Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 47 Hari resepsi.


__ADS_3

Akhirnya hari resepsi tiba juga. Rumah sudah di sulap menjadi resepsi mewah. Para tamu juga sudah mulai berdatangan menghadiri resepsi pernikahan Ardian dan Melody. Tamu dari kalangan atas dari keluarga Ardian maupun dari keluarga Melody.


Teman-teman Melody dan Ardian juga sudah hadir di acara pernikahan. Yang pasti banyak orang yang kaget dengan resepsi pernikahan itu. Apa lagi mereka melihat foto-foto prewedding Melody dan juga Ardian.


Teman-teman Ardian dan Raisa pasti bertanya-tanya kenapa pernikahannya berbeda. Karena sebelumnya Raisa mang sudah menamatkan pernikahannya dengan Ardian eh ternyata calon suaminya menikah dengan orang lain.


Melody dan Ardian sendiri sudah berada di atas pelaminan yang bersalaman dengan tamu-tamu di sana. Di mana Melody begitu cantik dengan gaun pengantin yang terlihat begitu indah. Gaun putih tanpa lengan yang memanjang kebawah dengan di beri payet-payet ukiran yang indah di bagian bawahnya.


Sementara Ardian memakai jas putih dengan dasi kupu-kupu hitam. Ardian juga terlihat tampan yang berdiri di samping Melody memang mereka pasangan yang serasi yang menerima ucapan doa yang tulus dari orang-orang yang bersalaman dengan mereka.


Raisa yang memakai dress merah harus menahan kekesalannya yang berdiri menatap sinis kearah pasangan pengantin yang berada di pelaminan itu. Jangan tanya hatinya seperti apa, sudah panas dan ingin langsung di ledakkan dengan melihat pemandangan yang menjijikkan itu.


" Kalau jodoh memang tidak kemana. Walau sudah putus, lihatlah mereka tetap bersatu," ucap salah seorang wanita yang bergunjing dengan temannya tepat di belakang Raisa dan Raisa jelas mendengar kata-kata itu.


" Ya itulah takdir, mau seperti apapun. Jika sudah memang takdirnya ya pasti akan di pertemukan. Lihat seperti sekarang ini padahal kalau tidak salah Ardian akan menikah dengan Raisa. Tetapi lihat jalur langit yang bicara," sahut wanita yang satunya yang memang sangat indah jika harus menggibah.


" Tapi aku dengar-dengar sih. Raisa itu duru dalam hubungan mereka," sahut wanita yang satunya.


" Ya kalau memang hanya duri ya tetap seperti duri dan memang harus di singgirkan," sahut yang satunya lagi.


Raisa mengeratkan giginya dengan melihat dengan ekor matanya yang melihat 2 orang itu. Tangannya mengepal yang bisa-bisa dia akan membunuh 2 orang itu. Raisa yang panas pun pergi dari tempat itu.

__ADS_1


" Kurang ajar mereka. Beraninya mengataiku adalah duri. Bukan aku yang duri tetapi Melody. Dialah duri dalam hubunganku dan juga Ardian," gerutu Raisa yang berjalan cepat dengan penuh kemarahan. Langkahnya harus terhenti ketika berhadapan dengan Rasti sahabat Melody kekasih dari Evan.


Rasti berdiri di depan Raisa dengan tersenyum miring. Senyum yang lebih seperti sedang mengejek.


" Minggir kamu!" usir Raisa.


" Benar kata Melody. Jika itu bukan milik kita. Maka tidak akan pernah jadi milik kita. Jadi mau kamu mencurinya atau menyembunyikannya, menjaganya. Tapi tetap saja itu kepada pemiliknya," ucap Rasti dengan bicara lembut tetapi terdengar begitu sakit.


" Apa maksudmu bicara seperti itu?" tanya Raisa yang harus menahan kemarahannya.


" Kamu mengerti apa maksudku dan kamu juga tau ini resiko untuk seorang pencuri!" tegas Rasti dengan senyum mengejeknya.


" Jaga bicara kamu Rasti. Jangan ikut campur dengan urusanku. Aku tau dia itu temanmu dan aku juga tau. Kau pacaran dengan Evan. Karena di suruh Melody untuk mematai-matai Ardian. Dia yang tidak bisa melupakan Ardian dan mencurinya dari ku dengan cara murahan kalian," sahut Raisa. Namun Rasti mendengarnya hanya tersenyum.


Raisa mengepal tangannya dengan kata-kata pedas Rasti. Mata mereka saling menatap dengan penuh kebencian 1 sama lainnya.


" Melody istri sah Ardian secara agama, negara, hukum dan terlebih lagi semua orang tau jika Melody adalah istrinya dan kamu bukan siapa-siapa. Jadi bersiaplah kamu hanya akan sakit, sakit, sakit, dan sakit," tegas


Rasti dengan tersenyum mengejek Raisa. Rasti tidak banyak bicara lagi. Rasti pun memilih untuk pergi dari hadapan Raisa setelah puas membuat Raisa sadar akan karma yang akan terus berdatangan padanya.


" Kurang ajar," teriak Raisa yang tidak sadar dia berada di keramaian dan hal itu membuat orang di sekitarnya melihat ke arahnya dan bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Raisa. Menyadari dia menjadi tontonan yang akhirnya Raisa memilih untuk pergi dari tempat itu.

__ADS_1


************


Melody dan Ardian masih tetap berada di pelaminan. Di mana keduanya tidak mengobrol sama sekali. Melody pasti hanya terpaksa berada di tempat itu. Semua di lakukannya untuk mengambil status yang jelas dalam pernikahannya dan membuat status Raisa semakin tidak ada di keluarga itu.


Acara pun berlanjut dengan lancar dan tanpa ada hambatan apa-apa. Sampai akhirnya masuk kedalam acara pemotongan cake wedding yang tingginya sampai 7 meter.


" Untuk pangeran dan putri ayo ambil pisaunya dan sama-sama di potong Cakenya," sahut MC yang memberikan arahan.


Seorang pelayan memberikan pisau panjang yang pas untuk memotong Cake tersebut. Ardian dan Melody pun mengambil pisau itu dan saling memegang pisau itu dengan mereka yang berdiri saling berdekatan. Bahkan 1 tangan Ardian merangkul Melody yang membuat Melody melihat tangan itu.


" Kita mulai ya potong kuenya," sahut MC yang kembali memberikan arahan dan para tamu memberikan tepuk tangannya.


" 1 2 3," ucap MC yang memberikan arahan untuk mereka yang memotong kuenya. Melody dan Ardian pun langsung memotongnya bersamaan tanpa ada drama penolakan untuk Melody. Salah satu pelayan di sana membantu Melody dan Ardian untuk membuat kue itu di atas piring.


" Ayo dong saling suap-suapan," sahut MC. Wajah Melody terlihat menolak. Namun Melody melihat Raisa yang menatap horor di ujung sana dan membuat Melody mengambil potongan kue itu mendekati Ardian yang berdiri di hadapannya dan dengan romantisnya Melody menyuapi Ardian.


Ardian membuka mulutnya dengan memegang tangan Melody yang menyuapinya dan mata Ardian yang tidak lepas menatap Melody. Keromantisan itu mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan dan senyuman indah dari ke-2 keluarga 2 belah pihak.


Apa yang di lakukan Melody sebenarnya terasa sakit yang harus berpura-pura seperti itu. Tapi dia hanya ingin membuat Raisa panas dan harus melakukan itu.


" Ya Allah semoga saja putriku bisa bahagia dan menjaga rumah tangganya dengan Ardian," batin Dania yang penuh doa dan harapannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2