
Marsel berada di kamarnya yang duduk di pinggir ranjang dengan dengan kakinya yang terbuka sedikit dengan ke-2 tangannya yang berada di wajahnya dan beberapa kali menghapus wajah kasar itu.
" Maafkan kakak Melody. Kakak pikir pernikahan kamu dengan Ardian akan membuat kamu banyak kesempatan untuk membalas sakit hati kamu. Tapi apa kamu justru jauh lebih menderita karena kamu masih mencintai Pria brengsek itu. Pria yang tidak menerimamu karena kamu sudah hancur. Pria yang meninggalkanmu karena kehancuran kamu," ucap Marsel yang meneteskan air matanya yang ikut sakit dengan kehancuran adiknya yang ke- kalinya.
" Melody katakan pada kakak apa yang terjadi. Kenapa kamu sampai seperti ini. Kenapa kamu nekat ingin bunuh diri. Katakan pada kakak," ucap Marsel dengan memegang kedua bahu adiknya yang bersandar di pagar jembatan yang melihat wajah adiknya yang penuh luka.
" Aku, aku, aku di perkosa," ucap Melody dengan terbata-bata. Marsel kaget mendengarnya yang mana sang adik di perkosa.
" Apa yang kamu katakan?" tanya Marsel.
" Aku tidak mau hidup lagi. Aku mau mati, aku tidak mau hidup lagi, aku sudah membuat mama dan papa kecewa, aku mau mati aja," ucap Melody berteriak-teriak yang merasa dirinya sudah hancur.
" Siapa yang melakukannya. Katakan pada kakak. Kakak akan membunuhnya!" teriak Marsel. Melody geleng-geleng.
" Lalu di mana Ardian. Kenapa dia tidak bersama kamu dan kamu bisa jadi seperti ini hah!" teriak Marsel.
" Aku dan Ardian putus setelah Ardian tau aku di perkosa. Dia meninggalkanku dan tidak ingin bersamaku lagi," ucap Melody dengan napasnya yang sesak. Marsel mengepal tangannya yang ingin membunuh Ardian.
" Kurang ajar kamu Ardian!" teriak Marsel.
" Dia tidak bisa meninggalkan mu seperti ini Melody. Aku akan bicara kepadanya," ucap Marsel.
" Jangan kak, Melody mohon. Jangan temui dia dan jangan katakan semua ini lagi kepadanya. Aku sudah tidak mau berhubungan dengannya lagi," ucap Melody yang menagis senggugukan yang merasa hancur dan Marsel yang juga gagal menjaga adiknya langsung memeluk Melody menengakan adiknya.
" Maafkan Melody. Melody harus bohong pada kakak. Jika kakak tau Melody dan Ardian sudah melakukan hubungan itu. Kakak pasti akan semakin marah karena Ardian meninggalkan Melody setelah merusak Melody. Maafkan Melody kak Melody tidak ingin berurusan dengannya lagi," batin Melody.
Melody mengarang cerita untuk menutupi apa yang terjadi. Marsel menemukannya saat itu juga saat Melody ingin bunuh diri yang merasa tidak berguna. Sengaja mengatakan dia di perkosa. Agar kakaknya tidak mengait-ngaitkan semuanya pada Ardian.
__ADS_1
Mengingat apa yang terjadi membuat Marsel meneteskan air matanya kembali.
" Bukannya menjaga adikku. Kau malah meninggalkannya di saat dia membutuhkanmu. Hidupnya karena perbuatanmu. Kau benar-benar bukan manusia Ardian. Kau laki-laki pengecut yang meninggalkan Melody dan memilih bersama wanita itu," desis Marsel yang kebenciannya pada adik iparnya semakin besar.
Semua yang terjadi pada Melody membuat Melody trauma dan terus ingin bunuh diri. Melody hancur, berhenti sekolah demi melakukan perobatan yang serius selama 1 tahun dari rumah sakit jiwa psikolog dan terapi lainnya untuk memperbaiki mentalnya sampai akhirnya Melody sembuh total dan kembali melanjutkan pendidikannya.
Dari kesembuhan itu tidak satupun kenangan indah bersama Ardian yang di ingatnya. Makanya saat bertemu Ardian di lain kesempatan hanya ada benci dengan getaran hati.
