
Beberapa waktu setelah itu. Akhirnya Ardian dan Melody mendapatkan kamar di mana Iriana tantenya yang benar-benar cek-in di hotel tersebut. Mereka bertanya pada resepsionis dan menghalalkan segala cara agar resepsionis memberitahu apa.. Syukur-syukur resepsionis bisa di ajak kerja sama sampai Melody dan Ardian tau di mana Iriana.
Sangat mengejutkan untuk Ardian dan Melody, jika Iriana cek-in dengan seorang Pria dan bukan bersama Lea dengan pikiran yang kemana-mana. Akhirnya Ardian dan Melody menuju kamar yang di tunjukkan resepsionis sebelumnya.
" Kamu yakin Tante Iriana ada di sini?" tanya Melody yang sudah berdiri di depan salah satu kamar dan ternyata Ardian dan Melody salah kamar yang mana kamar itu 209. Kamar di mana Alvin dan Lea berada.
Padahal tadi di katakan resepsionis kamar 206. Ya telinga Ardian dan Melody sedang bermasalah atau ujung angkanya yang mungkin bermasalah.
" Aku yakin sayang," jawab Ardian yang sebenarnya dari wajahnya tampak ragu.
" Ya udah kamu ketuk!" titah Melody. Ardian mengangguk dan langsung mengetuk kamar itu.
tok-tok-tok-tok,tok.
Ketukan dari luar terdengar dari dalam. Di mana ternyata posisi Lea dan Alvin masih sama. Sama-sama berada di atas tempat tidur dan Lea masih saja menagis tanpa suara di dalam ringkupan selimut. Mendengar suara ketukan itu membuat Lea membuka selimutnya memunculkan kepalanya. Lea menoleh kebelakang melihat Alvin yang ternyata juga sama sedang melihatnya.
" Siapa yang datang?" tanya Lea dengan suara seraknya.
" Aku tidak tau," jawab Lea yang juga heran.
" Biar aku lihat," sahut Alvin mengambil tindakan yang langsung bangkit dari tempat duduk untuk melihat siapa yang datang.
Lea juga ikut duduk dengan Lea yang mengusap air matanya yang masih banyak di pipinya. Jangan tanya penampilan Lea, namanya juga habis menangis jadi wajar kalau berantakan. Lea hanya melihat Alvin menuju pintu dan terlihat membuka pintu.
Saat membuka pintu Alvin, Ardian, dan Melody sama-sama terkejut.
" Ardian, Alvin," ucap mereka secara bersamaan dan Lea dapat mendengar suara Alvin memanggil nama Ardian.
" Ardian," lirih Lea tampak panik.
Sementara Melody dan Ardian yang benar-benar kaget saling melihat dengan wajah yang sama-sama terkejut dan penuh dengan kebingungan.
" Ini kan rekan bisnisnya Ardian kok tiba-tiba ada di sini?" batin Melody dengan kebingungan.
__ADS_1
Bahkan kepala Melody berusaha untuk melihat kedalam. Tetapi Alvin sengaja menutupi yang tidak memberikan akses untuk Ardian atau Melody untuk melihat kedalam.
" Maaf, Pak Ardian ada apa ya?" tanya Alvin pura-pura tenang. Padahal dia itu begitu panik yang seperti ke gep.
" Tidak mungkinkan mereka tau Lea ada di sini," batin Alvin dengan perasaannya yang tidak bisa di jelaskan.
" Hmmm, Alvin kamu kok bisa ada di sini?" tanya Ardian dengan matanya penuh selidik melihat Alvin.
" Hmmm, saya_ saya_ saya memang menginap di hotel ini," jawab Alvin dengan gugup. Melody dan Ardian saling melihat lagi.
" Aku yang salah atau bagaimana. Tidak mungkin kan Tante Iriana cek- in dengan Alvin," batin Ardian dengan penuh kebingungan.
" Ya ampun ada apa ini. Resepsionis itu bilang kamarnya ada di sini. Tetapi kenapa beliau yang malah ada di sini," batin Melody tidak kalah bingungnya dengan Ardian.
