Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 48 Insiden.


__ADS_3

Ternyata suapan Melody tidak mengakhiri drama dalam pemotongan kue. Ardian yang juga mendapat arahan dari MC untuk membalas suapan istrinya yang akhirnya juga melakukan hal yang sama yang akhirnya menyuapi istrinya dengan kue yang sama yang di pegang Melody.


Ardian pun menyuapi Melody dan dengan kegugupan Melody pun membuka mulutnya perlahan dengan wajahnya yang terlihat saling tingkah yang menerima suapan itu.


Prok-prok-prok prok prok prok.


Tepuk tangan yang meriah kembali mereka dapatkan.


Ardian bahkan lebih mendekatkan diri pada Melody yang membuat Melody kikuk dan merasa dek-dekan. Di mana tangan Ardian berada di pinggang Melody yang membuat Melody panik. Dengan apa yang di lakukan Ardian yang ternyata Ardian mencium lembut kening Melody.


Hal manis itu mengundang senyum yang bahagia dari wajah-wajah orang-orang yang ada di sana apalagi keluarga 2 belah pihak yang juga terlihat bahagia dan harus mempercayakan Melody dan Ardian dalam rumah tangga yang di jalani tanpa ada campur tangan siapapun. Baik dari keluarga Melody atau Ardian sendiri.


Selesai mencium lembut kening itu mata Ardian turun pada Melody dan mata Melody melihat keatas melihat Ardian yang sekarang menatapnya. Mereka hanya diam saling menatap dengan tangan Ardian yang memegang pipi Melody.


Suara detak jantung itu terdengar begitu hebat yang membuat perasaan yang semakin tidak bisa terkendalikan. Namun Melody begitu bergetar dengan matanya yang tiba-tiba yang terlihat genangan di sana. Tidak mengerti perasaannya. Tetapi memang itu lah yang terjadi.


Ardian memeringkan kepalanya yang tujuannya terlihat jelas yang ingin meraih bibir Melody. Saat bibir itu ingin menyatu Melody membuang mukanya kekirinya yang menolak ciuman itu. Di tolak dengan air matanya yang menetes.


Ardian pun hanya melihat Melody yang wajah Melody tidak melihatnya. Ardian tau Melody tidak mungkin siap untuk melakukan hal itu. Air mata itu sudah menandakan jawaban yang di dapatkan Ardian.


Orang-orang pasti sudah menunggu ciuman itu. Karena terlihat jelas pasangan itu berdekatan yang ingin berciuman. Namun tidak tau sudah terjadi penolakan di sana. Ardian pun akhirnya mencium pipi Melody agar tidak menimbulkan banyak pertanyaan dari pada tamu.


Tetap mendapat senyuman dan pujian dari para tamu yang merasa pasangan itu begitu romantis. Dan mereka kembali mendapat tepuk tangan yang meriah. Melody dan Ardian sama-sama tersenyum palsu untuk menutupi apa yang terjadi barusan.


" Aku tau kamu belum siap Melody dengan semua ini. Hatimu masih tertutup untuk semua ini," batin Ardian yang mencoba untuk memahami istrinya itu.


Sementara Raisa di ujung sana masih bertahan melihat ke romantisan itu.

__ADS_1


" Kalian bahagia dia atas penderitaan ku. Bukan aku namanya Melody jika aku tidak akan menghancurkanmu. Aku akan menghancurkanmu. Kau sungguh berani Melody bermain-main di depanku," batin Raisa yang menatap penuh kebencian kepada Melody dan juga Ardian yang ada di sana.


" Raisa!" tegur Novi yang akhirnya memunculkan dirinya setelah sedari tadi tidak pernah kelihatan.


" Tante jangan bicara lagi. Mendengar Tante bicara semakin membuatku muak," sahut Raisa yang seolah sudah tidak ingin mendengar saran dari Novi. Karena sama sekali tidak ada yang beres.


" Tante tau, rencana Tante tidak berhasil. Tetapi Raisa...."


" Sudahlah Tante. Tante tidak tau semua orang di pesta ini menertawakanku menghinaku. Aku yang menanggung semuanya," sahut Raisa dengan suaranya yang tertekan.


