Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 178 Saling baku hantam.


__ADS_3

Melody dan Lea berusaha untuk keluar dari tempat itu. Yang mereka tidak juga menemukan jalan keluar karena memang tempat itu begitu luas dan tidak satupun mereka menemukan pintu.


Sementara di sisi lain di dalam mobil yang di setiri Evan dan Rasti di sampingnya. Ardian dan Alvin duduk di belakang di kursi penumpang yang mana mereka juga semakin panik.


" Rasti apa masih lama sampai lokasinya?" tanya Ardian yang terlihat tergesa-gesa.


" Beberapa menit lagi Ardian," sahut Rasti.


" Evan cepatlah menyetir!" titah Ardian yang mendesak Evan.


" Iya Ardian ini sudah cepat. Tetapi kamu lihat sendiri. Jalannya bukan aspal melainkan tanah liat. Jadi mobilnya agak susah jalan," sahut Evan mengeluh. Karena dia sudah begitu berusaha menyetir secepat mungkin agar cepat sampai.


" Kemana mereka membawa Melody. Kenapa perasaanku semakin tidak bisa di kendalikan. Kenapa aku semakin mengkhawatirkan Melody. Aku takut terjadi sesuatu padanya," sahut Ardian yang tidak mengerti dengan perasaannya.


" Sabarlah Ardian. Aku yakin tidak akan terjadi apa-apa," sahut Rasti.


" 2 wanita itu benar-benar keterlaluan. Aku benar-benar tidak akan mengampuni mereka," batin Alvin yang sedari tadi begitu panik dengan tangannya yang terkepal yang sudah tidak sabaran ingin bertemu dengan 2 wanita yang meresahkan itu. Mungkin dia panik. Karena Lea ada di sana.


**********


Lea dan Melody terus mencari pintu yang untuk jalan keluar dan tidak tau sudah berapa jam mereka berkeliling di tempat itu. Ke-2nya bahkan sudah terlihat lelah dan berhenti sejenak untuk mengatur napas.


" Di mana sebenarnya pintu utamanya," ucap Melody dengan napasnya yang naik turun.


" Aku juga tidak tau. Aku sudah kehausan," sahut Lea yang memegang tenggorokannya yang terasa begitu kering. Dia dan Melody sama-sama dehidrasi.


" Ya Allah berilah kami petunjuk," ucap Melody dengan doa dan harapannya.


" Melody!" ucap Lea yang membuat Melody melihat ke arahnya dan sementara Lea fokus melihat ke arah sesuatu yang akhirnya membuat Melody juga melihat ke arah Lea yang ternyata melihat 2 daun pintu yang tinggi menjulang ke atas.

__ADS_1


" Akhirnya!" ucap mereka serentak dengan hembusan napas berat mereka.


" Ayo! jangan buang waktu," ajak Melody. Lea mengangguk dan mereka langsung menuju pintu itu. Setiba di sana mereka langsung membuka pintu yang pastinya di kunci.


Tidak ingin menyerah mereka ber-2 mencari-cari alat yang bisa di gunakan untuk membuka pintu. Dari benda kecil sampai besar mereka gunakan. Cukup lama mereka membuka pintu itu dan tidak ada usaha yang tidak menghasilkan yang akhirnya berhasil membukanya. Mereka berdua saling melihat dengan tersenyum lebar. Lalu sama-sama mengangguk dan langsung membuka pintu itu dengan hati yang begitu bahagia. Karena benar-benar akan bisa lolos.


Namun saat pintu berhasil di buka. Wajah yang tadinya tersenyum berubah menjadi begitu terkejut. Saat di depan pintu terlihat Raisa dan Novi yang menyunggingkan senyumnya dengan ke-2 tangan berada di dadanya yang membuat Melody dan Lea begitu terkejut.


" Mau kabur kemana kalian?" tanya Novi dengan senyum miringnya yang melangkah mendekati Lea dan Melody yang mana mereka ber-2 mundur saat langkah Rais dan Novi mendekati mereka.


" Kalian ingin kabur. Apa kalian pikir bisa," sahut Raisa dengan senyum kemenangan.


Lea dan Melody diam dan saling melihat yang mereka mundur terus saat 2 wanita itu semakin mendekati mereka. Melody melihat ke belakang dan melihat 2 anak buah Raisa dan Novi ada di sana membuat langsung mereka harus terhenti.


