Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 206


__ADS_3

Mobil Lea berhenti di depan Club. Lea sebelumnya mengecek di mana lokasi keberadaan Alvin dan akhirnya menemukan Alvin yang berada di Club. Mengetahui Alvin di Club sudah membuat perasaan Lea sudah tidak tenang. Perasaan gusar, perasaan cemas yang di hadapinya yang tidak bisa di artikannya.


" Argggghhh, tenang Lea. Kau harus tenang," batinnya yang merasakan resah yang masih berada di dalam mobil dan melihat ke arah dalam Club yang pasti penuh terlihat cerlap-cerlip karena lampu disko dari dalam sana.


" Aku tidak peduli dengan apa yang di lakukan Alvin di dalam sana. Yang pada intinya aku hanya ingin masalahku selesai dengannya," batin Lea yang beberapa kali membuang napasnya kasar. Setelah memastikan yakin akhirnya Lea pun turun dari mobilnya dan memasuki Club tersebut.


Pasti untuk Lea masuk ke dalam Club malam bukan hal yang pertama kali. Di antara keluarga Ardian Lea yang paling berani dan pasti pergaulannya jauh lebih liar. Dan masalah Club Lea sering berada di sana. Bahkan waktu dulu dia masih dekat dengan Melody sebelum Melody dan Ardian putus Lea juga sering membawa Melody ke tempat untuk menghilangkan penat itu.


Makanya Ardian sangat takut. Jika Melody terlalu dekat dengan Lea. Alasannya pasti karena hal itu. Karena takut Melody mengikuti jejak Lea. Padahal Lea juga tau sampai mana batasannya.


Lea memasuki Club tersebut. Di mana matanya langsung cari-cari keberadaan Alvin di setiap arah. Jangan tanya Club seperti apa. Yang pastinya bising dengan suara musik DJ yang membuat orang-orang menari-nari heboh yang menumpahkan kepenatan mereka.


Aroma alkohol sudah pasti yang paling khas dan asap rokok di mana-mana. Sudah seharusnya orang seperti Lea yang juga sedang banyak masalah berada di sana untuk menghilangkan stres. Tetapi tujuannya malam ini bukan untuk kesenangannya melainkan untuk mencari Alvin yang sampai detik ini masih di carinya.


" Di mana dia!" kepala Lea terus berkeliling mencari pria itu.


" Apa mungkin dia sudah memesan kamar," Lea berpikiran buruk pada Alvin. Ya dia tau Alvin Pria seperti apa dan mungkin apa yang di pikirkannya adalah kebenarannya.


Lea terus mencari-cari sampai akhirnya Lea menemukan di mana Alvin. Alvin duduk di salah satu sofa yang sedang minum dan bahkan ada 2 wanita di kiri dan kanannya yang menemaninya minum dan pasti 2 wanita itu sudah meraba-raba dada Alvin di mana Alvin terus saja minum membiarkan 2 wanita itu menguasainya.


" Sudah kuduga!" umpat Lea dengan wajah kesalnya melihat tingkah buruk Alvin yang sudah ingin bersenang-senang dengan wanita lain sementara masalahnya dengan Alvin masih belum selesai.


Sebenarnya dari perkataan Alvin sudah jelas dia tidak ingin melanjutkan hubungannya dengan Lea. Namun Lea merasa tidak adil dan tidak menerima hal itu.


Dengan mengepal tangannya dengan kuat Lea langsung menghampiri Alvin dengan wanita-wanita jablai itu dan saat salah satu wanita ingin mencium Alvin. Lea dengan penuh amarahnya langsung menarik rambut wanita itu.

__ADS_1


" Ahhhhh," wanita itu mendongak melihat siapa yang menariknya, " hey apa yang kau lakukan, siapa kau!" teriak wanita itu menahan sakit saat Lea terus menariknya menjauh dari Alvin. Alvin yang sejak tadi minum kaget melihat kehadiran Lea. Namun melihat Lea yang membuat keributan membuat Alvin hanya mendengus dengan tersenyum miring.


" Siapa kau lepaskan sakit," wanita itu mengeluh dan Lea tidak peduli. Dia bahkan mendorong wanita itu sampai jatuh kelantai.


