Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 272 keputusan.


__ADS_3

Raisa masih berada di rumah sakit yang mana masih terbaring lemah. Axel sangat setia menunggu Raisa dia terus menemani Raisa sampai detik ini. Dengan tangannya yang terus menggenggam tangan Raisa dengan menatap nanar wajah Raisa.


Perlahan Raisa membuka matanya. Mengerjap-ngerjapkan dengan perlahan sampai mata itu terbuka dan pandangannya yang ke atas lalu langsung melihat langit-langit kamar.


" Raisa!" lirih Axel mendengar suara itu membuat Raisa menoleh ke sampingnya. Melihat rabun Axel dan lama kelamaan melihat dengan jelas Axel yang masih memegang tangannya.


" Axel!" lirih Raisa dengan suara seraknya.


" Iya Raisa ini aku, aku Axel," sahut Axel yang berdiri dan sedikit membungkuk mendekatkan dirinya pada Raisa.


" Kenapa kamu ada di sini?" tanya Raisa yang masih begitu lemah yang bicara saja masih terputus-putus.


" Aku pasti akan di sini terus untuk menjagamu dan menunggumu bangun," jawab Axel.


" Itu tidak perlu kau lakukan. Pergilah. Kau sudah menghancurkan segalanya. Kau itu sangat jahat jadi jangan ada di sini. Pergi!" usir Raisa berusaha menarik tangannya dari Axel.


" Aku tidak akan kemana-mana Raisa. Aku akan tetap di sini. Di sisimu, menjagamu dan juga anak kita," ucap Axel dengan tulus bicara membuat Raisa terkejut.


" Apa yang kau katakan?" tanya Raisa.


" Aku tau kamu hamil dan itu adalah anakku. Aku ayah dari bayi itu dan aku akan bertanggung jawab kepadamu. Maafkan aku Raisa aku sangat pengecut meninggalkanmu saat itu maafkan aku. Aku tidak melakukan apa-apa," ucap Axel dengan meyakinkan Raisa.


Apa yang di katakan Axel membuat Raisa heran dan langsung mendorong Axel menjauh darinya.


" Apa yang kau bicarakan. Kau itu sudah menghancurkan segalanya dan kau juga punya tunangan dan bagaimana mungkin kau mengatakan akan bertanggung jawab. Aku tidak butuh itu Axel!" tegas Raisa dengan menekan suaranya yang semakin sakit.


" Raisa aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Sintia. Dan selama ini aku dan Sintia hanya terikat pertunangan bisnis. Aku tidak mencintainya dan jujur saat pertama kali aku bertemu denganmu. Aku sudah mempunyai perasaan kepadamu. Aku menyukaimu dan mencintai mu. Apa yang aku lakukan kepadamu itu juga berdasarkan perasaan Raisa. Aku sangat mencintaimu Raisa aku dan Sintia tidak saling mencintai dan hubungan kami sudah berakhir," tegas Axel yang benar-benar bulat dengan keputusannya hanya ingin bersama Raisa.

__ADS_1


" Jika kau memang mencintaiku. Lalu kenapa pergi. Kenapa membiarkanku pulang sendirian dan berpura-pura tidak mengenaliku?" tanya Raisa.


" Itu memang kebodohanku. Aku berpikir tidak mungkin bisa bersamamu dan jika kita melanjutkan hubungan kita yang adanya kamu yang akan terluka dan aku tidak ingin semua itu terjadi. Aku terpaksa melakukan semua itu. Tetapi siapa sangka kau semakin terluka," jawab Axel.


Raisa meneteskan air matanya yang tidak tau harus percaya atau tidak pada Axel. Namun Axel memang terlihat begitu tulus kepadanya.


" Kasih aku kesempatan Raisa untuk memperbaiki semuanya aku sungguh-sungguh sangat mencintaimu dan aku ingin membahagiakan mu," ucap Axel yang kembali mendekati Raisa dengan memegang tangan Raisa. Raisa masih diam tidak percaya apakah harus mempercayai Axel atau tidak.


**********


Melody, Rasti, Lea sekarang berada di kamar perawatan Raisa yang mana kondisi Raisa sudah semakin membaik. Raisa yang menyandarkan punggungnya di kepala ranjang terlihat murung.


" Raisa kamu harus beri Axel kesempatan. Kamu bisa melihat ketulusan di wajahnya dan juga banyak usaha yang di lakukannya untuk tetap bersamamu," ucap Melody memberikan Raisa masukan.


