Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 44 Penyesalan terbesar.


__ADS_3

" Keterlaluan kamu Ardian!" ucap Widia yang baru bisa bersuara yang penuh kekecewaan dengan kelakuan anaknya itu.


" Apa yang kamu lakukan kepadanya. Sampai dia bisa seperti itu. Kamu apakan anak orang hah! kamu benar-benar sangat keterlaluan. Perbuatan kamu sangat tidak bisa di maafkan!" teriak Eyang besar.


" Eyang, aku berpisah dari Melody. Itu karena Melody yang meninggalkan ku. Aku dan dia.." sahut Ardian.


" Kamu masih membela diri," sahut Eyang besar bertambah emosi. " Pantas saja keluarganya begitu membencimu. Ternyata kamu itu bukan manusia. Kamu tau tidak keluarganya menyayangi, mempunyai mimpi terhadap anak perempuannya. Tapi apa yang kamu lakukan hah! kamu merusak semuanya dengan alasan dia meninggalkanmu. Ardian kamu itu jauh lebih dewasa dari pada Melody. Dia masih anak sekolah dan kamu sudah dewasa dan bisa-bisanya kamu menghancurkan mental anak seperti dia. Apa kamu tidak punya pikiran hah!" ucap Eyang yang terus marah-marah pada Ardian.


Ardian diam tanpa bisa bicara apa-apa. Dia lebih baik tidak menjawab. Karena apa yang di jawabnya hanya akan membuatnya semakin di salahkan.


" Keluar kamu dari sini. Sana kamu pertanggung jawabkan perbuatan kamu. Orang seperti kamu tidak akan pernah sadar dan tidak tau cara hidup. Keluar kamu dari sini!" usir Eyang besar dengan penuh emosi pada Ardian.


" Pergi Ardian!" ucap mamanya dengan pelan.


" Maafkan Ardian mah," ucap Ardian dengan suara seraknya.


" Jangan minta maaf pada mama. Tapi pada istrimu. Wanita yang sudah kamu sakiti. Tidak ada yang tau apa yang kamu lakukan kepadanya sampai dia bisa seperti itu. Mama, Eyang, dan Melody adalah seorang wanita. Dan kami jelas tau bagaimana anak itu. Kamu tidak akan mengerti. Karena kamu bukan seorang wanita. Kamu benar-benar sangat kelewatan," ucap Widia dengan penuh kekecewaan dan kemarahannya semakin bertambah besar.


" Sana kamu pergi! sebelum mama semakin muak denganmu," ucap Widia yang sudah benar-benar kecewa. Ardian hanya membuang napasnya perlahan dan langsung pergi dari ruangan itu. Air mata Widia yang jatuh membuat Ardian merasa sakit. Dia telah membuat ibu yang paling di cintainya telah kecewa kepadanya dan itu baru menjadi kan penyesalan yang terbesar untuk Ardian.


" Bakar kaset itu!" titah Eyang besar.


" Iya mah," sahut Widia yang memang harus membakar kaset itu sebelum Melody melihatnya. Tidak tau apa yang terjadi ketika Melody melihat hal itu. Itu hanya mengingatkan Melody pada masa lalu yang begitu kelam itu.

__ADS_1


**************


Melody keluar dari kamar mandi. Dia baru selesai melakukan aktivitas mandinya. Melody keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan sedang di keringkan dengan handuk putih. Tiba-tiba ada satu benda yang berada di atas meja yang membuat Melody heran apa lagi jika bukan kaset.


" Kaset apa ini?" tanyanya kebingungan yang memegang kaset itu. Melody melihat-lihat kaset itu dan terlihat ada tulisannya


to Melody.


" Untukku. Memang ini dari mana," batinnya kebingungan. Melody melihat-lihat di sekitar kamar dan melihat laptop di atas meja kerja Ardian. Melody pun langsung mengambil laptop tersebut membawanya ke atas tempat tidur.


Melody duduk di tengah tempat tidur dengan bersilah kaki dan langsung memasang kaset tersebut yang membuatnya penasaran.


