
Lea, Alvin dan Eyang besar sedang mengobrol di ruang keluarga.
" Jadi setelah acara bulan madu kalian. Lea akan tinggal bersama kamu?" tanya Eyang.
" Benar Eyang. Bukannya memang kewajibanku untuk membawa Lea bersamaku. Aku mempunyai rumah dan kami akan tinggal bersama di sana," ucap Alvin yang sudah dengan keputusan.
" Ya Eyang percaya sama kamu. Kamu pasti bisa bertanggung jawab untuk Lea. Ya mungkin hanya sampai di sini. Keluarga ini berusaha untuk menjaga Lea dan selebihnya kita serahkan semua kepada kamu. Kamu jaga Lea dan bahagiakan dia seperti apa yang kamu janjikan sebelumnya," ucap Eyang.
" Pasti eyang aku akan membahagiakan Lea sesuai dengan apa yang aku katakan!" ucap Alvin dengan yakin yang melihat ke arah Lea yang mana Lea tersenyum lebar penuh kebahagiaan.
" Eyang berdoa untuk kebahagiaan kalian dan semoga kalian juga bisa jalan-jalan dengan lancar dan pulang dengan membawa hasil," ucap Eyang.
" Eyang tidak secepat itu juga," sahut Lea yang menjadi malu yang mengerti arah tujuan Eyangnya kemana.
" Ya kan Eyang hanya berharap," sahut Eyang.
" Doakan saja lah Eyang," sahut Lea.
" Eyang pasti mendoakan yang terbaik untuk kalian," sahut Eyang. Lea dan Alvin saling melihat dengan senyum Meraka.
" Ya sudah Eyang. Kami kembali kekamar dulu!" ucap Alvin pamit.
" Iya silahkan!" ucap Eyang. Alvin dan Lea saling mengangguk dan sama-sama berdiri. Lalu pergi dari hadapan Eyangnya.
Eyang tersenyum melihat Lea dan Alvin pengantin baru yang berbahagia,
" Tanggung jawabku sudah selesai untuk cucuku yang tidak ada bedanya dengan ibunya yang selalu membuat onar. Tetapi sangat beruntung ada menerima Lea apa adanya dan menjadikannya Ratu dalam kehidupannya. Semoga Alvin bisa terus memberikan kebahagiaan untuk Lea," batin Eyang dengan harapannya yang banyak untuk Lea dan Alvin.
*************
Lea dan Alvin langsung memasuki kamar dan lihatlah pengantin baru ini begitu masuk kamar langsung saling bercanda yang sekarang Alvin menggelitik Lea yang membuat Lea kegelian dengan Alvin berada di belakangnya yang menggelitik perutnya.
" Ampun Alvin! ampun! kamu ini benar-benar ya geli tau!" keluh Lea yang setengah mati menahan kegelian.
" Salah sendiri makanya jangan jahil!" Alvin tidak peduli dan sampai mereka berdua jatuh kesofa dengan posisi Lea yang berada di pangkuan Alvin.
" Ampun stop!" ucap Lea yang sudah tidak tahan. Alvin yang tidak tega menuruti keinginan Lea.
" Kau itu jahat sekali kepadaku!" ucap Lea dengan wajahnya yang cemberut.
" Aku minta maaf," ucap Alvin sembari mengusap-usap pipi Lea. Lea menganggukan kepalanya dan mengalungkan tangannya ke leher Alvin.
__ADS_1
" Ya sudah sekarang kita mau ngapain. Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke Mall aku jenuh!" ucap Lea yang ingin reflesing.
" Kalau menurutku itu tidak perlu," ucap Alvin.
" Lalu apa yang perlu?" tanya Lea dengan mengkerutkan dahinya.
" Sepertinya yang perlu untuk mempercepat keinginan Eyang," jawab Alvin.
Lea mengkerutkan dahinya, " maksudnya?" tanya Lea heran.
Tangan Alvin mengusap perut ramping Lea dengan lembut, " membuat perut ini semakin besar," ucap Alvin yang pasti Lea mengertilah apa yang di inginkan suaminya.
" Caranya bagaimana?" tanya Lea yang pura-pura tidak tau. Padahal dia mengerti arah tujuan Alvin ya maklum baru pengantin baru jadi maunya dekat-dekat aja.
Alvin mencium bibir Kayra sekilas, " itu yang pertama," jawab Alvin.
