Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Episode 114 Tau rasa.


__ADS_3

Raisa dan Novi menuruni anak tangga yang di ruang tamu ada Eyang, Widia dan juga Shandra.


" Raisa kemari sebentar," ajak Eyang. Raisa dan Novi saling melihat dan mengangguk menuruni anak tangga untuk menghampiri ruang tamu.


" Ada apa Eyang?" tanya Raisa yang sudah duduk dengan bersebelahan dengan Novi. Eyang pun menggeserkan handphone pada Raisa dan Raisa langsung mengambil handphone tersebut dengan penasaran. Raisa menghidupkan layarnya dan kaget melihat Vidio dia yang bersama Ardian di dapur. Di mana Raisa terlihat bicara dan memaksa Ardian.


" Ada apa Raisa?" tanya Novi penasaran dan langsung mengambil handphone itu dari tangan Raisa.


" Apa yang kamu lakukan Raisa. Kamu bisa berbuat seperti ini dengan Ardian yang kamu tau Ardian sudah menikah, kamu memaksanya dan bicara yang tidak-tidak mengenai Melody," sahut Eyang dengan wajahnya yang serius melihat Raisa yang sekarang tidak bisa berkutik.


" Dari mana Eyang mendapatkan Vidio ini?" tanya Raisa dengan gugup.


" Melody sendiri yang memberikannya dan dia tidak nyaman dengan perbuatan kamu," sahut Shandra.


" Apah, Melody. Sial. Jadi dia merekam dulu baru seolah-olah menggerebek. Kurang ajar Melody ternyata dia...." batin Raisa dengan mengepal tangannya yang tidak percaya. Jika Melody bisa bertindak seperti itu.


" Raisa apa-apaan sih, kenapa coba dia itu tidak hati-hati," batin Novi.


" Raisa ini sangat tidak pantas kamu lakukan. Keluarga ini hanya akan malu jika kamu melakukan ini. Kamu bukan pacar Ardian lagi. Ardian sudah menikah dan Melody istrinya. Tindakan kamu sangat tercela," sahut Widia yang tegas pada Raisa.


" Mungkin ini hanya salah paham saja," sahut Novi mencari pembelaan.


" Novi tidak ada salah paham. Vidio itu mempunyai suara dan sangat terdengar jelas apa yang di katakan Raisa," sahut Widia.


" Aku sudah mengatakan kepada kalian semua. Jika aku tidak akan pernah menyerah untuk hubunganku dan juga Ardian," sahut Raisa menegaskan.


" Tapi itu bisa Raisa. Kamu harus belajar untuk melupakan Ardian. Dia sudah berumah tangga dan sekarang lihat hubungan mereka juga sudah semakin baik," sahut Widia.


" Tidak Tante aku juga ingin mendapatkan keadilan untuk diriku sendri dan jika kalian tidak memberiku keadilan itu. Maka aku akan mencari sendiri. Dan aku hanya berusaha untuk melakukan semuanya," sahut Raisa menegaskan.


" Jangan berlebihan Raisa. Kita ini punya moral dan juga agama. Jadi kamu jangan melakukan sesuatu yang tidak harus kamu lakukan apa lagi harus merusak citra rumah ini dengan perbuatan tercela kamu. Itu sangat tidak pantas," ucap Eyang menegaskan.


" Saya akan bicara pada Raisa untuk semua ini. Kejadian ini tidak akan terulang lagi," sahut Novi mengambil alih untuk bicara.


" Tante!" lirih Raisa. Novi menggelengkan kepalanya.


" Tapi tetap. Karena Melody tidak nyaman dengan hal ini. Jadi saya harus adil," sahut Eyang.

__ADS_1


" Apa maksud Eyang?" tanya Raisa.


" Untuk satu Minggu kedepan, gantikan pekerjaan yang biasa di kerjakan Mila," sahut Eyang membuat Raisa kaget.


" Memasak, mengurus rumah, mengatur para pelayan, mengatur pekerjaan dan terlebih lagi mengurus rumah dan juga berbelanja untuk kebutuhan rumah," ucap Eyang menegaskan yang membuat Raisa dan Novi kaget.


" Eyang itu tidak mungkin," protes Raisa.


" Tidak ada yang tidak mungkin. Kamu harus melakukannya. Jika ingin memperbaiki segalanya. Agar kamu jera dan tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas kamu lakukan," ucap Eyang menegaskan.