" Apa ini isinya," batinnya yang langsung menekan enter.


" Ha-ha-ha," Melody langsung tertawa ketika melihat isinya yang mana ternyata keponakannya Chaca yang wajahnya di penuhi coklat.


" Astaga Chaca kamu itu ada-ada aja!" ucapnya yang tertawa hampir sakit perut melihat keponakan kesayangannya.


Ternyata Melody yang tertawa terbahak-bahak di atas tempat tidur yang melihat Vidio dari kaset itu di perhatikan Ardian dari pintu kamar. Ardian Melihat istrinya yang tertawa luas dari pintu yang terbuka sedikit.


Ini pertama kali Ardian, melihat Melody tertawa seluas itu. Pasti dulu Melody adalah wanita yang begitu ceria. Tetapi memang dia yang sudah menghancurkan senyum dan tawa itu. Dan sekarang Melody terlihat bahagia tanpa ada beban sedikit pun.


" Aku tidak tau Melody. Jika kamu pernah mengalami semua itu. Apa iya aku begitu kejam kepadamu dan menjadi alasanmu menutup ingatan untuk masa indah kita ber-2. Itu yang membuat kamu tidak bisa memberiku kesempatan," batin Ardian dengan penuh penyesalan yang menatap sendu Melody yang tertawa-tawa di dalam kamar.

__ADS_1


" Kata maaf tidak akan bisa menggantikan semuanya," batin Ardian yang sebenarnya tau apa yang harus di lakukannya. Tetapi Ardian adalah Pria yang tidak bisa tegas, menye-menye dan tidak punya komitmen. Makanya pernikahannya seperti itu.


*********


" Tante sudah kasih kasetnya pada Melody?" tanya Raisa pelan yang berjalan menuruni anak tangga.


" Kamu tenang saja semuanya sudah beres. Tante sudah meletakkan di kamar Melody. Saat Ardian tidak ada dan Melody di kamar mandi," ucap Raisa.


" Lalu bagaimana jika Melody tidak melihatnya dan merasa itu bukan punyanya dan malah memberikannya pada Ardian?" tanya Raisa panik.


" Raisa, kamu pikir Tante sebodoh itu hah! Tante sudah memberi tanda. Jika itu untuk Melody. Jadi kamu tenang saja. Melody akan melihatnya dan kita tunggu saja reaksi dari Melody," sahut Novi dengan percaya dirinya.


" Syukurlah kalau begitu. Aku berharap cepat-cepat. Agar dia kambuh dan resepsi tidak jadi. Karena hanya tinggal 1 hari lagi," ucap Raisa dengan penuh harapan.


" Shutt diam, kamu lihat dia," bisik Novi ketika melihat Lea menaiki anak tangga yang berpapasan dengan mereka.


Sepertinya Lea dan Raisa ataupun Novi memang saling tidak suka. Sehingga mereka berpapasan begitu saja tanpa menegur atau apapun. Lea naik dan Raisa bersama Novi turun. Ya sangat datar dan hanya diam.


" Hmmm, kalian begitu bahagia. Apa menurut kalian rencana kalian sudah berhasil. Tidak kalian tau saja bahwa rencana kalian sudah berubah menjadi apa yang kalian takutkan," batin Lea dengan menyunggingkan senyumnya.


Saat Raisa dan Novi membicarakan masalah Melody dan juga merencanakan niat mereka untuk menghancurkan resepsi Melody dan Ardian. Ternyata Lea mendengarnya dan langsung memutar kepala untuk mengambil ide.


Lea menukar kaset tersebut, memberikan yang asli pada Eyang besar dan di lihat bersama Widia sementara yang palsu. Lea memberikan Vidio keponakan dari Melody. Bukannya sakit jiwa atau kambuh. Tetapi justru Melody terhibur dan pikirannya pasti sudah jauh lebih baik.

__ADS_1


Sementara Ardian yang habis-habisan kenak maki, di marah-marah oleh Eyang besar dan Raisa dan Novi harus menerima nasib yang rencana mereka yang akhirnya berantakan


Bersambung.


__ADS_2