
Akhirnya mobil yang di setiri Lea sampai di depan hotel. Hotel itu lumayan mewah. Mungkin karena Lea melihat Alvin yang memang kaya raya. Jadi Lea harus membawanya ke hotel mewah juga. Ya supaya Alvin juga tau. Kalau dia juga bukan orang sembarangan yang juga hidup dengan kemewahan. Karena dia berasal dari keluarga yang mampu.
Alvin melihat ke luar jendela. Melihat di sekitar hotel. Lumayan mungkin itu yang di pikirkan.
" Ayo turun!" ajak Lea yang terlihat tenang. Alvin mendengus kasar. Dia jelas tau jika Lea gugup. Namun rasa gugupnya di tutupinya. Lea membuka sabuk pengamannya dan langsung ke luar dari mobilnya.
" Aku ingin melihat seperti apa keberanian mu," batin Alvin yang sepertinya sengaja menguji Lea. Akhirnya Alvin pun keluar dari mobil Lea.
Mereka masuk kedalam hotel untuk memesan kamar dengan percaya dirinya Lea. Alvin dan Lea sudah berdiri di depan resepsionis hotel untuk memesan kamar.
Resepsionis mengatakan jumlah nominal rupiah kamar yang akan di bayarkan. Namun terlihat Alvin diam yang tidak mengeluarkan uangnya. Lea pun menoleh kearah Alvin.
" Bayar!" titah Lea.
" Kenapa aku yang membayarnya. Kaulah yang membayarnya," sahut Alvin dengan santainya.
" What!" pekik Lea yang tampak terkejut, " kau gila ya. Kau itu Pria yang seharusnya kau yang membayarnya bukan aku. Masa iya aku yang membayarnya," protes Lea.
" Apa ada urusannya Pria atau wanita. Intinya kau itu sedang membayar janjimu. Jadi tempat dan segalanya kau yang membayarnya," sahut Alvin.
" Kau ini benar-benar ya," geram Lea. Meraka ber-2 dengan tidak tau malunya malah bertengkar di depan resepsionis yang sampai garuk-garuk kepala melihat pasangan itu bertengkar. Karena tidak ada yang mau membayar tagihan kamarnya.
" Maaf Pak, ibu siapa yang akan membayarnya?" tanya resepsionis.
" Dia!" Lea dan Alvin saling menunjuk, kepala resepsionis itu bisa pecah dengan tingkah Alvin dan Lea.
" Mau wik-wik saja berdebat," batin resepsionis garuk-garuk kepala dengan jarinya.
" Aku tidak akan membayarnya," sahut Lea dengan tegas.
" Aku juga tidak akan membayarnya," sahut Alvin tidak mau kalah.
" Ya sudah tidak usah jadi," sahut Lea dengan santai.
__ADS_1
" Kau ingin mengundurnya lagi," sahut Alvin dengan menaikkan 1 alisnya.
" Kau yang tidak mau membayarnya, enak saja aku yang membayarnya. Sudah aku jadi korban. Aku yang membayarnya, emang di pikir murah apa," sahut Lea yang tetap kekeh dengan pendirian.
" Apa yang kau katakan korban, siapa yang menjadi korban?" tanya Alvin.
" Ya akulah, kau seenaknya nanti menikmati tubuhku. Udah gitu aku yang bayar. Kau sudah dapat enak aku rugi 2 kali," oceh Lea yang bicara blak-blakan tanpa sadar jika dia di perhatikan resepsionis tersebut dan akhirnya Lea menyadari bicaranya yang kelantaman dan tersenyum kaku melihat resepsionis tersebut.
" Hmmm, tolong jangan di dengarkan mbak, itu hanya kesalahan dalam berbicara," ucap Lea yang merasa malu. Namun Alvin dengan santainya hanya mendengus kasar. Namun dia tiba-tiba tersenyum. Karena melihat kerandoman wanita itu.
" Baiklah mbak, jadi bagaimana ini. Siapa yang akan membayarnya?" tanya resepsionis lagi.
Lea melihat ke arah Alvin yang sama sekali Alvin begitu cuek dan berdecak kesal.
" Saya," sahut Lea yang harus mengalah. Lea pun dengan terpaksa mengeluarkan kartu kreditnya dan langsung melakukan pembayaran untuk mendapatkan kamar.
