
" Apa maksud kamu Melody?" tanya Marsel dengan kata-kata Melody.
" Kak. Kakak yang sudah membuatku untuk kembali pada Ardian. Aku menikah dengannya dan seharusnya bisa berpisah saat aku sadar. Tetapi kakak yang tidak menginginkan semua itu dan tetap menempati bersamanya dan itu takdir sehingga akhirnya aku dan Ardian saling mengetahui apa yang terjadi dan semua ini terungkap," ucap Melody menegaskan.
" Jadi kamu ingin mengatakan jika kakak yang bersalah dalam hal ini," sahut Marsel.
" Bukan bersalah! tapi semuanya sudah di atur dalam takdir. Mau sejauh apapun masa lalu tertutup. Tetapi tetap akan terungkap jika memang masa lalu itu tidak selesai dan hanya salah paham," jelas Melody.
" Jadi aku mohon kak tolong mengertilah situasi ku saat ini," ucap Melody.
" Kau bicara seperti ini karena masih ingin membela dia?" sahut Marsel menekan suaranya.
" Bukan begitu!" sahut Melody.
" Minggir! apapun yang kau katakan. Aku tidak akan puas sebelum menghabisinya," ucap Marsel yang rahang kokohnya mengeras.
" Kak!" lirih Melody.
" Aku bilang minggir Melody!" teriak Marsel
menarik Melody dan mendorong Melody sampai jatuh kelantai yang membuat semua orang kaget dengan kasarnya Marsel yang seperti kesetanan.
" Melody!"
" Melody!"
" Melody!"
" Melody!!!!"
Ardian langsung menghampiri Melody "
__ADS_1
kamu tidak apa-apa?" tanya Ardian Melody hanya menggelengkan.
" kak Marsel tolong jangan kasar kepadanya. Aku sudah mengatakan ini salahku. Jadi cukup aku saja yang kakak perlakukan seperti ini," sahut Ardian pasang badan untuk melindungi istrinya yang masih duduk di lantai.
" Kau memang pasti akan kubunuh!" teriak Marsel yang ingin menghampiri Ardian. Namun Wawan menghentikannya.
" Cukup! sekali lagi kau seperti kesetanan seperti ini. Papa yang akan memukulmu!" tegas Wawan memberikan ancamannya.
" Mas sudah jangan main tangan terus," sahut Dania menenangkan suaminya.
" Melody katakan dengan jejak apa yang terjadi. Jangan berbelit-belit seperti ini!" tegas Wawan.
" Ardian bicaralah dengan jelas. Apa yang terjadi dengan kamu dan Melody. Ayo selesaikan masalah ini. Katakan yang sebenarnya. Jadi jangan menjadi seorang pengecut!" sahut Dania.
" Maafkan aku ma. Apa yang di katakan kak Marsel adalah kebenarannya. Melody tidak tidak pernah di perkosa. Tetapi justru aku Pria yang menghancurkan kehormatannya," ucap Ardian jujur. Dania dan Wawan begitu terkejut mendengarnya yang sungguh mereka tidak menduga hal itu, jika Ardian Pria yang dulu di percaya bisa melakukan hal itu.
Melody sudah pasrah, dia memang masih ingin menutupi semua itu. Karena dia juga sudah menikah dengan Ardian.
" Aku memang bajingan yang sudah merusak putri kalian berdua," lanjut Ardian tertunduk dengan kesalahan yang di lakukannya.
" Itu karena dia ingin melindungi bajingan itu," sahut Marsel.
" Diamlah Marsel!! mama tidak bicara kepadamu!" teriak Dania dengan tegas membuat Marsel diam.
" Kenapa kamu diam Melody, katakan pada mama kenapa berbohong. Membiarkan hidup kamu hancur dan membiarkan Ardian lari dari tanggung jawab. Kamu tau Melody betapa hancurnya hati seorang ibu ketika anak perempuannya yang masih remaja. Pulang dalam keadaan hancur baik fisiknya, verbal dan juga hancurnya dirinya. Dan ternyata itu suatu kebohongan yang pada kenyataannya pacarmu pelaku sebenarnya," sahut Dania yang begitu kecewa dengan tangisannya yang terdengar membuat Melody semakin bersalah.
