Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 298 Keputusan.


__ADS_3

Emosi amarah, kekesalan yang menyelimuti tubuh Alvin membuat Alvin tidak bisa mengendalikan dirinya. Kemarahannya pada Lea juga membuatnya seperti monster dan apa lagi Lea berani berduaan dengan Pria di depan matanya.


Lea yang di bawah kekuasaannya tetap memberontak dengan terus memukul-mukul dada Alvin. Namun Alvin merasa tangan Lea mengganggu pekerjaannya dan membuat Alvin menarik ke-2 tangan itu ke atas kepala Lea dan mengikatnya dengan dasinya di kepala ranjang sehingga mempermudah Alvin mencium Lea dengan sangat menggebu-gebu.


Jangan tanya Lea bagaimana tersiksanya dengan perbuatan Alvin itu. Bahkan dia terlihat menangis yang seperti di perkosa oleh Pria yang pasti di cintainya. Lea bahkan sudah tidak bisa melawan lagi dan pasrah dengan Alvin yang masih terus mencium bibirnya.


Karena Lea sudah tidak memberontak lagi. Ciuman itu berubah menjadi lembut dan sangat menuntun. Namun tetap saja Lea tidak menikmatinya sama sekali. Dia justru tersiksa.


Lama bermain di mulut Lea, ciuman Alvin turun pada leher jenjang Lea dengan tangan Alvin yang juga menjama tubuh Lea yang pasti ini bukan pertama kali dia dan Lea melakukan hubungan intim seperti itu. Hubungan intim yang masih ada batasnya. Tetapi mungkin kali ini tidak akan ada batasnya lagi mengingat perkataan Alvin barusan.


" Kau jahat Alvin!" satu kata itu berhasil keluar dari mulut Lea dengan air matanya yang keluar. Alvin yang menggebu-gebu menyentuh tubuh itu tiba-tiba berhenti. Saat melihat Lea yang mengeluarkan air mata. Di mana kepala Lea yang miring ke samping terlihat menangis.


Alvin dengan napasnya yang saling memburu melihat iba wajah itu. Ya bukan pertama kali dia melihat Lea menangis dan air mata Lea adalah kelemahannya. Sama seperti sekarang ini membuatnya tidak melanjutkan kegilaannya.


Alvin menghela napasnya dan membuka ikatan tangan Lea dan ketika sudah terbuka Alvin menjatuhkan tubuhnya di samping Lea dengan mengatur napasnya yang naik turun.


Lea langsung memiringkan tubuhnya dengan menyeka air matanya. Dia juga menetralkan napasnya yang tidak stabil.


Ke-2nya hening beberapa saat yang menenangkan diri masing-masing. Dan setelah Alvin merasa jauh lebih tenang dan bisa mengontrol dirinya. Alvin menoleh ke arah Lea yang masih membelakanginya.


" Aku akan menikah denganmu!" ucap Alvin yang begitu mengejutkan Lea.


Suara berat itu mampu membuat Lea shock. Hubungannya dan Alvin baru saja kandas dan bahkan Alvin dengan gilanya hampir memperkosanya. Namun tiba-tiba ingin menikahinya ya Lea tidak tau bagaimana sebenarnya jalan pikiran pria yang ada di belakangnya itu.

__ADS_1


" Apa yang kau katakan?" tanya Lea dengan suara seraknya yang terlihat masih menahan tangis.


' Apa yang aku katakan sudah jelas. Aku akan menikahimu. Mau kau setuju atau tidak. Aku akan melamar mu di depan keluargamu. Dan jika keluargamu tidak setuju. Aku akan tetap memaksa untuk menikah dengamu," tegas Alvin tanpa ada tawar-menawar lagi.


" Apa kau gila," sahut Lea menekan suaranya.


" Iya aku gila. Dan jika aku tidak gila. Aku tidak mungkin melakukan semua ini," sahut Alvin.


" Alvin!" lirih Lea. Alvin mendekatinya dan memeluknya dari belakang.


" Maafkan aku Lea. Aku sudah kasar kepadamu. Aku tidak bisa melihatmu bersama orang lain dan aku datang ketempat ini karena benar-benar frustasi dengan masalah kita. Aku hanya ingin yang terbaik untuk hubungan kita bukan yang lain-lain. Maafkan tindakan ku tadi," ucap Alvin dengan lembut.


