Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 59 Tidak ada yang bisa di lakukan.


__ADS_3

Melody keluar dari kamar mandi yang ada di kamarnya. Melody keluar dari kamar mandi menggunakan handuk mandi dengan rambutnya yang basah.


Ternyata Ardian sudah ada di dalam kamar. Ardian duduk di pinggir ranjang. Melody hanya melihatnya sebentar lalu beralih ke arah lemari. Sepetinya Melody belum ingin bicara dengan Ardian dan pasti sudah gedek dengan Ardian. Walau dia mendengarkan tadi pembicaraan Ardian dan keluarganya yang memilih putus dari Raisa.


Melody tampak ketus mengambil pakaiannya dari dalam lemari. Dan kembali ingin memasuki kamar mandi. Namun Ardian berdiri dan menahan tangannya.


" Lepaskan!" ucap Melody yang membelakangi Ardian dengan tangannya yang tetap di pegang Ardian.


" Aku sudah melakukan apa yang kamu mau. Aku akan mengakhiri hubunganku dengan Raisa. Tapi untuk Raisa pergi dari rumah ini. Itu tidak mungkin. Jadi mengerti untuk hal itu. Aku sudah membahasnya dengan keluargaku. Dan itu tidak bisa di lakukannya. Jadi aku mohon tolong pahami kondisiku," ucap Ardian yang terlihat tenang bicara.


Melody yang mendengar kata-kata Ardian merasa lega yang tidak percaya jika Ardian sungguh melakukan hal itu. Dia memutuskan hubungannya dengan Raisa jelas membuat Melody merasa lega tenang. Bahkan ada senyum tipis di wajah Melody.


Melody kembali ketus dengan melepaskan tangannya dari Ardian dan langsung menghadap wajah Ardian.


" Meski kamu putus dengannya. Itu tidak akan mengubah apapun. Semua itu ada pada dirimu. Jika dia tetap dekat nempel sana-sini. Dan kau masih memberikan ruang untuk hal itu. Semuanya sama saja," ucap Melody.


" Tidak akan ada ruang untuk hal itu," sahut Ardian menegaskan.


" Apa aku harus percaya kepadamu?" tanya Melody yang kelihatan masih ragu.


" Kau bisa percaya atau tidak. Kau hanya melihat hasilnya," ucap Ardian.


" Baiklah. Jika begitu," sahut Melody yang wajahnya terlihat datar.

__ADS_1


" Jika aku sudah memutuskan untuk mengakhiri segalanya dengan Raisa dan mementingkan pernikahan ini. Yang itu artinya kamu juga andil dalam pernikahan ini. Di mana kamu juga menjaga sopan santunmu. Menjaga etikamu jika bicara dengan keluarga dan satu lagi kau juga bersikap layaknya istri pada suamimu," tegas Ardian.


" Kau jangan mengajari ku soal itu aku bisa melakukannya. Tanpa perintah darimu. Tetapi semuanya hanya tergantung bagaimana kau bersikap kepadaku. Karena istri hanya akan baik, jika suaminya baik," sahut Melody. Ardian dan Melody sama-sama saling melihat dengan serius dan akhirnya Melody pun pergi kembali kekamar mandi untuk mengganti pakainnya.


***********


Raisa yang berada di hadapan Eyang besar, Widia dan juga Shandra harus menagis yang di tenangkan oleh Novi.


" Kenapa kalian semua setega ini kepadaku. Kurang sabar apa aku menerima semua ini," ucap Raisa dengan kemarahan dan juga tangisannya.


" Raisa, ini memang harus kamu terima. Kamu akan mendapatkan Pria yang jauh lebih baik di bandingkan Ardian. Percayalah nak. Kamu itu juga anak di keluarga ini. Itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Kami akan terus mengurus kamu sampai kamu benar-benar jatuh pada laki-laki yang tepat," ucap Widia yang bicara dari hati ke hati dengan Raisa.


" Aku hanya mencintai Ardian dan tidak akan mungkin aku bisa bersama laki-laki lain,' ucap Raisa.