Dan apa yang terjadi antara Melody dan Ardian malam itu ternyata tetap menjadi rahasia Melody dan hanya mengatakan dia di perkosa orang yang tidak di ketahuinya siapa. Kesembuhan Melody masih menyimpan beban di dalam pikiran Melody.
************
Mentari pagi kembali tiba. Melody membuka matanya perlahan. Mata itu terasa lengket karena mungkin menangis semalam sampai susah untuk di buka kembali. Apa yang di pikiran Melody akan hilang begitu saja dengan sendirinya.
Melody pun berusaha untuk duduk dan langsung dengan sekuat tenaganya. Pasti tubuhnya lemas mendadak. Karena mengalami perang batin tadi malam. Melody memijat kepalanya yang sedikit berat. Lalu menoleh kesamping dan mengejutkan melihat boucket mawar pink di atas nakas.
Mata Melody sampai terbelalak dengan melihat bunga itu. Dan Melody yang kebingungan langsung mengambilnya.
..." Morning, aku minta maaf dengan pertengkaran kita selama ini. Maafkan aku Melody yang tidak mengerti perasaan kamu....
...Ardian...
Mata Melody yang membulat sempurna benar-benar kaget dengan bunga itu yang ternyata dari Ardian. Melody tiba-tiba tersentak yang seperti orang terkejut.
" Aku tidak salah, dia memberiku bunga," ucap Melody yang menyibak rambutnya kebelakang yang merasa tidak percaya suaminya yang keras kepala itu tiba-tiba meminta maaf dengan manisnya memberikannya bunga dan bahkan menulis surat. Aissss Melody merasa ada yang salah dengan Ardian dan pasti ada yang tidak beres.
Krekkk tiba-tiba pintu kamar di buka dan Melody langsung melihat ke arah pintu di mana Ardian yang datang dengan membawa nampan yang sepertinya berisi makanan.
__ADS_1
" Kamu sudah bangun!" ucap Ardian dengan lembut dan melangkah mendekati ranjang dan Melody hanya diam dengan wajahnya yang penuh kebingungan.
" Kamu suka bunganya?" tanya Ardian yang tersenyum pada Melody. Dan Melody seperti orang linglung.
" Kamu kenapa?" tanya Melody heran.
" Memang aku kenapa?" tanya balik Ardian.
" Ya ini apa, kamu tiba-tiba kasih bunga, terus sarapan, kamu lagi sakit," sahut Melody heran.
" Yang sakit itu kamu bukan aku," sahut Ardian dengan mengambil bunga yang di pegang Melody, meletakkannya di atas nakas. Lalu mengaduk bubur itu dan langsung menyendokkan pada mulut Melody.
" Ayo buka mulutmu!" ucap Ardian. Melody menggelengkan kepalanya yang merasa Ardian sungguh aneh.
" Cepat buka. Jangan mengacaukan hari ini," ucap Ardian dengan menegaskan pada Melody.
" Apa maksudmu aku tidak mengerti?" tanya Melody heran.
" Aku ingin memberimu kebahagian 1 hari saja dari kamu bangun sampai kamu tidur lagi. Jadi jangan mengacaukan rencanaku dengan keras kepalamu itu," ucap Ardian.
" Apa maksudmu, kebahagian apa dan kenapa hanya satu hari," sahut Melody.
" Melody makanlah, jangan bertanya terus. Biarkan hari ini menjadi hari untuk kita berdua. Supaya pikiran kamu itu fress," ucap Ardian. Namun Melody hanya penuh kebingungan dengan apa yang di katakan Ardian yang menurutnya aneh.
" Ayo makan!" ucap Ardian yang menaikkan 1 alisnya. Namun Melody tetap tidak membuka mulutnya dengan wajahnya yang penuh kebingungan melihat Ardian yang bertingkah aneh. Melihat Melody bingung membuat Ardian langsung mengecup bibir Melody dan Melody kaget dengan apa yang di lakukan Ardian yang bisa-bisanya dia lengah.
" Apa yang kau lakukan!" ucap Melody kesal.
__ADS_1
" Aku menyadarkan mu untuk bangun dari mimpimu. Ayo makan. Jangan seperti ini lagi," ucap Ardian yang menegaskan pada Melody dan dengan terpaksa Melody membuka mulutnya.
Bersambung1