
Musuh-musuh mereka semakin terlumpuh kan. Walau Ardian, Alvin dan Evan juga terluka. Tetapi musuh-musuh juga sudah banyak terluka.
" Hentikan semuanya!" terdengar suara lantang yang menggelegar dari suara seorang wanita yang membuat perkelahian itu berhenti dan melihat ke arah suara itu.
Mereka semua berhenti bertengkar dengan napas mereka yang naik turun dan melihat ke arah yang berteriak itu. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Melody yang mana bersama Raisa dengan lengan Raisa berada di lehernya dan Rais menodongkan pistol di kepalanya.
Terlihat juga Novi yang yang menodongkan pistol yang seperti berjaga-jaga.
" Raisa!"
" Raisa!"
" Raisa!"
" Novi, Raisa!"
Mereka begitu terkejut melihat kedatangan Raisa yang sudah mengancam Melody.
" Raisa apa yang kau lakukan!" teriak Ardian yang melangkah ingin menghampiri istrinya.
" Jangan bergerak!" bentak Novi membuat langkah Ardian terhenti.
" Berani kau maju. Peluru ini akan masuk kedalam ke kepalanya," ancam Novi.
" Apa yang kalian lakukan lepaskan Melody, Raisa kau jangan seperti ini. Lepaskan Melody Raisa. Jangan sekali-kali kau menyakiti Melody," teriak Ardian.
" Eh Raisa kau itu jangan macam-macam. Lepaskan Melody," sahut Lea yang tidak kalah berteriaknya yang pasti geram dengan Raisa.
" Kau benar-benar iblis ya Raisa. Apa lagi yang kau inginkan hah! kau pikir rencanamu akan berhasil. Jadi sebaiknya dari pada kau itu berbuat sesuatu yang membuat dirimu semakin mendapat hukuman yang berat. Ada sebaiknya kau lepaskan Melody," ucap Rasti.
" Kalian itu benar-benar tidak ada tobat-tobatnya. Kalian itu sungguh keterlaluan!" sahut Evan yang tidak kalahnya berteriak untuk menghentikan perbuatan Raisa dan Novi.
" Diam!!!!!!!" teriak Raisa dengan suara menggelegar.
__ADS_1
" Diam kalian semua! jangan mengajariku. Aku tidak akan membebaskan wanita ini. Dia akan mati ditanganku!" teriak Raisa yang memang sudah tidak peduli lagi dengan orang-orang yang ada di sini.
Melody yang ada di dalam ancaman Raisa cukup takut dengan Raisa yang menodongkan pisau kepadanya.
" Apa yang kau ingin kan Raisa. Kau tidak seperti ini lepaskan aku!" ucap Melody menekankan suaranya kepada Raisa.
" Diam kau. Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan. Kau pikir aku akan melepaskanmu hah! yang ada aku akan membunuh mu Melody!" teriak Raisa.
" Jangan berani-beraninya kau menyentuhnya," teriak Ardian.
" Kenapa? sekarang dia ada di tanganku Ardian. Jadi terserahku ingin melakukan apa yang ingin aku lakukan kepadanya. Aku ingin melenyapkan wanita pembawa sial ini Ardian. Kau tidak akan keberatan kan jika aku melakukannya," sahut Raisa dengan tertawa-tawa seperti orang gila.
" Jika kau berani macam-macam kepadanya. Kau akan selesai di tanganku. Aku benar-benar akan membunuhmu!" teriak Ardian yang sudah kehilangan kendali dan bahkan melangkah maju.
" Kau maju. Maka kau juga akan mati!" sahut Novi yang mengarahkan pistol pada Ardian.
" Aku tidak takut pada kalian!" sahut Ardian yang menantang dan benar-benar tidak peduli.
Dorrr ke atas.
" Jika kalian berani maju selangkah saja. Maka kalian akan berakhir di sini!" teriak Novi menegaskan yang memberi ancaman.
Ardian sebenarnya tidak peduli dan ingin menarik istrinya dari tangan Raisa. Namun ancaman Novi sepertinya tidak main-main bahkan berani menembakkan 1 peluru.
" Lepaskan istriku!" teriak Ardian lagi.
" Jangan bergerak Ardian!" teriak Novi.