Lea hanya memejamkan matanya yang tidak tau harus mengatakan apa lagi. Dia memang mencintai Alvin. Tetapi banyak yang di takutkannya jika hubungannya dan Alvin di ketahui keluarganya.


Alvin dengan perlahan membalikkan tubuh wanita itu sehingga kembali terlentang. Masih ada sisa air mata di pipi itu membuat Alvin mengusapnya lembut dan juga mencium kening Lea lembut.


" Kau sungguh ingin menikah denganku?" tanya Lea.


Alvin menganggukkan kepalanya, " aku ingin hidup bersamamu," jawab Alvin.


" Kau tau Alvin, keluarga ku sangat gila," ucap Lea.


" Aku tau itu dengan masalah Melody dan Ardian, juga Raisa. Aku tau betapa gilanya keluargamu. Tetapi itu tidak berpengaruh untukku. Aku hanya ingin menikah denganmu dan menjadikan mu wanita satu-satunya dalam hidupku. Begitu juga aku yang ingin menjadi satu-satunya di dalam hidupmu," ucap Alvin dengan tulus bicara.

__ADS_1


Lea bisa melihat ketulusan dan keseriusan Alvin. Bahkan mata Alvin berkaca-kaca saat mengatakan itu kepadanya.


" Lea apa yang membuatmu begitu meragukanku?" tanya Alvin sembari mengelus-elus rambut Lea.


" Bukan kamu yang membuatku ragu. Tetapi aku yang takut membuatmu kecewa," sahut Lea. Alvin tersenyum tipis dan kembali mencium kening Lea.


" Aku rasa aku sudah cukup mengenalmu. Kau tidak butuh apa-apa lagi. Dan aku tidak akan kecewa sama sekali," ucap Alvin menegaskan.


" Lea katakan kepadaku. Apa kau mencintaiku?" tanya Alvin yang menginginkan jawaban dari Lea


" Iya aku mencintaimu," jawab Lea menatap dalam-dalam ke-2 bola mata Alvin.


" Lalu apa kau ingin menikah denganku?" tanya Alvin. Air mata Lea menetes dengan menganggukkan kepalanya membuat Alvin tersenyum lega mendengar jawab dari Lea yang akhirnya menerima dirinya.


" Aku akan memberimu kebahagian!" ucap Alvin dalam janjinya pada wanitanya itu. Lea hanya menganggukkan kepalanya. Alvin tersenyum dan sekarang mencium lembut bibir Lea.


Kali ini tidak ada paksaan dan bahkan penolakan juga. Ciuman lembut yang ke-2nya saling membalas yang mana ke-2nya sudah sama-sama berbaikan setelah pertengkaran hebat di antara mereka tadi.


Ciuman itu juga sudah turun pada leher Lea dengan tangan Alvin yang membuka kancing kemeja Lea dan gairah di tubuh Lea sudah semakin naik dan barulah obat itu sekarang sudah beraksi membuat Lea tidak bisa mengendalikan dirinya yang tubuhnya semakin panas yang ingin di puaskan.


Sentuhan-sentuhan Alvin mampu membuat dirinya terbang melayang-layang dan pasti ingin meminta lebih terus menerus. Alvin yang juga menginginkan hal yang sama seperti Lea masih menahan semuanya. Hanya sekedar menyentuh saja tanpa melakukan hal yang di luar batas. Karena tetap dia ingin melakukannya setelah nanti mereka menikah.


Pasangan itu hanya saling memberi kepuasan dan tidak tau berapa jam mereka berciuman dengan saling menyentuh yang sampai akhirnya mereka menghentikan kenikmatan sesaat itu dengan Alvin menjatuhkan tubuhnya di samping Lea dan menarik Lea kedalam pelukannya dengan mencium kening Lea lembut.

__ADS_1


" Di malam pertama kita nanti. Aku benar-benar tidak akan melepaskanmu," ucap Alvin yang hanya membuat Lea tersenyum tipis.


Bersambung


__ADS_2