi kenikmatan untuk Melody yang tanpa Melody sadari mulutnya mengeluarkan suara-suara indah yang membuat Ardian semakin bersemangat melakukannya.


Seluruh tubuh istrinya yang sudah polos tanpa sehelai benangpun di sentuhnya, meninggalkan jejak-jejak kemerahan di sana. Karya-karya Ardian di tubuh cantik Melody.


Ardian mungkin tidak akan meninggalkan kesempatan untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan saat mereka menikah dan mungkin ini juga menjadi moment yang tepat untuk Ardian untuk bercinta dengan istrinya.


Lama memberi kenikmatan yang membuat Melody rasanya menggila yang sampai di awang-awang. Ardian pun langsung melakukan penyatuan dan sempat terasa sakit bagi Melody dengan air matanya yang sempat menetes.


Tidak ingin menyakiti Melody Ardian melakukannya pelan-pelan. Dia tidak ingin serakah. Karena dia ingin Melody menikmatinya dan bukan malah merasa tersakiti. Namun sakit itu hilang begitu saja setelah tampaknya Melody menjadi biasa dan justru sakit yang berubah kenikmatan.


Kamar itu di penuhi dengan suara-suara indah dari ke-2nya suara-suara kenikmatan yang bermain panas di atas ranjang yang saling memberi kepuasan kepada pasangan masing-masing dengan cucuran keringat yang membasahi keduanya yang menikmati malam panas mereka di kamar mereka yang syukur-syukur tidak ada yang menggangu mereka.


Begitu masalah selesai. Mereka juga menyelesaikan masalah hubungan mereka yang memang belum terlaksana kan sejak mereka menikah karena banyaknya permasalahan yang terjadi di antara keduanya.

__ADS_1


Jadi sangat wajar jika sekarang mereka melakukannya dan tidak tau mau sampai berapa lama karena sejak tadi Ardian tidak ada henti-hentinya sama sekali memberi kepuasan kepada istrinya yang di bawah sana dengan penuh cinta dan kasih sayang keduanya.


Bersambung


__ADS_2