" Ardian sudah kamu jangan mendekat. Aku tidak apa-apa," sahut Melody yang berusaha tenang. Padahal dengan suaminya yang di ancam membuat dirinya kau lebih takut.
" Apa yang sebenarnya yang kalian inginkan?" tanya Alvin yang sedari tadi menahan dirinya.
" Kau siapa? jangan ikut campur ini bukan urusan mu!" teriak Raisa.
__ADS_1
" Kau mau tau siapa aku. Aku adalah orang yang memenjarakan kalian ber-2 dan kali ini aku juga akan membuat kalian kembali ketempat kalian. Di penjara membusuk di sana!" jawab Alvin dengan santai yang geram melihat Raisa dan Novi.
" Jadi kau orangnya. Bagus kalau begitu kau juga harus ikut mati karena berani ikut campur urusan kami ber-2. Kau harus mati di sini!" teriak Novi.
" Apa dia yang memenjarakan Raisa dan Novi. Apa maksud dari perkataannya itu?" batin Raisa yang penuh dengan tanya.
" Siapa kau yang berani mengatai aku harus mati. Bukan aku yang mati. Tetapi kalian ber-2 itu bukan tandinganku," sahut Alvin dengan menyombongkan dirinya.
" Kau ingin membunuh kami. Sebelum kau melakukannya. Aku akan membunuh kalian semua," sahut Raisa dengan menekankan suaranya.
" Cukup Raisa. Aku sudah memperingatkanmu. Kau jangan macam-macam, aku sudah mengingatkanmu!" teriak Ardian.
" Aku tidak peduli!" sahut Raisa.
" Apa yang kau inginkan Raisa. Kenapa kau seperti ini. Kenapa semakin lama kau semakin tidak bisa berubah. Aku pikir selama kau di penjara kau akan berubah. Tetapi apa. Kau tidak berubah sama sekali. Kenapa kau begitu jahat Raisa!" teriak Ardian menekan suaranya.
" Kau masih bertanya kenapa aku seperti ini. Ini karena kau Ardian. Kau yang membuat diriku seperti ini. Kau mempermainkan perasaanku. Kau menghancurkan perasaanku dan memilih wanita sialan ini!" teriak Raisa.
" Aku tidak pernah mempermainkan perasaanmu. Dan kau jangan menyalahkan Melody dalam hal ini. Dia tidak salah apa-apa. Kau yang berlebihan Raisa," sahut Ardian.
" Kau berlebihan katamu. Ardian kita adalah berteman sejak kecil. Aku dan keluargamu saling dekat sejak dulu. Kau selalu menjagaku. Kau tidak akan membiarkan ku. Kenapa-napa. Tetapi apa. Setelah wanita ini hadir, semuanya berubah. Wanita ini yang merusak segalanya membuatku kehilangan kamu yang aku cintai," sahut Raisa yang kembali mengungkap kekecewaannya pada Ardian dengan matanya yang berkaca-kaca.
" Raisa aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya menganggapmu sebagai adik. Pertemuanku dengan Melody tidak ada hubungannya dengan kita. Kau jangan terus menyalahkannya. Jadi aku mohon kepadamu lepaskan dia!" ucap Ardian merendahkan suaranya yang berusaha membujuk Raisa agar tidak macam-macam pada istrinya.
" Raisa aku tau kau orang yang begitu baik. Jadi aku mohon tolong lepaskan Melody. Kita bisa bicara baik-baik. Kau yang mengatakan tadi Rais. Jika kita bersahabat. Jika kita bersahabat kau tidak mungkin menyakitiku," ucap Ardian yang berusaha membujuk Raisa.
Dan sepertinya Raisa lengah dan mendengarkan perkataan dari Ardian terlihat dari ekspresi wajah yang di tunjukkannya.
" Raisa aku mohon. Lepaskan Melody. Mari kita bicara," sahut Ardian yang membujuknya lagi.
" Raisa kamu jangan mendengarkannya!" sahut Novi berteriak mengingatkan Raisa.
" Raisa kamu jangan mendengarkan orang yang tidak baik, dengarkan aku Raisa. Kita sahabat Raisa," sahut Ardian yang membujuk lagi.
__ADS_1
Raisa malah terlihat bingung, dia sepertinya mendengarkan perkataan Ardian. Namun Novi juga terlihat mempengaruhi dirinya.
Bersambung