" Kau yang siapa berani sekali kau menciumnya. Kau tidak tau siapa dia," sahut Lea dengan penuh emosi. Lea melihat kebelakangnya. Alvin hanya santai dan menonton apa yang di lakukan Lea. Sementara satu wanita lagi masih ada di sampingnya dan keliahtanya wanita itu takut dengan Lea dan langsung lari sebelum mendapat tarikan seperti temannya.


" Bagus sebaiknya kau memang pergi. Sebelum aku mencabik-cabik mu," umpat Lea dengan penuh kemarahannya pada wanita yang lari cepat-cepat itu.


Tatapan Lea kembali kepada Alvin. Alvin menatapnya santai dan Lea menatapnya dengan horor. Alvin malah begitu santainya mengeluarkan senyumnya dan kembali ingin meneguk alkohol itu. Tetapi Lea langsung mengambil dari tangan Alvin dan langsung meneguknya sampai habis di depan Alvin.


" Apa yang kau lakukan Lea?" tanya Alvin dengan suara beratnya.


" Aku yang harus bertanya padamu. Apa yang kau lakukan di sini. Aku sibuk memikirkan hubungan kita, mencari mu kemana-mana dan kau malah enak-enakan di sini," ucap Lea yang marah-marah pada Alvin yang santai duduk menatap Lea yang berdiri di depannya.


" Kau tidak mengerti aku Alvin, seharunya...."


" Jangan menyuruhku untuk terus mengerti dirimu," sahut Alvin yang memotong pembicaraan Lea.


" Alvin!" lirih Lea.


" Aku tidak suka wanita bertele-tele Lea. Dan mungkin memang sebaiknya aku dan kau tidak memiliki hubungan terlalu jauh. Aku salah telah banyak berharap padamu. Jadi jangan mengganggu kesenanganku pergilah dari hadapanku!" usir Alvin.


" Kau benar-benar akan mengakhirinya hubungan kita?" tanya Lea yang ingin memastikan segalanya.


" Aku bertanya padamu dan 1 kesempatan untukmu. Apa setelah ini aku bisa mengatakan hubungan kita pada keluargamu?" tanya Alvin menatap Lea dengan serius yang menunggu jawaban Kayra.

__ADS_1


Namun Lea terlihat diam yang tidak bisa mengatakan apa-apa. Diamnya Lea membuat Alvin mendengus kasar dengan geleng-geleng kepala.


" Sekarang jawaban pertanyaan mu adalah jawaban pertanyaan dari mu juga. Yang artinya kau tidak menginginkan adanya hubungan ini," ucap Alvin menegaskan dan lagi-lagi Alvin terlihat begitu kecewa kepada Lea.


Alvin mendengus kasar, lalu berdiri di hadapan Lea, " seharusnya tidak perlu datang kemari. Karena kau sangat menggangguku," ucap Alvin dengan menatap Lea penuh kekecewaan.


" Alvin!" lirih Lea memegang tangan Alvin.


" Pergi dari sini!" usir Alvin dengan penuh kemarahan yang masih ditahannya.


" Aku tidak akan pergi. Aku akan pergi. Jika kita pergi bersama," ucap Lea dengan lembut berusaha membujuk Alvin. Alvin menyunggingkan senyumnya dan melepas kasar tangan Lea dari tangannya.


" Jika kau tidak mau pergi. Biar aku yang pergi," sahut Alvin yang melangkah melewati Lea.


" Aku melihat wanita itu memasukkan obat kedalam minuman yang tadi ingin kau minum," ucap Lea membuat Alvin menghentikan langkahnya.


" Dan minuman itu sudah ku minum. Aku tidak tau apa yang di campurkannya dan aku akan tetap berada di Club ini dan aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti padaku. Karena pengaruh obat itu," sahut Lea.


Alvin mendengarnya mengepal tangannya. Dia mengetahui Lea. Itu adalah wanita gila yang tidak bisa di kendalikan. Bisa saja Lea akan bertahan di Club itu dan di pastikan akan berbahaya baginya mengingat tempat itu banyak pria hidung belang.


" Aku berharap kau tidak akan membiarkanku di sini," sahut Lea yang kelihatan memberikan Alvin ancaman.


" Sial!" desis Alvin yang terlihat frustasi dengan Lea yang selalu saja membuat pikirannya tidak pernah tenang. Mau Lea menjadi pacarnya ataupun tidak.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2