
Dengan kasar ke-2 orang itu akhirnya membuka penutup kepala Lea dan Melody. Mereka sama-sama menggoyangkan kepala mereka dan akhirnya melihat ke-2 orang yang berdiri di depan mereka yang tak lain memang nyata Raisa dan Novi yang sekarang sedang tersenyum miring kepada kepada 2 wanita yang sedang terikat dan wajah dengan penuh kepanikan itu.
" Ka_ kalian berdua!" Melody dan Lea sama-sama serentak mengeluarkan kata yang sama menunjukkan betapa terkejutnya mereka melihat Raisa dan Novi yang sekarang tersenyum miring melihat wajah kaget Lea dan Melody.
" Apa kabar Melody?" sapa Raisa dengan tangannya yang di letakkan di dadanya dan senyumnya yang penuh kemenangan.
" Lea apa kabar kamu?" tanya Novi yang tidak kalah puasnya melihat wajah Lea dengan wajahnya dengan penuh ejekan.
" Kenapa kalian ber-2 bisa ada di sini? bukannya seharusnya kalian ada di penjara," tanya Lea dengan wajahnya dengan penuh penasaran.
" Kenapa? kamu kaget. Tidak percaya jika kami bisa keluar dari penjara. Apa kau lupa siapa aku," sahut Novi dengan menyombongkan dirinya.
" Apa yang kalian lakukan? lepaskan kami!" teriak Melody dengan penuh emosi.
" Lepaskan. Apa tadi, apa aku tidak salah dengar, mau apa mau di lepaskan. Enak saja di lepaskan," sahut Raisa menyunggingkan senyumnya dan bahkan tertawa terbahak-bahak.
" Tante bagaimana ini. Masa iya Tante dia mau minta di lepaskan," sahut Raisa lagi.
" Ya ampun kasian sekali. Kalian minta di lepaskan. Mau memohon minta di lepaskan," sahut Novi yang tidak kalah tertawanya.
" Kami tidak akan sudi memohon pada kalian ber-2," sahut Lea melihat dua orang itu semakin penuh kebencian.
" Benarkan tidak sudi. Tadi minta di lepaskan. Bagaimana sih," sahut Raisa.
" Apa mau kalian sebenarnya? kenapa memperlakukan kami seperti ini?" tanya Melody dengan suaranya yang tertahan yang semakin muak melihat Raisa dan Novi yang tidak henti-hentinya tertawa.
" Apa lagi jika bukan untuk memberi kalian berdua pelajaran yang setimpal. Pelajaran yang lebih parah. Dan pasti kejutan-kejutan yang tidak akan pernah kalian bayangkan," sahut Raisa dengan menyunggingkan senyumannya.
" Apa maksudmu Raisa. Apa yang kau katakan!" tanya Melody.
__ADS_1
" Kalian ber-2 akan menerima apa yang akan aku dan Tante Novi rasakan. Kamu Lea akan mendapat pembalasan dari apa yang kamu lakukan kepadaku dan Tante Novi," ucap Raisa.
" Apa yang ingin kau lakukan Raisa. Kalian lakukan. Kalian ber-2 ingin memenjarakanku. Hey, orang yang di penjara itu tempat orang bersalah bukan tempat orang yang tidak bersalah penjara itu untuk kalian. Jadi kalian yang las di sana," sahut Lea dengan tersenyum penuh ejekan pada Raisa dan juga Novi.
" Kau masih berani bicara dan menyombongkan dirimu," sahut Novi mendadak kesal.
" Kenapa? apa yang aku bicarakan salah. Itu adalah kenyataan yang ada. Penjara itu tempat untuk kalian berdua," sahut Lea dengan tersenyum yang berusaha menghilangkan rasa takutnya.
" Kau memang tidak akan di kirim ke penjara. Tetapi Melainkan akan di kirim ke neraka. Mati secara perlahan-lahan," desis Raisa.
" Wanita ini benar-benar iblis," batin Lea dengan geram yang merapatkan giginya yang rasanya ingin menampar Raisa. Namun apa daya dia tidak bisa melakukannya. Karena dia juga sedang di ikat.
