Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 179 Akhirnya bisa bertemu.


__ADS_3

Ardian, Alvin, Rasti dan Evan lega bisa menemukan Melody dan juga Lea. Namun mereka begitu terkejut melihat ke-2 pasangan itu Lea dan juga Melody. Keduanya tampak terluka. Ya meski dari kejauhan mereka dapat melihat luka itu.


" Melody!" Ardian langsung berlari menghampiri istrinya. Begitu juga dengan Melody yang melakukan hal yang sama berlari menghampiri suaminya dan disusul oleh yang lainnya.


Ardian dan Melody langsung berpelukan ketika sudah berhadapan. Memeluk erat setelah 3 hari tidak bertemu. Memeluk dengan dampingan air mata.


Lea yang berada di belakang Melody menghela napas lega. Dengan datangnya Ardian, Rasti dan Evan. Namun dia begitu shock ketika melihat Alvin. Tanda tanya pasti di wajahnya dan Alvin sendiri seperti ingin melangkah yang mungkin memeluk Lea.


Ya perasaan itu tiba-tiba saja ada. Apa lagi melihat Lea yang juga terluka membuatnya iba. Namun Alvin harus menghentikan niatnya itu untuk memeluk Lea seperti Ardian memeluk istrinya.


" Kenapa Alvin ada di sini," batin Lea bingung yang berusaha untuk mengalihkan pandangannya tidak melihat Alvin. Karena Alvin sejak tadi terus melihat dirinya dengan tatapan intens.


" Syukurlah jika dia selamat. Apa yang terjadi kenapa dia terluka parah," batin Alvin yang penasaran dengan kondisi Lea.


" Lea kamu tidak apa-apa kan?" tanya Rasti menghampiri Lea.


" Tidak Rasti aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja," jawab Lea dengan tersenyum.


" Syukurlah kalian ber-2 selamat," sahut Evan. Lea hanya mengangguk.


Sementara Ardian sudah saling melepas pelukan dengan istrinya. Ardian memegang ke-2 pipi Melody dengan matanya mengamati wajah yang terdapat luka tamparan, dahi yang terluka ya istrinya pasti sudah mengalami hal yang mengerikan.


" Siapa yang melakukan ini kepadamu. Apa ini ulah mereka?" tanya Ardian.


" Kamu tau siapa yang menculikku dan juga Lea ?" tanya Melody.


" Iya Melody kita tau dan semua itu adalah perbuatan iblis Raisa dan juga tantenya ratu iblis itu," sahut Evan.


" Katakan padaku Melody. Apa yang mereka lakukan?" tanya Ardian dengan air matanya yang keluar yang melihat kondisi Melody.


Ardian malah takut Melody trauma. Karena Melody orang yang begitu sensitif mengingat kejadian yang pernah dulu di mana Melody juga mengalami kekerasan fisik dari Rio dan mengalami trauma karena masalah itu.


" Mereka benar-benar melukaimu, kurang ajar. Aku akan membunuh mereka," umpat Ardian yang penuh emosi.

__ADS_1


" Ardian sudah. Tidak ada gunanya yang penting aku sudah di sini di hadapan kamu. Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja, aku dan saling menyerang," jelas Melody yang tidak ingin suaminya bertemu dengan Raisa dan Novi.


" Benar Ardian kami saling baku hantam. Jangan khawatir luka ini tidak terasa. Mereka lebih parah mendapatkan luka ini," sahut Lea menambah sedikit penjelasan.


" Mereka itu benar-benar bukan manusia. Tidak punya otak," sahut Rasti yang mengumpat kesal.


" Kan aku sudah bilang Rasti mereka itu satu iblis dan satu ratu iblis. Jadi mana mungkin mereka ada otaknya," sahut Evan menegaskan.


" Yang Penting Melody dan Lea bisa selamat," sahut Ardian yang lega yang membawa istrinya kembali kepelukannya.


" Ya sudah sebaiknya kita telpon polisi. Kita harus memberitahu di mana mereka," sahut Alvin yang bertindak.


" Aku sudah memeriksa jaringan dan tidak bisa di hubungi dan lagian bukannya polisi juga sudah menyusul kemari," sahut Rasti.