" Cinta itu bisa hilang Raisa. Terimalah kenyataan jika Melody sudah menjadi istri Ardian. Dan kamu harus mengerti posisi Ardian sekarang dan tidak mungkin kalian tetap berpacaran," sahut Eyang besar menambahi.


" Sial. Benar-benar sial. Melody sekarang semakin berani. Raisa statusnya semakin tidak jelas di rumah ini. Calon istri sudah hilang, dan status sebagai pacarpun sudah hilang. Melody benar-benar harus di lenyapkan. Iya harus bermain kasar untuk menyinggirkan wanita itu," batin Novi penuh dendam pada Melody.


" Tante, Eyang. Aku dan Ardian saling mencintai. Meski Ardian memutuskan hubungan kami. Itu hanya karena menghargai kalian dan bukan Melody. Tetapi aku yakin Ardian masih mencintaiku dan tetap aku akan memperjuangkan hubungan ku dengan Ardian," ucap Raisa menegaskan.


" Itu semua hanya sia-sia Raisa," sahut Shandra.


" Tidak ada yang sia-sia bagiku. Aku sangat mengenal Ardian dan aku paling tau apa yang di inginkannya dan tetap aku tidak peduli dengan apapun dan tidak menganggap Melody ada. Aku akan memperjuangkan hubungan ku dengan Ardian," ucap Raisa yang menegaskan dengan betul-betul.

__ADS_1


" Permisi!" ucap Raisa berdiri dan langsung pamit.


" Raisa!" panggil Novi.


" Maaf Eyang, mbak Widia, mbak Shandra. Ini sudah sangat keterlaluan untuk Raisa. Kami tidak mungkin menerima semua ini. Aku hanya berharap keluarga ini tidak melupakan apa yang di lakukan keluarga Raisa," ucap Novi yang mengungkit hutang Budi.


Eyang, Widia dan Sandra saling melihat dan mereka sama-sama tau apa yang di maksud oleh Novi.


" Saya permisi dulu!" ucap Novi yang akhirnya ikut pergi yang pasti untuk menyusul Raisa.


***********


Raisa menyeka air matanya berkali-kali yang berjalan cepat dan tanpa sengaja dia berpapasan dengan Melody yang membuat Raisa dan ke-2 wanita itu saling berhenti. Raisa begitu tajam menatap Melody. Namun Melody terlihat begitu santai. Namun ingin tertawa melihat Raisa yang menangis yang dia tau itu karena apa.


" Kau benar-benar sangat murahan. Kau menghasut keluarga ini, untuk membuat aku dan Ardian putus. Kau itu murahan," maki Raisa dengan menunjuk-nunjuk Melody dengan penuh kemarahannya.


" Apa yang kau katakan kepada Ardian wanita sialan!" teriak Raisa dengan penuh kebencian kepada Melody.


" Kenapa harus bertanya. Seharusnya kau sudah tau jawabannya. Mungkin cara kita sama dengan yang kau lakukan dulu. Di mana kau mengatakan sesuatu atau melakukan sesuatu sampai hubunganku dan Ardian berakhir. Ya beda tipis caranya dan aku tidak percaya jika hubunganmu dan Ardian akhirnya berakhir. Cara kita ternyata sama," ucap Melody dengan santai.


" Raisa bukannya aku sering mengatakan kepadamu, jika sesuatu yang tidak milik kita. Tidak akan pernah menjadi milik kita. Mau sepandai apapun kamu menyimpannya, menyembunyikannya. Dia pasti kembali pada pemiliknya. Itu lah kalau sesuatu yang di curi," lanjut Melody yang membuat emosi Raisa semakin memuncak.


Giginya sudah merapat dengan wajahnya yang memerah. Urat-urat di wajah itu sudah terlihat jelas. Ke-2 tangannya mengepal dengan kuat yang tidak tahan ingin menampar wajah Melody. Melody yang melihat Raisa yang menahan dirinya membuat Melody tersenyum miring seakan menikmati apa yang terjadi dengan Raisa.

__ADS_1


" Akhirnya kamu merasakan apa yang aku rasakan," batin Melody yang begitu menikmati pemandangan itu.


Bersambung


__ADS_2