Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 186 bergegas pulang.


__ADS_3

Ardian dan Melody sekarang beristirahat yang bersandar di bawah pohon yang rindang dengan Melody berada di pelukan Ardian sembari Ardian mengusap-usap pucuk kepala Melody.


" Apa kita akan sampai ke Jakarta?" tanya Melody yang terus memeluk erat suaminya itu.


" Kita akan kembali. Kamu jangan khawatir," jawab Ardian.


" Tetapi mereka semua masih mengejar kita, kapan kita bisa ke Jakarta kalau masih terus di kejar," ucap Melody yang terlihat mengeluh.


" Jangan khawatir Melody, mereka tidak akan menemukan kita. Kita akan pulang dengan selamat," ucap Ardian yang meyakinkan istrinya.


Melody mengangkat kepalanya dan melihat suaminya, " benarkah kita akan selamat dan sampai Jakarta?" tanya Melody yang kelihatanya kurang percaya.


" Benar sayang kita akan kembali kerumah," jawab Ardian membenarkan hal itu.


" Syukurlah kalau begitu soalnya aku begitu merindukan mama, papa dan terlebih lagi Chaca. Aku benar-benar merindukan semuanya," ucap Melody.


" Aku tau itu. Aku tau kamu merindukan mereka. Aku juga sama. Aku juga sangat merindukan semuanya termasuk Chaca, putri kita ber-2," ucap Ardian.


" Aku merasa lega dengan kamu sekarang ada bersamaku. Jadi aku tidak takut lagi," ucap Melody.


Ardian semakin mengeratkan pelukannya pada istrinya itu.


" Aku sudah berjanji pada kak Marsel aku akan terus ada di sisimu. Melody aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk kamu," ucap Ardian.


Melody kembali menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Ardian, " jangan berkata berlebihan sampai bawa-bawa nyawa. Hal itu membuatku takut dan aku tidak mau kamu sampai terjadi apa-apa dengan kamu," ucap Melody yang merasa ngeri kalau sudah bicara masalah nyawa.


" Tidak akan ada yang terjadi percayalah. Semuanya akan baik-baik saja dan memang sudah tugas suami untuk melindungi istrinya dan mempertaruhkan nyawa itu sudah hal yang wajar," ucap Ardian.


" Tapi tetap saja aku tidak mau mendengar kata-kata nyawa itu sangat menakutkan. Jangan bicara hal seperti itu," ucap Melody yang merasa ngeri.


" Iya- iya aku hanya bercanda. Kamu jangan memikirkan apa-apa. Tidak akan ada yang terjadi," ucap Ardian.


Melody hanya diam yang tidak menjawab apa-apa.

__ADS_1


" Ya sudah sekarang kamu tidur saja. Aku akan menjagamu dan menjamin tidak akan terjadi apa-apa," ucap Ardian.


" Iya," jawab Melody mengangguk dan semakin mengeratkan pelukannya pada suaminya.


" Aku berharap ya Allah semoga saja kami bisa kembali ke Jakarta, lindungi kami ya Allah," batin Melody yang penuh dengan harapan dan perlahan memejamkan matanya dengan perlahan. Dia memang akan merasa aman kalau sudah bersama suaminya tersebut.


***********


Mentari pagi kembali tiba. Tidak tau jam berapa sekarang. Melody dan Ardian berjalan menyusuri hutan menuju tempat yang mereka janjikan untuk bertemu dengan yang lainnya.


Pasangan suami istri itu saling bergenggaman tangan dengan erat yang berjalan dengan langkah yang serentak.


" Kamu ingat jalannya?" tanya Melody melihat ke arah suaminya.


" Aku masih mengingatnya. Walau kita lari-lari dengan kencang dan tidak tau tujuannya kemana. Tetapi aku mengingat semuanya jalan untuk kita kembali ke mobil," jawab Ardian.


" Syukurlah kalau begitu. Semoga saja yang lainnya juga selamat dah masih ada di sana. Aku sangat berharap hal itu," ucap Melody.