" Ya sudah kita pergi saja dari sini. Biar mereka menjadi urusan polisi," sahut Alvin.


" Tunggu!" Evan tiba-tiba tampak shock ketika melihat sesuatu.


" Ada apa Evan?" tanya Lea.


" Mereka pasti anak buah Raisa dan Novi!" tebak Lea.


" Berjongkok!" perintah Alvin dan mereka semua berjongkok bersembunyi. Karena ada salah seorang yang hampir melihat mereka.


" Gila mereka itu banyak sekali," sahut Rasti.


" Novi dan Raisa sengaja menculikku dan Melody. Mereka ingin membunuh kami. Setelah itu mereka ber-2 akan menjalankan operasi plastik. Yang mana Novi akan menjadi diriku dan Raisa akan menjadi Melody. Supaya mereka bisa terbebas dari hukum. Masuk kembali ke dalam keluarga dan terlebih lagi. Ardian menjadi milik Raisa," jelas Lea yang menceritakan apa yang terjadi.


" What, mereka akan melakukan hal itu!" pekik Rasti yang tidak percaya.


" Benar Rasti," sahut Melody.


" Mereka benar-benar gila dan lihat anak buah mereka semakin banyak," sahut Alvin.

__ADS_1


" Sebaiknya kita cepat pergi dari sini. Karena tidak mungkin kita melawan mereka. Kita sebaiknya ke mobil," ucap Evan mengambil keputusan.


" Iya ayo buruan, sebelum kita tertangkap," sahut Ardian.


Mereka semuanya setuju dan akhirnya dengan pelan-pelan pergi meninggalkan tempat itu sebelum mereka ketahuan. Karena jika dapat pasti mereka akan kalah.


************


Akhirnya setelah berjalan mereka sampai di mana mobil mereka berada. Mobil itu terparkir di tepi sungai yang jalannya memang begitu susah sehingga mobil itu tidak bisa berjalan.


Rasti dan Evan berusaha untuk mencari jaringan agar bisa menghubungi polisi dan Ardian di dalam mobil yang sekarang bersama istrinya.


Di mana di dalam mobil itu bangkunya di ratakan seperti kasur. Agar mencukupi muatan mereka ber-6. Hanya tinggal bangku pengemudi dan di sebelahnya yang masih utuh.


Ardian terlihat mengobati luka Melody, luka di wajah dan terdapat luka di tangan yang memar. Karena tadi Raisa sampai memukul tangannya dengan kayu.


" Aku tidak apa-apa Ardian," sahut Melody meyakinkan Ardian. Karena Sepenjang mengobati dirinya. Terlihat Ardian begitu khawatir dan wajahnya merasa bersalah.


" Maafkan aku, ini semua salahku. Jika aku tidak memintamu menunggu di rumah mama. Maka semua ini tidak akan terjadi. Kamu tidak akan mengalami hal seperti ini. Maafkan aku Melody," ucap Ardian merasa bersalah.


" Jangan terus meminta maaf kak. Aku tidak apa-apa. Bukan hanya aku yang seperti ini. Tetapi mereka ber-2 juga. Sama-sama terluka. Karena aku dan Lea tidak diam aja," ucap Melody yang terus meyakinkan Ardian.


" Benar tidak sakit?" tanya Ardian masih ragu.


" Sakitnya sudah hilang," jawab Melody, " jangan memikirkan kondisi ku dengan kamu dan yang lainnya ada di sini. Itu sudah membuatku aman. Jadi jangan khawatirkan aku," ucap Melody memegang pipi suaminya.


" Baiklah. Aku percaya jika kamu memang tidak akan apa-apa," ucap Ardian. Melody menganggukkan kepalanya.


" Lalu bagaimana ini. Apa kit bisa pulang. Aku khawatir mereka akan menemukan kita," ucap Melody.


" Kita akan pulang kamu jangan khawatir," jawab Ardian.


" Iya semoga saja mereka tidak menemukan kita dan polisi yang akan datang lebih cepat. Agar mereka benar-benar mendapatkan hukuman terberatnya," ucap Melody dengan harapannya.

__ADS_1


Ardian mengangguk dan kembali mengobati istrinya tersebut.


Bersambung.


__ADS_2