Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 34 Risa kalah saing lagi.


__ADS_3

Karena resepsi akan di adakan. Jadi keluarga sudah mulai sibuk mempersiapkan resepsi mewah yang di inginkan Melody. Sebenarnya bukan keinginan sesuangguhnya. Melody lagi-lagi melakukannya karena terpaksa.


Orang-orang begitu sibuk membicarakan pernikahan itu. Mempersiapkan segala sesuatunya. Seperti sekarang ini mereka sedang memilih-milih desain undangan yang akan di gunakan Melody dan juga Ardian.


Ada Mila, Widia, Shandra dan Eyang besar yang sibuk membahas apa-apa saja yang ada di pernikahan.


" Mila kamu sudah memilih undangan yang cocok?" tanya Widia.


" Ada 4 pilihan. Aku tidak tau yang mana yang cocok," jawab Mila.


" Kamu sudah tanya Melody yang mana yang dia mau?" tanya Shandra.


" Melody bilang sih yang mana aja," sahut Mila.


" Kita pakai yang ini saja. Sesuai dengan tema resepsi mereka," sahut Eyang besar menunjuk undangan berwarna merah maron berpaduan dengan hitam yang begitu elegan dan mewah.


" Tapi Eyang, undangan ini sama seperti undangan Raisa dan Ardian kemarin," jawab Mila.


" Hmmm, begitu rupanya," sahut Eyang besar.


" Aku mau yang itu," sahut Melody tiba-tiba yang menghampiri ruang tamu.


" Pakai yang itu saja," sahut Melody menegaskan.


" Pakai yang lain saja Melody. Jangan yang ini," sahut Shandra.


" Benar, jangan memakai itu," sahut Raisa yang datang dan kembali protes. Melody tersenyum miring. " Kamu jangan mengikut- mengikut undangan pernikahan ku dan juga Ardian. Ini pilihan Ardian untuk pernikahan kami. Jadi jangan ikut-ikutan cari undangan mu sendiri," tegas Raisa yang menatap tajam Melody.


" Bagus, jika itu pilihan Ardian dan kebetulan aku tertarik. Jadi aku menginginkan itu. Namanya juga sudah menikah ya pasti satu pikiran. Aku juga tidak percaya jika undangan itu pilihan Ardian. Ya kita sama jadi aku mau itu," sahut Melody dengan santai.


" Aku bilang tidak maka tidak," tegas Raisa.


" Melody sudahlah, kamu ganti yang lain saja. Lagian kalau yang ini juga sudah terlanjur di buat dan hanya tinggal cetak," sahut Shandra yang pusing mendengarkan keributan.


" Ya justru bagus kalau begitu. Jika sudah di buat dan tinggal di cetak. Tinggal hapus saja nama Raisa dan ganti dengan namaku. Maka selesaikan," sahut Melody dengan santai.

__ADS_1


" Melody kau benar-benar!" geram Raisa mengepal tangannya yang ingin menghajar Melody.


" Ada apa. Tidak ada yang salahkan. Lagian kita tidak punya waktu banyak. Jadi jika ada yang mempermudah. Maka di permudah. Hapus namanya. Karena memang undangan itu tidak tepat untuk namanya," ucap Melody dengan sinis tersenyum mengejek Raisa.


" Kau." Raisa sudah ingin melayangkan tangannya. Namun di tahannya, Melody mendengus kasar melihat kemarahan Raisa yang tertahan.


" Sudah cukup!" gertak Eyang besar, " jangan bertengkar di sini. Yang menikah Melody dan Ardian. Jadi biarkan kita menentukan pilihan mereka. Buat undangan yang baru dan biarkan punya Raisa tetap seperti itu," sahut Eyang besar menentukan keputusannya.


" Sialan kamu Melody, kamu benar-benar semakin kurang ajar kepadaku," batin Raisa.


" Aku tidak akan hanya menghapus namamu dalam setiap tulisan. Tapi juga menghapus dirimu dalam kehidupan Ardian," batin Melody yang saling menatap penuh kebencian pada Raisa.


" Assalamualaikum," sapa seorang wanita yang terlihat rapi tiba-tiba.


" Walaikum salam," sahut semuanya.


" Mbak Ira," sahut Raisa heran dengan wanita yang di kenalnya itu.


" Loh, mbak Ira kenapa kemari?" tanya Mila juga yang mengenal wanita itu.


" Hmmm, ini WO yang mengatur pernikahan Raisa dan Ardian sebelumnya," jawab Mila. Eyang besar dan yang lainnya heran dengan kedatangan WO itu. Termasuk Raisa juga yang heran.