" Lepaskan kami!" ucap Lea.


" Mimpi," sahut Raisa.


" Apa yang harus aku lakukan," batin Lea yang juga penuh dengan kebingungan.


" Kalian ber-2. Benar-benar tidak akan bisa meloloskan diri. Takdir kalian mati di tempat ini," ucap Novi dengan tertawanya terbahak-bahak.


Melody dan Lea saling melihat. Yang mana mereka menganggukkan kepala mereka pelan yang sepertinya ada kode-kode yang sudah mereka rencanakan dari hati ke hati.


" Tangkap mereka!" perintah Raisa. 2 anak buah itu langsung melaksanakan perintah tuannya. Namun Lea dan Melody berhasil kabur yang mengambil kayu balok di sana dan langsung memukulkan pada anak buah itu.


Suara teriakan terdengar kuat saat sekali pukulan yang di lakukan Melody pada kepala anak buah itu mampu membuat pingsan dan Lea juga memukul yang satunya yang mengenai kakinya. Dan masih kuat. Yang mana Melody dan Lea harus melawan pria yang terlihat kuat itu.


" Kurang ajar!" umpat Novi dan Lea yang melihat anak buahnya sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


************


Sementara Ardian dan yang lainnya sudah tidak di dalam mobil. Mobil itu tidak bisa melaju lagi. Karena jalanan yang tidak memungkinkan dan membuat mereka harus jalan kaki yang mengikuti arah tujuan peta yang tabletnya masih di pegang Rasti.


" Apa mungkin mereka ada di sana!" tunjuk Alvin saat dari kejauhan melihat gedung tua. Yang mana semua mata tertuju pada tunjukan Alvin.


" Banyak kemungkinan," sahut Evan.


" Benar, pasti ada di sana," sahut Rasti sependapat.


" Kalau begitu ayo kita kesana!" sahut Ardian yang langsung berlari dan yang lainnya mengikuti. Berlari ketempat yang cukup jauh itu.


Sementara Lea dan Melody sekarang sedang baku hantam dengan Raisa dan Novi menggunakan tangan kosong. Melody dan Lea mampu membuat anak buah Raisa dan Novi lumpuh, pingsan tidak sadarkan diri dan sekarang mereka ber-2 harus berusaha melepaskan diri dari 2 wanita itu.


Melody sejak tadi tarik-menarik dengan Raisa. Saling memukul dan saling membalas, saling tarik-menarik rambut. Sepertinya sekalian Melody balas dendam pada Raisa makanya dia pun tidak mau kalah dengan Raisa.


Sama dengan Lea yang juga melakukan hal yang sama. Saling balas membalas dengan Novi yang sama-sama kuat.


Pada akhirnya Melody terjatuh dan Raisa menyunggingkan senyumnya dengan cepat mengambil balok yang dapat di pastikan untuk memukul Melody. Melody sudah semakin panik dan hanya bisa mengesot mundur dan Raisa langsung ingin memukulkan kayu itu pada Melody.


Namun tidak sempat. Lea mendorongnya dan membuat Raisa tersungkur ke lantai dan Lea dengan cepat menarik tangan Melody mengajaknya berdiri dan berlari. Namun kakinya di tahan Novi dan Melody langsung menendang wajah Melody yang akhirnya Melody dan Lea kabur.


" Kurang ajar kalian!" teriak Novi yang berusaha untuk mengejar bersama Raisa. Melody dan Lea sudah berhasil keluar dari gedung itu dan mereka melihat di sekitar mereka jalan mana yang harus mereka tuju. Karena tempat itu seperti hutan belantara.


" Ke sana!" tunjuk Melody. Lea setuju dan mereka berdua berlari melewati semak-semak dengan tubuh lemas dan di pastikan banyak di dapatkan luka-luka di tubuh mereka akibat baku hantam dengan Raisa dan Novi.


" Melody!" langkah ke-2nya terhenti ketikan mendengar suara Pria yang tidak asing bagi Melody dan membuat napas Melody yang naik turun melihat ke arah suara itu.


Dan benar suara itu adalah suara yang di kenalnya. Suaminya yang dari kejauhan beberapa meter.

__ADS_1


" Ardian!" lirih Melody dengan tetes air mata yang tidak percaya jika dia melihat suaminya.


Bersambung


__ADS_2