Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 29 Melody dalam masa lalu Ardian.


__ADS_3

Ardian membawa Melody kedalam kamar. Sepenjang perjalan Melody terus memberontak dengan lengannya yang di tarik paksa oleh Ardian.


" Lepaskan tanganku Ardian!" Bentak Melody yang berhasil melepaskan tangannya sendiri dari Ardian. Melody mengusap-usap lengannya yang memerah akibat ulah Ardian yang mencengkeramnya lumayan kuat.


" Apa-apaan sih kamu! bisa tidak nggak usah tarik-tarik," ucap Melody kesal dengan Ardian yang berdiri di depannya.


" Kamu yang apa-apaan. Kamu bisa tidak mengontrol kata-kata mu," sahut Ardian.


" Oh, jadi kamu semarah ini. Karena aku menyadarkan selingkuhan mu itu iya," sahut Melody bertambah marah.


" Cukup Melody, jangan memperbesar masalah dengan mencari bahan lain," sahut Ardian dengan tegas.


" Siapa yang menambahi masalah. Kamu yang menambahi masalah," sahut Melody yang selalu menyambar ucapan Ardian.


" Terserah kamu ya Melody. Aku sudah capek. Melody aku meminta kepadamu jangan membuat keributan bersama Raisa di rumah ini. Di sini bukan hanya kamu yang tinggal. Tetapi banyak orang. Jadi tolong hargai dan jangan mencari keributan," tegas Ardian.


" Kau menyalahkanku. Kau tidak melihat dia yang mencari gara-gara duluan itu siapa. Dia sengaja muncul dan ikut campur dan sekarang dengan mudahnya kau mengatakan aku yang mencari ribut. Dia mencari masalah," sahut Melody yang marah-marah membela dirinya dengan matanya berkaca-kaca yang pasti tidak terima Ardian menuduhnya.


" Dia tidak akan melakuka itu. Jika kamu tidak mencari masalah duluan," sahut Ardian. Melody mendengus kasar mendengar kata-kata Ardian yang menyalahkannya.


" Masalah katamu. Jadi kau menganggap aku yang mencari masalah. Di mana aku mencari masalahnya. Aku tanya padamu Ardian. Siapa yang membawaku Kerumah ini. Kamu yang menikahiku dan membawaku kemari. Jadi masalahnya di mana. Kau mengatakan aku yang membawa masalah," ucap Melody dengan merendahkan suaranya. Mata itu bahkan menahan air matanya.


" Dan sekarang kau menyalahkan ku. Siapa yang salah. Aku kau atau dia. Kau itu bajingan ya Ardian, kau menjebak ku kedalam semja ini kau sungguh bajingan," maki Melody yang tidak bisa mengendalikan dirinya. Ardian hanya membuang napasnya panjang yang terlihat lelah dengan mengusap kasar wajahnya dengan tangannya.

__ADS_1


" Baiklah, aku yang salah. Semua ini terjadi karena aku. Aku yang memang yang salah. Yang seharusnya tidak menikahimu," sahut Ardian. Entah kenapa hati Melody begitu sakit mendengar kata tidak seharusnya seolah ada penyesalan di dalam diri Ardian dan itu mampu membuat air matanya jatuh.


" Mengertilah Melody. Raisa juga korban," Lanjut Ardian dengan napasnya yang sesak. Mendengar kata korban membuat Melody seakan semakin sakit.


" Korban katamu. Kau mengatakan dia korban. Lalu bagaimana dengan diriku hah! Apa aku tidak korban dengan semua perbuatan mu. Kau memang hanya mementingkan perasaannya. Lalu kenapa tidak menikah dengannya. Kenapa menikahiku Ardian?" tanya Melody dengan air matanya yang mengalih dan Ardian melihat air mata itu seolah merasa bersala yang terus menatap manik wajah itu.


" Egois. Kau benar-benar sangat egois Ardian. Kau memang sudah menujukkan siapa dirimu. Aku mencoba untuk melupakan semua penghiyanatan mu kepadaku!" tunjuk meloduy tepat di wajah Ardian. " Tapi apa yang kau lakukan. Kau kembali masuk kedalam hidupku kau kembali menghacurkanku dengan dengan menyandingkanku dengan wanita itu. Apa kau ingin membanding-bandingkanku dengan dia. Kau ingin mengujiku, mencobaku dan setelah itu kau... Kau... Melody tidak sanggup kan kata-katanya lagi diamnya Ardian membuatnya semakin membenci Ardian.


