Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 137 Penegasan untuk Marsel.


__ADS_3

Di dalam mobil di pinggir jalan Ardian dan Melody duduk bersebelahan di bagian depan di mana kepala Melody di letakkan di bahu Ardian dengan air matanya yang tidak henti-hentinya keluar.


Sementara tangannya terus di genggam suaminya untuk memberikan Melody kekuatan dengan yang dia tau perasaan Melody begitu hancur.


" Apa selamanya akan seperti ini?" tanya Melody.


" Maafkan aku Melody. Ini semua salahku dan sekarang kamu mengetahui semuanya yang justru membuat kamu jauh lebih sakit. Maafkan aku Melody. Atas apa yang sudah terjadi. Kamu kehilangan anak kamu dan lagi-lagi. Semua karena aku," ucap Ardian yang merasa bersalah pada Melody.


" Lalu apa yang harus kita lakukan. Chaca anakku dan kak Gadis dan kak Marsel akan membawanya pergi. Kenapa dia begitu tega," ucap Melody yang menangis tersedu-sedu.


" Kamu bisa bersama Chaca dan keluarga kamu seperti apa yang seharusnya. Kamu bisa bahagia Melody bersama mereka dan aku akan mempertanggung jawabkan semuanya," ucap Ardian.


Mendengar hal itu membuat Melody menautkan alisnya dan langsung mengangkat kepalanya dari bahu Ardian dan melihat Ardian, " apa maksud kamu?" tanya Melody yang merasa ada yang tidak beres.


Ardian mendekati Melody dengan memegang ke-2 pipi Melody, " aku mencintaimu Melody. Ini hukuman untukku atas apa yang aku lakukan kepadamu. Aku membuat ke-2 orang tuamu terluka dan keluarga mu harus terus menagis karena kamu yang berantakan karena ulahku. Ini salahku Melody. Aku yang salah dengan semua ini. Chaca anak kamu sebelum aku ada kamu dan dia sudah bahagia. Dan ketika aku tau dan kamu juga tau. Jangankan untuk memilikinya. Sekarang bertemupun kamu sudah tidak bisa. Jadi tetaplah bersama keluargamu dan biarkan aku mempertanggung jawabkan semuanya," ucap Ardian.


Hal itu membuat Melody kaget sampai kepalanya geleng-geleng dengan perlahan, " tidak Ardian. Tidak apa yang kamu bicarakan. Mana mungkin kamu di penjara. Aku tidak mau itu," ucap Melody.


" Ini jalan satu-satunya untuk kamu tetap bersama Chaca. Kamu berhak bahagia," ucap Ardian.


" Tetapi kamu harus tau. Jika kebahagian ku. Hanya kamu. Jangan membuatku semakin banyak kehilangan. Aku tidak mau. Kita akan berusaha untuk mendapatkan Chaca. Kita akan berusaha. Jadi jangan ambil keputusan itu," ucap Melody yang tangisnya semakin kencang yang tidak terima dengan apa yang di pikirkan Ardian.


Ardian kembali memeluknya untuk menenangkan Melody yang terlihat begitu terpukul.

__ADS_1


" Aku hanya ingin kamu bahagia Melody. Kamu sudah banyak menderita. Aku tidak ingin kamu menderita lagi," ucap Ardian.


" Jika tidak ingin aku menderita. Jadi jangan melakukan hal konyol itu. Kita pasti bisa menyelesaikan semuanya," ucap Melody menangis terus di pelukan Ardian, Ardian hanya menenangkan dengan mengusap-usap rambut Melody.


**********


" Tidak seharusnya kamu melakukan ini Marsel!" bentak Wawan dengan tegas yang bicara serius dengan Marsel di ruang tamu bersama Dania istrinya.


" Papa membelanya anak dan menantu papa itu," sahut Marsel.


" Dia adikmu!" tegas Wawan.


" Adikku. Aku tau dia adikku dan sebagai kakak. Aku banyak melakukan hal-hal yang tidak terduga kepadanya. Semuanya aku lakukan kepadanya. Aku berjuang untuknya mati-matian. Keluarga kita dan lihat akhirnya apa. Anak itu tidak tau berterima kasih dan seenaknya membawa Chaca pergi," ucap Marsel dengan suaranya yang juga tidak kalah besar.