" Maaf kalian sendiri kenapa bisa ada di sini dan tau dari mana saya ada di kamar ini. Apa sebelumnya kita ada janji?" tanya Alvin.
" Hmmmm, begini pak Alvin, maaf sekali kami mengganggu. Apa bapak sendirian di dalam kamar ini?" tanya Melody memberanikan diri bertanya dengan hati-hati.
Pertanyaan Melody membuat Alvin kesulitan menelan salivanya.
Sama dengan Lea yang menjadi gelisah. Karena Lea juga mendengar omongan Ardian dan Alvin bahkan ada Melody yang membuatnya takut ketahuan.
" Aduh bagaimana ini?" batin Lea dengan gelisah yang masih ada di atas tempat tidur.
" I-iya saya sendirian cek in di sini," jawab Alvin dengan cepat. Namun tangannya bermain di belakangnya yang memberi kode pada Lea untuk bersembunyi dan Lea tampak mengerti langsung turun dari ranjang untuk bersembunyi.
" Memang kenapa ya Pak Ardian?" tanya Alvin berusaha sesantai mungkin.
" Hmmm, tidak apa-apa. Karena kami mencari seseorang. Tadi Resepsionis mengatakan kamarnya ada di sini dan kami terkejut melihat Pak Alvin ada di sini," jelas Ardian.
" Mungkin resepsionisnya salah. Karena sesungguhnya saya sendiri yang menginap di hotel ini," jelas Alvin.
" Maaf pak, Alvin kalau lancang. Bukan bermaksud apa-apa. Tapi jika tidak keberatan boleh tidak kami melihat ke dalam," ucap Melody yang memang sangat berani.
__ADS_1
Alvin diam sejenak yang tampak semakin panik dengan permintaan Melody. Tidak tau saja kenapa dia takut jika Lea akan ketahuan.
" Kalau tidak boleh tidak apa-apa," sahut Melody dengan santai.
" Ehem, dari pada kalian penasaran ya kalian boleh masuk," sahut Alvin yang tanpa masalah memberi izin Melody dan Ardian. Padahal dia jantungan.
Ardian dan Melody saling melihat dan mengangguk tersenyum yang merasa lega di ijinkan masuk. Alvin mempersilahkan ke-2 orang itu untuk masuk sementara Alvin di depan pintu.
Alvin membuang napasnya perlahan kedepan yang merasa lega karena sudah tidak ada Lea di sana. Ya syukur-syukur jika Lea sudah bersembunyi. Melody dan Ardian benar-benar ingin memastikan apakah orang yang mereka cari ada atau tidak. Mata mereka begitu lihai yang benar-benar memastikan.
" Di mana dia bersembunyi?" batin Alvin dengan rasa penasaran.
" Pak Alvin boleh saya melihat kamar mandi?" tanya Ardian meminta ijin.
Deg
Alvin yang merasa Lea berada di sana mendadak semakin jantungan dan wajahnya tampak mendadak pucat.
" Hmmm, silahkan pak Ardian!" sahut Alvin dengan tenang. Adian mengangguk dan langsung membuka kamar mandi. Jantung Alvin semakin kencang berdetak sangat takut jika Lea ada di sana.
Alvin langsung bernapas lega saat Ardian tidak menemukan apa-apa di dalam kamar mandi.
" Sepertinya memang kami salah kamar pak Alvin," ucap Ardian yang meyakini jika tidak ada orang yang di carinya di sana.
" Iya Pak Alvin kami mohon maaf sudah mengganggu kenyamanan bapak," sahut Melody yang merasa tidak enak.
" Tidak apa-apa Pak Ardian. Itu sangat wajar jika kalian salah kamar. Tetapi saya memang sendiri di kamar ini dan hanya kebetulan saja kita bertemu," ucap Alvin dengan santai.
" Ya sudah Pak Alvin, kami permisi dulu! sekali lagi kami benar-benar minta maaf atas ketidak nyamanan ini," sahut Ardian.
" No problem," sahut Alvin.
Melody dan Ardian sama-sama saling melihat dan langsung berjalan menuju pintu, keluar dari kamar itu setelah tidak menemukan Iriana yang di cari mereka.
__ADS_1
Bersambung