" Iya kamu benar dan aku yakin mereka memang pasti akan selamat, kita doakan saja," sahut Ardian. Melody menganggukkan kepalanya dan mereka melanjutkan jalan mereka menuju mobil.


Lea tersenyum dan langsung meminum air tersebut yang mana dia lumayan merasa segar.


" Kamu tidak minum!" tanya Lea.


" Ini aku mau minum," jawab Alvin yang akhirnya minum. Lea hanya mengangguk saja.


" Ya sudah kita hari ini lanjutkan jalan ya!" ajak Melody.


" Iya kita akan menuju mobil setelah ini dan semoga saja yang lainnya ada di sana," ucap Alvin yang penuh harapan.


" Amin," sahut Lea.


" Ya sudah sekarang kita jangan buang waktu. Ayo sekarang kita kesana," ucap Alvin. Lea mengangguk dan langsung berdiri, namun saat ingin berdiri kakinya tiba-tiba tergelincir dan hampir jatuh ke sungai.

__ADS_1


Namun Alvin langsung gercep menarik Lea yang langsung membawanya kepelukannya membuat Lea yang tadinya jantungan yang sekarang benar-benar merasa begitu lega dengan mengatur napasnya yang terasa sesak di dalam pelukan Alvin pria yang sudah menjadi kekasihnya itu.


" Lain kali hati-hati," ucap Alvin dengan suar beratnya.


" Iya, terima kasih sudah menyelamatkan ku," ucap Lea yang merasa lega. Alvin hanya menganggukkan kepalanya dan terus mengeratkan pelukannya yang mana dia benar-benar begitu khawatir pada Lea yang tadi hampir terjatuh dan tidak tau apa yang akan terjadi jika Lea benar-benar akan terjatuh yang pasti akan terbawa arus sungai.


" Aku begitu bahagia dengan Alvin yang berada di sisiku. Dengan begitu aku merasa terlindungi oleh Alvin. Ya Allah aku tidak percaya jika akan ada Pria yang mencintaiku," batin Lea yang penuh kebahagian dan merasa begitu terlindungi.


************


Setelah Melody dan Ardian melakukan perjalanan yang tidak tau berapa jauhnya. Akhirnya mereka sampai ke tempat mobil mereka berada di pinggir jalanan yang di landasi dengan tanah.


" Akhirnya kita sampai," ucap Melody yang merasa lega.


" Iya syukurlah tidak ada satupun anak buah Raisa di sini," ucap Ardian.


" Tetapi anak-anak yang lainnya mana. Kok nggak kelihatan?" tanya Melody yang kepalanya berkeliling untuk mencari-cari yang lainnya.


Dan tiba-tiba apa yang di carinya terlihat yang mana, Alvin, Lea, Rasti dan Evan muncul dari sudut sana yang membuat Melody tersenyum.


" Itu mereka!" tunjuknya yang benar-benar bahagia, " Alhamdulillah yang akhirnya mereka juga selamat," ucap Melody yang merasa lega ketikan melihat temannya itu sudah semakin dekat untuk menghampirinya.


" Melody kamu tidak apa-apa?" tanya Rasti dan Lea yang mendekati Melody.


" Tidak aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja," jawab Melody, " Bagaimana dengan kalian. Apa kalian baik-baik saja?" tanya Melody.


" Iya Melody kita baik-baik saja," jawab Lea.


" Ya sudah kita jangan buang waktu sekarang mobilnya kita harus singgirkan semua rumput-rumput ini. Kita harus pergi dari tempat ini secepatnya," ucap Ardian.


" Benar kata Ardian. Kita jangan membuang-buang waktu. Kita harus cepat-cepat melakukan, dan aku rasa jalannya sudah normal dan mobilnya akan bisa berjalan," sahut Alvin.


" Ya sudah kalau begitu ayo cepat bergegas," ajak Evan.

__ADS_1


Tidak ingin membuang waktu akhirnya mereka semua pun buru-buru untuk membereskan mobil tersebut. Membuang rumput-rumput itu dari atas mobil dengan terburu-buru.


Bersambung


__ADS_2