" Tapi kamu tidak bisa memungkiri. Jika Chaca anak Melody," sahut Dania mengingatkan hal itu.


" Kamu yang memulai Marsel dengan membawa Chaca ke Malaysia alasan pulang kampung," sahut Wawan dengan menekan suaranya.


" Aku memang hanya membawanya pulang kampung," tegas Marsel.


" Bagaimana mungkin kamu membawa Chaca pulang kampung dan kamu bahkan diam-diam ingin memindahkan akte kelahiran Chaca," sahut Wawan dengan volume suaranya yang tidak kalah kencangnya.


" Apa maksud papa?" tanya Marsel dengan wajahnya yang panik.

__ADS_1


" Kamu pikir papa tidak tau. Jika kamu punya rencana memalsukan dokumen kelahiran Chaca dan kamu bersama Gadis memang berniat untuk membawa Chaca pergi. Dengan kalian menetap di Malaysia," tegas Wawan yang sepertinya mengetahui sebelumnya apa yang di rencanakan putranya.


" Papa menyelidiki ku," sahut Marsel dengan suara rendahnya.


" Jadi benar apa yang di katakan papa kamu Marsel, jika kamu benar-benar ingin melakukan itu," sahut Dania yang kelihatan tidak tau rencana putranya itu.


" Iya aku melakukannya," sahut Marsel membenarkan perkataan Wawan.


" Kamu ini ya Marsel. Keterlaluan!" ucap Dania kaget. " Kamu sungguh tega memisahkan Melody dari anaknya. Apa yang ada di pikiran kamu sampai tega melakukan semua ini!" ucap Dania yang tidak habis pikir dengan perbuatan Marsel.


" Aku melakukan ini untuk memberi pelajaran pada Ardian," sahut Marsel yang mencari pembelaan.


" Pelajaran kamu bilang. Kamu tidak berhak Marsel melakukan semuanya. Kamu tidak berhak untuk keputusan kamu. Kamu lihat adik kamu bagaiman tadi dia begitu tersiksa harus berusaha untuk mengingat semuanya. Kamu lihat perjuangannya Marsel dan kamu sanggup melakukan ini kepadanya. Kamu terang-terangan memberikannya ancaman dengan kelemahannya. Apa kamu tidak memikirkan kondisi adik kamu setelah ini," ucap Dania yang marah-marah pada Marsel.


Perbuatan Marsel adalah salah dan dia sebagai ibu bukan membela Melody atau berpihak pada Marsel. Tetapi hanya semampunya untuk menjadi ibu yang bijak.


" Mama dan papa terus saja membela dia. Tanpa memikirkan aku dan juga istriku," sahut Marsel dengan suara rendahnya.


" Ini bukan masalah siapa yang membela ini atau itu. Tapi mama adalah seorang ibu yang memiliki anak. Bagaimana Marsel jika ada orang yang memisahkan kamu dari mama. Kamu tidak akan mengerti. Karena bukan kamu yang mengalaminya. Kamu berbuat seperti ini seolah-olah Melody yang salah. Kamu taukan dia sakit jiwa saat melahirkan. Apa dia tau apa-apa saat itu. Kecuali Marsel dia membuang anaknya dalam keadaan sadar dan sekarang ingin mengambilnya. Mungkin mama tidak akan bicara seperti ini kepada kamu," ucap Dania marah-marah sambil menunjuk-nunjuk Marsel.


" Kamu itu keterlaluan. Kamu seorang kakak yang mana seharusnya ada bersama adiknya. Tapi kamu tidak sadar perbuatan kamu sudah kembali merusak mental Melody. Kamu memberinya ancaman menggunakan suaminya yang kamu tau kelemahannya. Kamu sangat kejam Marsel," maki Dania yang tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Mama sangat kecewa pada kamu. Sungguh sangat kecewa," tegas Dania yang langsung pergi dari hadapan Marsel yang tidak ingin bicara ini itu lagi kepada Marsel.

__ADS_1


" Kamu pikirkan baik-baik apa yang harus kamu lakukan," sahut Wawan yang akhirnya juga pergi. Karena sama dengan istrinya yang kecewa dengan Marsel.


Bersambung


__ADS_2