" Kau menjebakku Ardian dengan semua ini Apa kau belum puas menyakiti ku dulu Apa kau belum membuat ku mati rasa selama bertahun-tahun. Apa kau belum puas menjadikan ku wanita yang memiliki trauma ketakutan dalam hubungan apa menghancurkan segalanya. Brengsek kau Ardian!" teriak Melody yang memukul-mukul dada Ardian dengan ke-2 tangannya.


Ardian pasrah dengan apa yang di lakukan Melody. Masa lalu yang di ungkap Melody juga hanya membuatnya diam.


" Kau itu jahat Ardian. Kau benar-benar jahat. Apa salahku kepadamu kenapa kau setega ini menghancurkan hidupku. Apa salahku Ardian. Apa salahku Ardian. Apa salahku bajingan," ucap Melody yang terus memukul- Ardian.


" Kau sungguh jahat Ardian, kau sungguh jahat," lirih Melody yang suaranya semakin memelan dan akhirnya terjatuh dan Ardian dengan cepat menangkapnya dan Melody tidak sadarkan diri di pelukannya.


" Melody," panggil Ardian dengan lembut tidak ada jawaban dan melihat wajah yang masih menagis itu.


" Maafkan aku Melody!" lirih Ardian yang akhirnya Ardian langsung menggendong Melody ala bridal style dan membawanya ke atas ranjang.


Ardian membaringkan Melody di atas tempat tidur dengan perlahan. Ardian duduk di samping Melody dengan menyinggirkan anak rambut yang lengket di pipi Melody mengusap air mata di pipi yang masih terus mengalir walau Melody sudah tidak sadarkan diri. Ardian menatap sendu wajah Melody yang benar-benar Melody begitu sangat menderita. Karena ulahnya sendiri.


Flash back.

__ADS_1


" Kak Ardian. Aku bisa menerima apapun dalam hidupku. Tetapi aku tidak bisa menerima penghiyanatan. Sakiti aku dengan cara lain. Tetapi dengan cara itu. Aku bisa memastikan aku akan sengat menderita jika mendapatkan itu," ucap Melody yang berbicara serius di dalam pelukan Ardina.


Ardian yang memeluknya erat di dari belakang yang mana mereka ber-2 duduk di atas tebing yang langsung melihat lautan yang ombaknya begitu tinggi..


" Kenapa bicara seserius itu Melody. Jika itu yang membuatmu menderita mana mungkin aku melakukannya. Lagian tidak ada alasanku untuk melakukan itu kepadamu," sahut Ardian yang meyaki kan Melody.


" Sungguh?" tanya Melody menengok ke arah Ardian. Ardian tersenyum dengan menganggukkan matanya.


" Baiklah, aku memperyai mu," sahut Melody. Ardian tersenyum denga memeluk erat Melody.


" Mari ketempat ini 10 tahun lagi," ucap Ardian.


" Terlalu lama, aku ingin setiap hari ketempat ini," sahut Melody.


" Aku juga," sahut Ardian yang memeluk erat Melody.


Lintasan ingatan di masa lalu membuat Ardian penuh penyesalan. Yang mana yang ditakutkan Melody akhirnya kenyataannya.


" Maafkan aku Melody. Maafkan aku yang sudah membuatmu menderita. Jika menikahimu adalah mewujutkan impianmu sebelum kamu tiada aku melakukan itu untuk dirimu. Tapi takdir ternyata tidak melepasku. Dia tidak membiarkan aku semuadah itu melakukannya. Dia menghukum ku dengan pernikahan ini. Melody aku hanya berusaha untuk memperbaiki semuanya," ucap Ardian yang menatap nanar wajah Melody.


" Aku minta maaf jika aku sudah menghancurkan hidupmu. Aku menjadikan mu wanita yang kehilangan keceriaan. Maafkan aku Melody," ucap Ardian yang memegang tangan Melody dengan erat yang benar-benar merasa bersalah pada Melody.


Melody adalah wanita yang pernah di cintainya. Tatapan Ardian kepada Melody bahkan sangat jelas menunjukkan jika Ardian masih mencintainya. Ya mungkin memang benar pernikahan itu takdir untuk mereka yang harus menyelasaika masalah yang tidak di selesaikan di masa lalu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2