" Kamu begitu mengecewakan mama!" ucap Dania yang terasa begitu sesak.
" Maafkan Melody mah, Melody salah. Saat itu Melody tidak mengatakan apa-apa. Karena hubungan Melody berantakan. Karena Melody dan Ardian salah paham dan saling membenci pada saat itu," sahut Melody memberikan alasannya. Namun masih tidak berani menatap ke-2 orang tuanya.
" Aku yang bersalah dalam hal ini. Aku tidak bisa membaca situasi saat itu dan aku tidak tau jika Melody mengalami hal sulit karena kejadian itu," sahut Ardian yang juga berlomba untuk menyalahkan dirinya sendiri.
__ADS_1
" Lalu setelah merusak anakku dengan janji manis mu. Kau ingin membaginya pada teman-teman mu," sahut Dania.
" Tidak mah!" bantah Ardian.
" Keterlaluan kamu Ardian kau sangat di percaya untuk menjaga Melody. Tetapi kau malah menghancurkan kehormatannya dan tega membuatnya menjadi remaja yang frustasi. Kau tau kami keluarganya yang hancur karena perbuatanmu dan kau malah menjalankan hidupmu dengan enak dan kami di sini," ucap Dania yang tidak kalah marahnya pada Ardian.
" Mah, Ardian tidak melakukan itu. Dia tidak pernah menyerahkan Melody lada teman-temannya. Tapi memang teman-temannya yang memang memiliki niat jahat dan membuat skenario bahwa Ardian pelakunya," sahut Melody membela Ardian.
" Kau benar-benar masih membelanya Melody," sahut Marsel geleng-geleng.
" Itu kenyataan kak. Kami hanya di jebak. Jadi tolong percayalah. Ardian tidak melakukan hal serendah itu," sahut Melody menekankan.
" Aku sudah tau semuanya dari Rio dan kau masih saja membuat alasan untuk membelanya. Dia sudah memaksamu melakukan maksiat dan kau masih saja membelanya," geram Marsel.
" Rio berbohong kak. Ardian tidak melakukan itu. Dan Ardian tidak pernah memaksaku. Kami melakukan itu tanpa kami sadari karena kami di bawah pengaruh alkohol," ucap Melody. Marsel mendengus kasar mendengarnya.
" Mama dengar apa katanya. Lihatlah dia bahkan berani minum alkohol. Sungguh hebat kau Melody," sahut Marsel yang bertambah marah.
" Aku yang salah. Aku tidak bisa mengontrol diri dan Melody hanya korban," sahut Ardian.
" Memang dia korban bajingan, korban dari perbuatan bajingan sepertimu dan untuk itu," tegas Marsel.
" Iya aku bajingan dan aku mengakui semuanya dan pasti bertanggung jawab untuk kehancuran Melody. Kakak sudah tau jika aku adalah pelaku dari segala hancurnya Melody 4 tahun lalu. Aku membuat Melody hancur berantakan, masuk rumah sakit jiwa, mentalnya hancur, pendidikannya hancur," ucap Ardian mengakui kebejatannya.
" Lalu kenapa tidak bertanggung jawab saat itu Ardian?" tanya Dania menekan suaranya.
" Iya itu kebodohanku yang sudah tau melakukannya hal itu. Tetapi lari tanpa mengetahui jika Melody hamil dan juga melahirkan saat itu dalam keadaan mental yang berantakan," ucap Ardian membuat Melody kaget mendengar kata melahirkan. Dia merasa tidak pernah melahirkan.
Namun perkataan Ardian membuatnya kaget dan bahkan Marsel dan yang lainnya juga kaget jika Ardian mengetahui hal itu.
" Aku mengakui semua kesalahan ku. Aku mengetahui kebenaran saat kami sama-sama terjatuh dan juga menghilang. Kami juga mengetahui kesalah pahaman yang terjadi di antara kami. Kami juga mencari tau kebenaran yang juga tersembunyi yang justru Melody juga tidak tau. Jika dia memiliki seorang anak," sahut Ardian yang membuat semua orang kaget dan terutama Melody.
__ADS_1
" Apa maksud kamu Ardian?" tanya Melody dengan suaranya yang serak.
Bersambung