Matanya terus menatap pasangan pengantin itu yang sekarang berdansa dengan romantis. Yang mana Ardian tidak memperdulikan perasaannya.


" Tante lihat wanita itu. Hanya berpura-pura koma dia bisa menghancurkan impianku," sahut Raisa dengan air matanya yang menetes yang menggambarkan luka yang sangat besar.


" Kalau dia pura-pura koma bisa menikah dengan Ardian. Maka dia harus benar-benar koma atau mati untuk mengakhiri pernikahannya dari Ardian," sahut Novi tiba-tiba. Raisa melihat ke arah Novi yang membuat Raisa heran.


Novi menyunggingkan senyumnya dengan matanya melihat ke arah Melody dan tatapan mata itu di ikuti Raisa. Raisa yang seperti mengamati melihat ke atas kepala Melody yang mana lampu hias yang goyang-goyang yang sepertinya akan jatuh.


Raisa melihat hal itu begitu terkejut dan melihat kembali ke arah Novi yang mana Novi terus tersenyum licik.


" Tante!" lirih Raisa.


Ardian dan Melody yang berdansa di mana Ardian yang terus melihat Melody dan Melody sama sekali tidak. Melody hanya mengalihkan pandangannya untuk melihat kesana, kemari yang tidak ingin mendapatkan tatapan itu. Sementara lampu di atas sana sudah bergoyang semakin kencang dan sedikit lagi hampir jatuh.


Aliya dan Feby yang saling bicara dengan melihat pengantin yang dansa itu. Tiba-tiba mata Feby adik Melody melihat ke atas dia Melody melihat lampu yang akan jatuh pada kakaknya.


" Kak Melody awas!" teriak Feby.

__ADS_1


Melody dan Ardian tersentak. Namun Melody bingung dan Ardian untung langsung peka yang melihat ke atas di mana lampu hias itu sudah putus yang membuat Ardian melotot dan dengan cepat mengambil tindakan dengan tangannya yang di pinggang Melody dan langsung memutarkan tubuh Melody yang membuat Melody kaget.


Prang


Suara pecahan membuat semua orang kaget. Pecahan lampu yang jatuh di atas lantai dan sebagian ke punggung Ardian yang mana dia menindih tubuh Melody dengan telapak tangan Ardian berada di bawah kepala Melody. Agar kepala itu tidak terbentur.


" Ardian!" teriak Raisa yang terkejut di mana salah sasaran benda yang lumayan berat itu sebagian menimpa Ardian.


Melody yang berada di bawah Melody kaget dengan Ardian yang di atas tubuhnya yang menahan kesakitan.


" Ardian!" lirih Melody yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Para tamu pun akhirnya berlarian ke tempat lokasi dan mengecek apa yang terjadi.


" Astagfirullah Al Azdim Ardian!" teriak Widia yang begitu panik yang melihat jas putranya di bagian punggungnya sudah berdarah.


" Ayo di bantu!" teriak Widia yang begitu panik. Evan, Bayu, dan Arya membatu Ardian dari atas tubuh Melody. Di mana Ardian sudah tidak sadarkan diri.


" Melody kamu tidak apa-apa?" tanya Dania yang membantu putrinya untuk duduk dan Melody terlihat bengong yang terus melihat Ardian yang berbaring yang tidak sadarkan diri yang mana keluarga Ardian panik yang mengerumuni Ardian membangunkan Ardian dan lain sebagainya yang di lakukan mereka.


" Ayo telpon ambulan!" teriak Eyang yang bertambah panik. Acara pesta berubah menjadi insiden yang mengerikan.


" Ardian bangun, Ardian bangun!" teriak Raisa paling heboh membangunkan Ardian. Sementara Novi terlihat panik dan cemas yang mana rencananya telah gagal dan diluar dugaannya.


" Melody sayang kamu tidak apa-apa kan?" tanya Dania yang mengkhawatirkan putrinya. Namun Melody tidak bisa menjawab dan matanya hanya melihat terus ke arah Ardian yang tidak sadarkan diri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2