" Dan kamu Melody yang sudah merebut Ardian dari ku yang menghancurkan kebahagiaan ku. Kau akan mendapatkan balasan yang setimpal dari perbuatanmu," ucap Raisa dengan tersenyum miring.
" Raisa seharusnya kau ralat kata-kata mu kembali. Kau selalu mengatakan aku merebut Ardian. Aku tidak pernah merebutnya. Apa lagi menghancurkan kebahagianmu. Tetapi kau lah yang menghancurkan kebahagian mu sendiri. Kau yang membuat dirimu seperti orang yang tidak tau arah dan menjadi wanita jahat yang melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang kau inginkan secara salah," sahut Melody dengan wajah tenangnya bicara. Padahal dia begitu tegang.
" Diam kau!" bentak Raisa, " kau jangan sok tau. Kau lah yang perebut. Kau yang menghancurkan segala kebahagian Ku. Kau itu perebut!" teriak Raisa.
" Diammmm!!!!!!" Raisa langsung menghampiri Melody dan mencengkram pipi Melody dengan satu tangannya dengan kemarahannya yang semakin besar. Karena Melody memancing dirinya.
" Jika kau berani bicara lagi. Mulutmu ini akan aku sobek!" ancam Raisa.
" Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Aku tidak takut padamu," sahut Melody yang kesulitan bicara yang berani menantang Lea.
Plakkk.
Melody langsung mendapat tamparan dari Raisa. Sampai wajah Melody miring kesamping
" Melody!" pekik Lea dengan wajah kagetnya.
__ADS_1
" Kau gila Raisa! berani sekali kau menampar Melody," teriak Lea yang tidak terima.
" Iya aku akan memang gila dan akan lebih gila lagi dan bukan hanya menampar wanita yang mulutnya tidak bisa di jaga ini. Ini hanha pelajaran untuk bicaramu yang kepintaran dan kau akan mendapatkan yang lebih parah lagi," sahut Raisa dengan kesalnya dan penuh ancaman pada Melody.
" Kau ingat Melody, aku akan membuat kau dan dia mati secara perlahan, mati dengan wajah yang tidak di kenali. Sampai Ardian saja jijik melihat wajahmu," ucap Raisa dengan sinis menatap tajam mata Melody. Namun Melody sama sekali tampak tidak takut dan hanya tersenyum sinis membalas tatapan itu.
" Terserah apa yang kau inginkan Raisa. Tetapi perlu satu hal yang harus kau ketahui. Jika aku tidak takut denganmu!" ucap Melody yang menantang Raisa.
Raisa yang geram dan semakin emosi ingin mengangkat tangannya yang mungkin akan menampar untuk ke-2 kalinya Melody.
" Kau...."
" Raisa susah!" Novi mencegahnya membuat Raisa tidak jadi menampar Melody. " Jangan gegabah Raisa tamparan itu tidak ada gunanya. Kamu masih punya banyak kesempatan untuk melakukan yang lebih parah. Jadi tenanglah," ucap Novi mengingatkan.
Raisa menghentikan tindakannya dan terlihat masih penuh emosi kepada Melody. Sementara Melody tampak tetap santai. Bahkan dari wajah itu terlihat masih menantang Raisa.
" Awas kau!" geram Raisa menatap tajam Melody.
" Sudah Raisa sebaiknya kita pergi dari sini. Biarkan saja mereka berdua di sini. Dengan keadaan seperti ini. Karena inilah yang di mulai untuk penderitaan yang akan mereka dapatkan mati secara perlahan," ucap Novi.
" Tante benar, aku akan memberikan pelajaran yang jauh buruk pada mereka ber-2," sahut Raisa setuju.
" Ya sudah ayo kita pergi!" ajak Novi.
" Kalian berdua kembali tutup kepala mereka ber-2 dan jaga pintu depan. Pastikan 2 orang ini tidak akan kabut!" perintah Novi.
" Baik nyonya," sahut 2 orang itu serentak.
" Ayo Raisa," sahut Novi yang langsung membawa Raisa pergi. Raisa tersenyum sinis pada Lea dan Novi dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Bersambung