Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 58 Keputusan.


__ADS_3

Karena marahnya dengan Ardian. Membuat Melody ternyata tidak tidur di kamar yang mana dia tidur di kamar Aliya yang sekamar dengan Lea. Karena memang banyak orang di rumah itu.


Aliya yang tadinya sendiri. Lea yang tinggal di rumah itu harus sekamar dengan Aliya dan Melody juga tidur di sana. Kaena begitu kesal dengan Ardian.


Hari sudah kembali pagi. Dan Melody baru bangun dengan membuka matanya perlahan. Dia tidak melihat ada Aliya di sampingnya. Namun melihat lea yang berhias di meja rias.


" Kamu sudah bangun?" tanya Lea tanpa melihat ke arah Melody. Melody hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Lea. Dia memang sangat ketus dengan Lea. Jadi harap maklum.


Melody pun langsung duduk dan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya dan dan mengatur napasnya untuk menetralkan dirinya yang masih terbawa emosi karena tadi malam.


" Raisa akan terus mendapatkan skor tinggi. Jika kamu menghadapinya dengan cara seperti itu," ucap Lea. Melody melihat ke arah Lea.


" Aku minta kamu tidak pernah ikut campur dengan urusanku," ucap Melody menekankan.


" Mereka 2. Lalu kenapa sendiri menghadapinya. Yang ada kamu akan mati, terkena mental. Mau kamu seperti itu," ucap Lea yang memperingati Melody. Melody ogah mendengarkannya dan langsung bangkit dari ranjang di mana dia langsung keluar dari kamar itu.


" Merasa sok bisa. Tetapi apa masih lemah juga," batin Lea yang terlihat gemas dengan Melody.


***********


Melody yang keluar dari kamar Aliya pun pergi menuju kamarnya dengan menyibak rambutnya kebelakang sembari memijat pelipisnya yang terasa sangat berat. Melody menghentikan langkahnya di depan ruang keluarga saat telinganya mendengar pembicaraan yang terlihat begitu penting.


" Melody meminta hal itu," sahut Widia yang terkejut mendengar pernyataan Ardian.

__ADS_1


Di mana, ada Ardian, Widia, Shandra, Eyang besar yang berbicara begitu serius.


" Iya mah, dia sangat marah tadi malam. Dan dia langsung meminta untuk Raisa dan Tante Novi tidak tinggal di sini," ucap Ardian.


" Tapi itu tidak mungkin Ardian," sahut Shandra yang langsung menolak. Sementara Widia dan Eyang besar masih berpikir-pikir. Apa yang harus mereka lakukan.


" Aku tau tapi Melody membuat pilihan. Jika tidak dia yang angkat kaki dari rumah ini. Dan aku tau dia melakukan itu," sahut Ardian yang terlihat lesu.


" Mungkin Melody hanya marah sedikit. Emosinya pasti akan membaik," sahut Eyang besar.


" Kali ini tidak. Bahkan dia tidak di kamar tadi malam," sahut Ardian. Widia kaget mendengarnya begitu juga dengan Eyang dan juga Shandra.


" Melody keterlaluan, bisa-bisanya dia membuat pilihan sebesar itu," ucap Shandra yang terlihat kesal.


" Ma, bukannya mama juga sangat mengenalnya. Lihatlah dia yang sekarang, entah menjadi wanita seperti apa yang dengan suka-suka melakukan sesuatu yang itu bukan dirinya. Tidak mungkinkan pernikahan ini membuatnya menjadi orang lain. Aku saja tidak bisa mengendalikannya," ucap Ardian dengan wajahnya yang terlihat lelah.


" Dan itu seharusnya kuncinya ada di kamu. Kamu itu juga seharusnya bisa menjaga perasaan istri kamu. Kamu bisa menempatkan diri kamu sebagai suami jangan pecicilan yang kesana mau atau sengaja membuat Melody marah. Jadi jangan menyalahkan siapa-siapa. Tetapi koreksi diri kamu," sahut Widia yang menyalahkan Ardian.


" Apa maksud mama, kenapa jadi aku yang di salahkan," sahut Ardian.


" Ardian. Kamu itu sudah menikah. Yang seharusnya kamu mengakhiri hubungan kamu dengan Raisa. Jika kamu masih pacaran dengannya itu artinya kamu masih memberi dia harapan dan dengan kamu membiarkan Raisa melakukan ini itu kepada kamu layaknya pacarnya. Bagaimana Melody tidak marah dengan perbuatan kamu. Jadi koreksi diri kamu," ucap Widia yang membuat putranya itu merenungi kesalahannya.


" Mbak. Tapi Ardian dan Raisa tidak bisa putus begitu saja," sahut Shandra.

__ADS_1


" Sudahlah stop. Apa yang kalian ingin kelanjutannya. Ardian dan Melody sudah menikah sah di mata agama dan apapun itu. Yang itu artinya Ardian Raisa juga harus benar-benar putus. Melody dan Ardian menikah bukan untuk bercerai dan apa yang kita lakukan di keluarga ini seakan menunggu perceraian Ardian dan Melody," ucap Widia yang bicara blak-blakan.


" Kita itu orang tua yang punya adap, agama, moral dan tata Krama. Jelas Melody marah. Karena kita saja orang yang lebih dewasa tidak memberikan contoh yang baik. Membiarkan seorang wanita duduk di ranjang seorang Pria yang sudah beristri dan menyuapi Pria itu. Apa kita tidak malu sebagai orang tua membiarkan semua itu. Dan juga lihat kita juga memberi ijin untuk wanita yang bukan istrinya menginap di rumah sakit menjaga seorang Pria yang sudah beristri. Lihat apa yang kita lakukan. Apa kita sedang menonton persaingan cinta," tegas Widia yang sekali bicara langsung membuat semuanya terdiam.


" Melody itu istri dan kita juga seorang wanita. Hubungan Ardian atau Melody yang tidak baik. Itu bukan menjadi urusan kita. Mereka sudah sama-sama dewasa dan Meraka yang seharusnya paham dengan hubungan itu. Tatapi apa kita malah membuat masalah semakin lebar dengan memberikan cela pada untuk Raisa menjadi orang ketiga dalam rumah tangga itu," tegas Widia.


" Bukan hanya untuk Ardian. Tetapi untuk kita semua yang seharusnya menjaga perasaan Melody," tegas Widia.


" Tapi bukan berarti juga kita harus mengusut Raisa dari rumah ini. Kita juga harus ingat Budi keluarga Raisa," sahut Shandra.


" Tidak mengusirnya tapi bersikap bijak dan mengerti, juga paham jika ada Melody yang sah sebagai istri dan Raisa bukan siapa-siapa untuk Ardian," sahut Widia menegaskan.


" Melody tidak akan seperti ini. Jika kita tidak memberi peluang untuk Raisa," tegas Widia.


" Aku akan memutuskan hubungan ku dengan Raisa," sahut Ardian dengan keputusannya yang setelah berpikir dari ceramah mamanya.


" Itu memang yang harus kamu lakukan. Jika berani menikahi Melody. Maka bertanggung jawablah atas istrimu. Karena setiap kehormatan istrimu adalah tanggung jawabmu. Jika dia menjadi orang salah. Itu karena suaminya," tegas Widia yang bicara serius pada Ardian.


Melody mendengar hal itu bernapas lega dengan air matanya yang menetes. Dia seakan tidak percaya jika mertuanya membela dirinya.


" Aku berharap Ardian benar-benar melakukan hal itu," batin Melody yang penuh dengan harapan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2