" Benar Raisa. Lagian dia juga sudah putus dengan Sintia. Jadi tidak ada alsan untuk kamu tidak memberinya kesempatan," ucap Rasti yang juga ikut memberi masukan.


" Tapi Axel sendiri mengatakan kepadaku. Jika pertunangan mereka adalah pertunangan bisnis. Lalu bagaimana jika pertunangan bisnis itu artinya Axel akan mengalami banyak masalah," ucap Raisa yang mengkhawatirkan hal itu.


" Lea kamu itu bicara pelan-pelan. Raisa masih sakit," tegur Melody.


" Aku hanya bicara apa adanya. Raisa kamu jangan memikirkan yang tidak perlu kamu pikirkan. Intinya kamu sedang mengandung anak dari Axel dan dia mau bertanggung jawab dan seperti apa yang di katakan Rasti tadi banyak usaha yang di lakukannya. Termasuk mengambil resiko yang besar. Jadi kamu seharusnya sudah tau apa yang harus kamu lakukan," tegas Lea.


Raisa diam yang hanya menundukkan kepalanya yang jujur dia masih kebingungan harus mengambil jala apa.


" Raisa kamu bisa pikirkan baik-baik dulu. Jangan terlalu terburu-buru. Agar kamu juga tidak menyesal," ucap Melody dengan lembut bicara.


" Aku setuju dengan Melody. Semua keputusan ada di tangan kamu. Jadi pikirkan dengan baik," sahut Rasti. Raisa hanya mengangguk yang berusaha mendengarkan masukan dari orang-orang yang masih peduli kepadanya.

__ADS_1


**********


Axel terus berusaha meyakinkan Raisa untuk niatnya yang akan bertanggung jawab untuk kehidupan Raisa nantinya. Dia bahkan terus menjaga Raisa.


Karena semua orang sudah pulang untuk sebentar dan nanti akan kembali lagi kerumah sakit. Jadi Axel yang menjaga Raisa yang mana sekarang Raisa sedang berbaring dan Axel terlihat sedang menyuapinya.


Tadi awalnya Raisa menolak. Namun Axel tidak menyerah dan akhirnya Raisa menerima suapan demi suapan dari Axel. Sepanjang Axel menyuapinya. Raisa tidak bicara apa-apa. Sama dengan Axel. Namun Raisa terus melihat wajah Axel.


Wajah yang begitu tulus. Saat merawatnya sewaktu dia sakit dulu. Hati Raisa kembali bergetar hebat. Getaran penuh perasan untuk pria di depannya.


" Dia memang sangat menyebalkan yang membuatku stres bahkan sampai kehilangan kesadaran yang ingin mati. Dan sekarang jantungku kembali berdebar karena dia," batin Raisa yang terus melihat wajah Axel dengan begitu dekat.


" Makannya sudah habis," ucap Axel yang membuat Raisa terkejut. Karena Axel langsung menatapnya dan membuatnya menelan salivanya dan langsung mengalihkan pandangannya kesamping.


Axel tersenyum dan memberi Raisa air mineral. Sekalian Axel juga langsung membelinya obat dan Raisa semakin canggung mendapat perhatian kembali dari Axel yang membuat jantungnya ingin copot.


" Kamu istirahat ya," ucap Axel dengan lembut. Raisa hanya mengangguk.


" Aku akan tidur di sofa, jika ada apa-apa. Kamu panggil aku," ucap Axel dengan lembut yang langsung pergi. Namun tangannya tertahan membuat Axel tidak jadi pergi dan melihat kebelakang yang ternyata Raisa memegang tangannya.


" Jika kamu sungguh-sungguh mencintaiku. Maka aku akan berusaha ada di sisimu walau apa yang terjadi nanti," ucap Raisa yang akhirnya menerima Axel.


Mendengarnya Axel terkejut dengan tersenyum dengan wajah yang berekspresi tidak menyangka.


" Ini sungguhan?" tanya Axel tidak percaya.


" Iya," jawab Raisa membuat Axel tersenyum dan langsung menghampiri Raisa dan memeluk Raisa dengan erat.

__ADS_1


" Maafkan aku Raisa. Maafkan aku jika aku pernah mengecewakan mu. Aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Aku berjanji Raisa. Aku sangat mencintaimu," ucap Axel dengan tulus berkali-kali mengungkap perasaannya. Rasa penyesalan yang di alaminya membuatnya akan membahagiakan Raisa yang memang sudah di sukainya sejak awal.


Bersambung


__ADS_2