" Lalu untuk apa kamu datang kemari?" tanya Shandra.


" Maafkan saya. Jika saya terlambat. Saya di minta untuk mengurus pernikahan Pak Ardian," sahut Ira WO tersebut.


" Apa maksudnya siapa yang memintanya. Ini pasti ada kesalahan karena pernikahan itu...." sahut Widia.


" Maaf Bu Widia," sahut Ira memotong, " ini tidak kesalahan saya datang untuk persiapan pernikahan Pak Ardian dengan istrinya Bu Melody dan bukan dengan mantannya Raisa," ucap Ira membuat Raisa kaget mendengar kata mantan.


" Saya juga sudah tau ceritanya. Jika Pak Ardian tidak jadi menikah dengan Bu Raisa dan sekarang menikah dengan Bu Melody. Jadi saya datang untuk pernikahan yang sekarang bukan pernikahan yang di batalkan," lanjut Ira.


Raisa semakin kepanasan dengan kata-kata WO yang seolah merendahkan dirinya.


" Siapa yang mengatakannya kepadamu dan memanggilmu kemari?" tanya Raisa menekan suaranya.

__ADS_1


" Dia yang menyuruhmu kemari!" teriak Raisa menunjuk Melody dengan penuh kemarahannya.


" Hey, Raisa jangan samakan aku dengan dirimu. Aku bukan kau yang sudah bekas. Jika undangan aku menginkan yang sudah kau rencanakan untuk dirimu. Itu karena pilihan Ardian dan kebetulan kamu sama-sama menyukainya karena sepemikiran. Tapi beda dengan WO. aku tidak memanggil dia. Karena aku sudah katakan aku tidak sama denganmu yang menyukai bekas," sahut Melody yang membantah tuduhan Raisa.


" Jadi jika bukan dirimu siapa yang melakukannya. Kau memang sengaja Melody ingin merusak semuanya, merebut semuanya. Pertama undangan dan sekarang kau ingin memakai WO yang sama dengan perencanaan pernikahan ku dan juga Ardian," ucap Raisa dengan penuh kemarahan.


" Aku sudah mengatakan bukan aku. Jadi jangan menuduhku," bantah Melody dengan tegas. Jika bukan dirimu lalu siapa?" teriak Raisa menunjuk tepat di wajah Melody.


" Aku yang melakukannya!" tiba-tiba terdengar suara yang membuat mata tertuju pada suara itu yang ternyata dia adalah Lea.


" Lea. Aku sudah menduga ini pasti kerjaannya," batin Melody.


Lea berjalan menghampiri ruang tamu dengan tangannya yang di lipat di dadanya.


" Aku kebetulan mengenal mbak Ira. Jadi aku ingin membantu resepsi pernikahan Melody. Jadi aku memanggilnya. Ya Mbak Ira kaget karena dia mengatakan dia memang sedang mengurus pernikahan keluar Malik. Tapu yang dia tau Ardian dan Raisa. Jadi aku menjelaskan semuanya dan pada akhirnya tidak ada salahnya memanggilnya kemari," ucap Lea dengan santai.


" Jadi semua ini kau yang melakukannya!" geram Raisa. Lea mengangguk santai.


" Kalian dengar semua di sini. Mbak Ira adalah So untuk pernikahan ku dan juga Ardian dan aku tidak mau kalian juga memakai jasanya," ucap Raisa menekankan.


" Tapikan Raisa kamu sudah tidak jadi menikah dengan Ardian," sahut Lea.


" Diam kamu Lea!" bentak Raisa. Lea pun diam dengan menggedikkan bahunya.


" Aku tidak mau dan tetap tidak mau," tegas Raisa.


" Maaf Bu Raisa. Tetapi Pak Ardian juga meminta saya untuk menjadi jasa WO pernikahan ini," sahut Ira yang mengagetkan Raisa.


" Apah Ardian menyetujuinya," sahut Raisa yang tidak percaya. Ira mengangguk membenarkan.


" Ardian kamu benar-benar," batin Raisa yang sudah kehabisan kesabaran. Raisa pun langsung pergi dengan penuh kemarahan. Melody menyimpan senyum tipis di balik kepergian Raisa.


" Kamu sudah merusak mentalku Raisa. Kejiwaanku hancur bertahun-tahun. Bahkan sampai sekarang sakit itu masih ada. Jadi kita harus impas Raisa," batin Melody.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2