Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 93. Saling terbuka.


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di tempat kejadian di mana di lokasi kejadian sudah banyak orang di sana ada petugas kepolisian dan juga petugas yang mencari Melody dan juga Ardian.


" Selamat siang bu!" sapa salah satu Polisi yang hormat kepada Widia yang bersama dengan yang lainnya yang wajah mereka sama-sama kaget.


" Iya selamat siang Pak," sahut Widia.


" Dugaan jika Pak Ardian dan Bu Melody jatuh kedalam sungai. Karena terlihat pembatas pagar jembatan yang kapur terlepas dan kami menikam handphone ini di sana," ucap Pak polisi memberikan keterangan.


" Astagfirullah Al Azdim," sahut semuanya dengan wajah mereka yang semakin panik mendengar keterangan dari polisi.


" Ini handphone adik saya," sahut Marsel yang mengenali handphone Melody.


" Banyak dugaan jika Bu Melody dan pak Ardian terlibat cekcok dan akhirnya jatuh bersamaan ke dalam sungai. Karena tim SAR juga menemukan sendal wanita yang di duga milik Bu Melody," jelas polisi lagi.


" Ya Allah pak, jadi bagaimana anak saya," sahut Dania yang bertambah panik.


" Kami masih mencarinya Bu di harapkan keluarga bisa tenang karena di duga Bu Melody dan Pak Ardian terbawa arus deras," jelas Polisi. Dania semakin panik dan Gadis langsung memeluk mertuanya itu.


" Mama sabar mah, Melody pasti di temukan ma," ucap Dania.


" Semoga saja Ardian cepat di temukan dan Melody tidak di temukan," batin Raisa yang di tengah kepanikan masih sempat berdoa yang jelek-jelek.


" Tolong pak, temukan anak menantu saya. Saya mohon pak," ucap Wida.


" Kami akan melakukan yang terbaik. Tim Sar sedang berusaha untuk mencari mereka. Baiklah kalau begitu Bu saya permisi dulu," ucap Pak Polisi yang langsung panik.


" Baik Pak kalau begitu. Terima kasih pak untuk keterangannya," sahut Marsel. Polisi tersebut mengangguk dan langsung pergi.


" Ya Allah, bagaimana ini mas, bagaimana Melody," ucap Dania yang sudah menangis.

__ADS_1


" Aku akan pergi mencarinya. Aku akan turun kebawah untuk mencari Melody," sahut Marsel yang langsung bertindak untuk menemukan adiknya.


" Hati-hati mas," ucap Gadis.


" Aku juga akan ikut mencari mereka," sahut Bayu yang juga menyusul.


" Aku juga," sahut Arya yang juga ikut menyusul.


" Aku juga akan turun," sahut Evan yang tidak mau ketinggalan.


" Kalian hati-hati," ucap Shandra memberi ingat.


" Kita sebaiknya berdoa. Semoga Melody dan Ardian tidak apa-apa," ucap Eyang besar menegaskan. Yang lainnya mengangguk dengan wajah mereka yang penuh dengan kepanikan.


************


" Tidak Melody. Aku tidak pernah tidur sekali pun dengan Raisa," ucap Ardian. Ternyata Ardian dan Melody masih melanjutkan apa yang belum selesai tadi malam.


" Aku jelas menerima pesan dan juga foto dari Raisa," sahut Melody yang bicara kali ini begitu tenang dan tidak marah-marah.


" Melody aku hanya pergi mencari bensin dan saat aku kembali. Rio mengatakan kamu di jemput Pria lain dan bahkan dia memberikan foto kepadaku untuk membuktikan ucapannya. Jujur Melody aku marah saat itu. Aku merasa kamu yang menghiyanatiku yang padahal kita baru saja berjanji. Tetapi semuanya berubah," jelas Ardian.


" Aku di jemput. Bagaimana mungkin aku di jemput. Aku saja melarikan diri, seperti yang aku katakan aku mencari pertolongan dan akhirnya sampai Jakarta dan melihatmu bersama Raisa," ucap Melody yang kembali menjelaskan.


" Kapan kamu sampai Jakarta?" tanya Ardian.