" Lalu?" tanya Lea yang menantang Alvin. Singa di tantang semakin menjadi-jadi yang sekarang Alvin membuka kancing kemeja Lea,
" Yang kedua seperti ini!" ucap Alvin dengan lembut melakukannya yang membuat Lea tersenyum dan terus menantang suaminya itu.
" Lalu?" tanya Lea lagi.
***********
Melody dan Ardian akhirnya memeriksa kandungan Melody dan sekalian konsultasi dengan Dokter. Setelah memeriksa dan melihat hasil USG. Mereka berdua duduk di depan Dokter.
" Kandungan Bu Melody baik-baik aja. Janinnya berkembang dengan baik dan tidak ada masalah sama sekali," ucap Dokter.
Ardian dan Melody saling melihat dengan senyuman mereka yang lebar.
" Lalu bagaimana Dok. Apa tidak apa-apa. Jika istri saya melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara?" tanya Ardian.
" Untuk kandungan 3 bulan sudah bisa Pak. Intinya harus selalu menjaga kondisi, stamina agar tidak masalah untuk kandungan nanti dan pasti kandungannya harus di jaga baik-baik. Jangan kelelahan dan makan dengan baik," ucap Dokter dengan memberikan saran.
" Baiklah Dokter kalau begitu. Saya merasa lega mendengarnya langsung. Dengan begitu tidak ada keraguan untuk saya yang harus pergi," ucap Melody.
" Iya Bu Melody. Intinya bapak dan ibu saling menjaga saja," ucap Dokter.
" Iya Dok!" jawab Melody dan Ardian serentak.
" Ya sudah Dokter kalau begitu. Kami permisi dulu!" ucap Ardian pamit.
__ADS_1
" Iya mari silahkan!" sahut Dokter dengan ramah.
" Ayo sayang!" ajak Ardian. Melody mengangguk dan langsung berdiri bersama Ardian yang berpamitan yang keluar dari rumah sakit.
*********
" Aku bilang apa. Kandungan kamu tidak apa-apa jika kita pergi bersama," ucap Ardian yang turun dari mobil bersama Melody menuju rumah.
" Ya namanya juga panik. Kan aku tidak mau terjadi apa-apa dengan kandunganku," ucap Melody.
" Iya sayang aku paham. Ya sudah kita masuk!" ajak Ardian merangkul pinggang istrinya itu untuk memasuki rumah.
Saat di ruang tamu ternyata mereka kedatangan tamu. Yang mana di sana ada Eyang, Widia, Mila dan Shandra dengan seorang Pria.
" Ardian kalian sudah pulang?" tanya Widia.
" Iya mah," jawab Ardian.
" Ayo kemari!" ajak Widia. Melody dan Ardian yang penasaran dengan siapa pria berkacamata itu langsung menghampiri ruang tamu.
" Ada apa ini mah?" tanya Ardian.
" Kenalkan dulu Ardian. Ini Dokter Axel Dokter yang menangani Raisa di rumah sakit," ucap Eyang. Axel langsung berdiri dan mengulurkan tangannya pada Ardian.
" Ardian!" sahut Ardian menyambut uluran tangan itu.
" Saya Axel," jawab Axel dengan ramah dan langsung bergantian pada Melody.
" Melody!"
" Axel," sahut Axel.
" Mari duduk lagi!" ucap Ardian dengan ramah dan Axel pun duduk begitu dengan Melody dan Ardian yang juga akhirnya duduk.
" Memang ada apa Dokter datang kemari dan saya baru tau kalau Dokter Raisa sudah di ganti?" tanya Ardian.
" Iya sebelumnya Dokter Rosa sudah menyampaikan terlebih dahulu. Hanya saya belum ada kesempatan untuk bertemu keluarga ini dan ini kebetulan ada kesempatan dan saya juga ingin sekalian membawakan perkembangan dari Raisa," jelas Dokter Axel dengan tata kata yang teratur.
" Lalu bagaimana perkembangannya apa ada masalah?" tanya Eyang yang memang tidak pernah tau perkembangan Raisa. Karena mungkin keluarga itu sibuk kemarin di pernikahan Lea. Ya walau bagaimanapun Eyang dan keluarga itu pasti bertanggung jawab karena Lea juga sudah tidak punya siapa-siapa lagi.
Bersambung
__ADS_1