" Tapi Eyang...." sahut Raisa.


" Jangan membantah. Tidak ada kata tapi," sahut Eyang mengangkat tangannya yang bicara penuh penekanan dan penegasan pada Raisa.


" Saya rasa sudah cukup. Dan berharap kamu tidak melakukannya lagi dan kamu Novi seharusnya memberi arahan yang baik untuk Raisa. Agar kejadian ini tidak terulang lagi," sahut Eyang menegasakan.


" Iya Eyang," sahut Novi.


Eyang langsung berdiri dan meninggalkan ruang tamu di susul oleh Shandra dan juga Widia.


" Tante, aku tidak mungkin melakukannya. Itu sama saja aku seperti pembantu," ucap Raisa yang protes terus.


" Melody sialan dia benar-benar licik," geram Raisa yang tidak habis pikir dengan Melody bisa memanfaatkan apa yang terjadi tadi malam untuk membuatnya di marahi.


********


Melody dan Chaca menuruni anak tangga dengan tangannya memegang tangan Chaca dan Chaca sambil melompat-lompat.


" Aunty kita pergi ber-2 aja, om Ardian tidak ikut?" tanya Chaca.


" Tidak sayang Om Ardian lagi ada pekerjaan. Jadi Om Ardian tidak bisa ikut," jawab Melody.


" Ohhhh, begitu, ya sudah," sahut Chaca yang tampak semangatnya berkurang. Saat menuruni anak tangga Raisa menaiki anak tangga dan berhenti tepat di depan Melody yang mana Raisa langsung menatap tajam Melody yang ingin menerkam Melody.


" Kamu itu benar-benar licik ya," ucap Raisa tiba-tiba. Membuat Melody heran.


" Lagi berkaca ceritanya," sahut Melody dengan santai.

__ADS_1


" Tutup mulutmu. Kamu sengaja merekam aku sama Ardian dan memberikannya pada Eyang," sahut Raisa.


" Iya aku sengaja melakukannya," jawab Melody dengan santai.


" Kurang ajar kamu Melody, kamu menjebakku," sahut Raisa tidak terima.


" Kamu itu bicara apa sih, kamu yang datang peluk-peluk suami orang, sekarang malah bilang mau menjebak. Kamu itu aneh, itu namanya bukan menjebak. Tetapi menggunakan kesempatan yang ada," sahut Melody dengan santai.


" Kau!" geram Raisa.


" Sudahlah Raisa, makanya jangan suka mengganggu suami orang kan jadi kayak gitu jadinya," sahut Melody dengan santai.


" Jangan kamu pikir kamu sudah menang ya," sahut Raisa.


" Mau kita bertanding selama apapun. Aku tetap menang. Karena kata kalah itu hanya untuk kamu, wanita Maruk, tidak tau diri," sahut Melody dengan santai.


" Tutup mulutmu Melody," geram Raisa dengan mencengkram pergelangan tangan Melody.


" Lepaskan Aunty Chaca," sahut Chaca memegang tangan Raisa.


" Anak kecil kamu jangan ikut-ikutan!" gertak Raisa.


" Nggak usah kamu bentak-bentak dia," sahut Melody yang berusaha untuk melepaskan tangannya dari Raisa.


" Tante itu jahat banget," sahut Chaca yang ikutan kesal dan langsung menggigit tangan Raisa.


" Aaaaaaa!" teriak Raisa menarik tangannya dari Melody.


" Syukurin emang enak," sahut Chaca. Melody hanya diam saja yang merasa negeri melihat tangan Raisa yang terluka.


" Kurang ajar kamu!" teriak Raisa yang kesal dan mendorong Chaca. Tangan Chaca yang masih memegang Melody terlepas dan tubuh Chaca yang kecil membuatnya terhuyung dan jatuh dan terguling di tangga.


Melody kaget melihat Chaca yang berguling-guling dan sampai jatuh kelantai dengan kepalanya yang penuh darah.


" Chaca!!!!!" teriak Melody dengan matanya yang melotot dan langsung berlari menghampiri Chaca yang bersimbah darah.


Raisa juga kaget melihat anak kecil yang di jatuhkan nya itu sudah seperti itu. Dia menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya yang melihat jatuhnya Chaca dan terluka parah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2