" Dasar pelit, perkara membayar hotel aja tidak mau," batin Lea mengumpat di dalam hatinya.
" Ini mbak, silahkan!" ucap resepsionis memberikan kartu hotel tersebut.
" Ayok!" ajak Lea dengan ketus dan berjalan duluan. Alvin menggedikkan ke-2 bahunya dan langsung menyusul Lea.
" Astaga ada ya orang mau enak-enak an. Tetapi malah berdebat dulu perkara membayar hotel. Kenapa tidak di semak-semak aja kalau mau enak-enakan kan gratis," ucap resepsionis itu geleng-geleng kepala melihat pertengkaran Lea dan Alvin.
Alvin sih tidak mau mengalah. Lea harus rugi. Sudah membayar Hotel dan Alvin terima enaknya saja. Kalau begitu lebih baik mencari hotel murah saja.
**********
Lea dan Alvin ke luar dari lift untuk menuju kamar yang mereka pesan dengan wajah Lea yang terus di tekuk. Ya dia gugup tadinya. Tetapi ke gugupannya berubah menjadi kesal karena Alvin.
Lea pun memasangkan kartu pada pintu yang mana Alvin hanya berdiri saja di depannya. Dan saat pintu kamar terbuka tiba-tiba Lea melihat seorang wanita yang tidak asing baginya memasuki kamar hotel berbeda 2 pintu dengannya. Lea tampak memperhatikan wanita itu.
" Mama!" lirih Lea melihat wanita itu masuk kedalam kamar hotel bersama seorang Pria yang tidak di kenalnya.
__ADS_1
" Mama kok bisa ada di sini," batin Lea yang penasaran.
" Tunggu sebentar di dalam, aku akan kembali!" ucap Lea pada Alvin dan Lea langsung pergi.
" Ada apa dengannya!" gumam Alvin heran yang melihat Lea berjalan terburu-buru menuju kamar yang tidak jauh dari kamar mereka.
Lea yang terlambat dan tidak bisa masuk itu. Karena wanita yang di panggilnya mama itu sudah masuk kedalam kamar terlebih dahulu.
" Sial!" umpat Lea dengan kesal yang mencoba membuka pintu namun tidak bisa. Seketika Cleaning servis lewat dan Lea tampak meminta tolong pada cleaning servis tersebut dan syukur-syukur cleaning tersebut mau membantunya dan cleaning servis tersebut mengetuk pintu dengan alasan mengantarkan makanan.
" Aku pasti tidak salah lihat, itu mama dan kenapa mama ada di sini. Bukannya dia ada di Singapura," batin Lea yang tampak panik yang berdiri didepan pintu itu.
Sampai akhirnya pintunya terbuka dan memperlihatkan seorang Pria yang memakai bathrobe.
" Ada apa?" tanya Pria yang lumayan tua itu.
Lea tidak menjawab pertanyaan Pria itu dan masuk saja untuk membenarkan apa yang di lihatnya.
" Siapa sayang?" tanya wanita itu yang berdiri di depan cermin yang sedang memakai lingerie merah.
" Apa yang mama lakukan di sini?" tanya Lea dengan menelan suaranya.
Wanita itu tampak terkejut dan melihat siapa yang berbicara dari depan cermin. Wanita itu begitu terkejut saat melihat Lea dan dia langsung berbalik badan.
" Lea!" pekik wanita itu yang sudah berhadapan dengan Lea.
" Mama kenapa bisa ada di sini dan siapa Pria itu? Mama bahkan sudah menikah dan bisa-bisa mama cek in di hotel dengan Pria lain," teriak Lea marah-marah.
" Kamu jangan teriak-teriak di sini. Sana kamu keluar," usir wanita itu yang tampak tidak peduli dengan Lea.
" Mama jawab dulu pertanyaan Lea!" teriak Lea.
" Kamu bukan anak kecil lagi. Jika kamu melihat Pria dan wanita berada di kamar hotel berduaan. Kamu sudah tau apa itu artinya," sahut wanita itu dengan mudahnya. Sampai Lea begitu terkejut dengan mamanya yang berbicara enteng tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
Bersambung.