" Aku kabur pagi dan sampai Jakarta keesokannya sekitar siang," jawab Melody.


" Dan setelah kamu pergi dengan perkataan Rio. Aku juga langsung pergi saat itu dan mungkin kamu melihatku bersama Raisa itu bukan hanya aku saja ada Aliya dan Dani yang duduk di belakang. Karena aku mengingat waktu itu aku menjemput Dani dan Aliya pulang sekolah dan Raisa menelpon di jemput di depan toko kue," jelas Ardian.

__ADS_1


" Memang benar sih. Kalau tidak salah hari itu, aku melihat Ardian dan Raisa menyebrang dari toko kue," batin Melody yang mencoba mengingat-ingat kejadian itu.


" Lalu kenapa Raisa mengirim foto itu kepadaku?" tanya Melody pelan.


" Melody setelah dari Villa aku tidak bertemu Raisa langsung aku menemuinya saat aku ceritakan tadi dan itupun kita langsung pulang dan karena aku marah dengan sikap kamu aku dan kak Arya ke Semarang saat itu untuk menenangkan diri bahkan sampai seminggu. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanya kak Arya dan kamu bisa cek sekalian penerbangan kami," ucap Ardian yang bicara apa adanya.


" Lalu foto itu?" tanya Melody.


" Jika Rio saja bisa memberikan foto kepadaku saat kamu bersama Pria lain. Tapi kamu tidak melakukannya yang itu artinya tanpa aku melakukan juga Raisa bisa mendapatkannya," ucap Ardian. Melody terdiam mendengarnya yang mencoba mencerna segalanya.


" Baiklah, anggap kita salah paham. Aku tidak melakukannya dengan semua perkataan temanmu dan kamu juga tidak melakukan apa yang aku pikirkan. Lalu kenapa kamu langsung pacaran sama Raisa," ucap Melody langsung menanyakan intinya.


" Aku sama Raisa teman dari kecil dan kamu tau itu. Dengan masalah yang banyak dan dengan aku yang merasa di tinggalkan kamu saat itu yang hubungan sia-sia yang sakit hati dan segalanya membuatku mencari pelarian yang akhirnya aku berpacaran dengannya dan satu catatan aku berpacaran tanpa mengucapkan cinta. Karena aku tidak pernah mencintainya," jelas Ardian.


" Apa kamu ingin mengatakan jika Raisa yang menyatakan perasaannya kepadamu?" sahut Melody menebak.


" Iya dia yang menyatakan perasaannya kepadaku. Dan aku berpikir untuk melupakanmu tidak ada salahnya untuk memulainya dengan Raisa," jawab Ardian yang jujur apa adanya dan Melody hanya terdiam dengan semua perkataan itu.


" Melody kita ber-2 selama ini hanya salah paham dengan skenario yang sudah di atur yang membuat kita saling membenci selama bertahun-tahun dan sekarang sudah saling tau apa yang terjadi sebenarnya di antara kita," ucap Ardian melihat kearah Melody.


" Apa itu artinya Rio atau Raisa memang sengaja melakukannya?" tanya Melody.


" Iya mereka sengaja melakukannya. Aku sudah memahami semuanya Rio sengaja menuduhmu supaya aku tidak mencarimu. Supaya aku tidak tau apa yang mereka lakukan kepadamu dan Raisa sengaja melakukannya supaya kamu tidak menemuiku supaya kamu membenciku seperti sekarang ini," ucap Ardian menarik kesimpulan.


" Lalu apa mereka ber-2 bekerja sama atau hanya kebetulan posisinya tepat?" tanya Melody.


" Jika Rio membuat aku untuk tidak mencarimu dan menemuimu dan bertanya kepadamu. Maka kamu bisa menemuiku dan mengatakan segalanya. Tetapi Raisa juga membuat kamu tidak menunemuiku yang itu artinya tidak ada yang kebetulan. Tetapi memang sudah di rencanakan," ucap Ardian menarik kesimpulan yang mana Melody juga sependapat dengan Ardian dan itu juga sudah di pikirkannya sejak tadi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2