Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 297


__ADS_3

Sebegitu banyaknya Lea bicara dan bahkan mengancam Alvin. Tampaknya Alvin tidak peduli dan bahkan Alvin terlihat pergi yang mana Alvin tidak keluar dari Club tersebut dan bahkan Alvin ke meja bar yang pindah tempat untuk minum.


" Baiklah Alvin akan aku lihat sampai mana kau terus mengacuhkanku," batin Lea yang juga tidak kalah gilanya dengan Alvin.


Otaknya yang penat membuat Lea yang akhirnya memesan minuman dan duduk di tempat di mana Alvin sebelumnya tadi dan apa lagi yang di lakukan Lea. Jika dia tidak minum.


Bahkan bukan hanya itu Lea juga bergabung dengan orang-orang yang menari dan melenggak-lenggok kan tubuhnya menari-nari dengan heboh yang menghilangkan kepenatannya yang tidak peduli dengan apapun. Dia menari-nari sambil memegang gelas yang berisi alkohol.


Bahkan ada 3 pria tampan yang mengelilinginya yang menari-nari bersamanya dan pasti pria-pria itu pria hidung belang yang hanya memuja tubuhnya dan pasti hanya menginginkan tubuhnya.


Dari tempatnya di meja bar ternyata Alvin mengawasi Lea dan pasti begitu kesal dengan Lea yang berani di depannya seperti itu.


Lea tampaknya memang sudah mabuk berat dan di tambah obat yang di campur tadi yang telah di minumnya membuatnya semakin gila dan bahkan mengalungkan tangannya dileher salah satu pria yang menari bersamanya.


" Wanita ini benar-benar," umpat Alvin meneguk 1 gelas alkohol dan langsung bangkit dari duduknya yang tidak bisa melihat perbuatan Lea yang seenak jidatnya.


Alvin langsung menarik tangan Lea membawanya menjauh dari pria-pria itu dan pasti pria-pria itu begitu kecewa kehilangan Lea yang tubuhnya sudah di khayalkan mereka.


" Lepaskan apa yang kau lakukan. Lepaskan aku pria gila!" berontak Lea saat Alvin menarik tangannya dengan kasar. Lea memancing emosi Alvin saja. Alvin sekarang menarik Lea bahkan keluar dari dalam Club tersebut.


" Lepaskan aku apa yang kau lakukan!" berontak Lea melepaskan tangan Alvin dari tangannya.


" Aku yang seharusnya bertanya apa yang kau lakukan. Beraninya kau menari-nari dengan pria itu hah!" ucap Alvin dengan suara berteriak yang marah pada Lea.

__ADS_1


" Lalu apa urusannya padamu. Mau aku menari-nari, mabuk-mabukan dan bahkan tidur dengan Pria lain. Itu juga bukan urusanmu. Bukannya kita tidak ada hubungan apa-apa," sahut Lea dengan tersenyum sinis berbicara pada Alvin.


" Kau benar-benar ya Lea!" geram Alvin.


" Sudahlah Alvin aku tidak mau bicara lagi dengan mu. Kau sana senang-senang dengan wanita-wanita mu dan aku juga ingin bersenang-senang. Jadi jangan menggangguku!" ucap Lea dengan santai dan bahkan pergi dari hadapan Alvin.


" Kau menguji kesabaran ku Lea!" geram Alvin dengan mengetakkan rahangnya dengan tangan terkepal dan langsung menyusul Lea. Alvin mencengkram tangan Lea dengan kuat.


" Alvin lepaskan aku!" Lea memberontak saat Alvin kembali menariknya. Namun bukan masuk kedalam mobil. Melainkan masuk kembali masuk kedalam Club tersebut.


Lea terus memberontak saat Alvin dengan suka-sukanya menarik Lea melewati orang-orang yang ada di dalam Club dengan aktivitas masing-masing, menari-nari, minum dan lain sebagainya.


" Alvin apa kau gila. Lepaskan aku!" Lea terus saja meminta untuk di lepaskan Pria yang bertubuh kekar yang sekarang penuh emosi itu yang terlihat rahangnya mengeras dengan urat-urat lehernya yang terlihat menunjukkan emosi Alvin sudah tingkat langit ke-7.


Alvin membawa Lea menaiki anak tangga dan melewati lorong-lorong yang terdapat jejeran kamar-kamar. Lea hanya berusaha melepaskan diri. Saat tangannya yang sakit akibat cengkraman Alvin.


" Apa yang kau lakukan!" bentak Lea memegang pergelangan tangannya yang di pastikan memerah.


Alvin tidak menjawab dan menutup pintu kamar itu. Lea yang terlihat panik mencoba untuk keluar. Namun Alvin langsung mendorong tubuhnya ke atas tempat tidur.


" Kau gila Alvin!" teriak Lea.


" Ini yang kau inginkan bukan," sahut Alvin dengan suara seraknya yang berdiri lurus tepat di depan Lea dengan Alvin yang sekarang membuka 1 persatu kancing bajunya.

__ADS_1


" Kau mau apa?" tanya Lea mendadak panik.


" Aku ingin memberimu pelajaran. Agar kau tidak menyombongkan dirimu," jawab Alvin dengan menyunggingkan senyumnya.


" Apa yang kau katakan?" tanya Lea panik yang mundur perlahan dalam ke adaan duduk.


" Aku sudah mengatakan kepadamu Lea sebelumnya. Aku memberimu kesempatan. Tetapi kau tidak menghargainya. Aku menjadi pria lemah karena dirimu. Di mana aku harus menuruti kemauanmu. Aku adalah Alvino. Pria yang tidak bisa di atur. Tetapi kehadiranmu mampu membuatku membatalkan perjanjian itu dan bahkan menjalin hubungan denganmu. Tetapi aku pikir semuanya akan semulus itu dan hidupku berubah. Tetapi pada kenyataannya wanita sepertimu yang tidak tau diri mempermainkanku. Kau telah mencari masalah kepadaku," ucap Alvin dengan wajahnya yang penuh amarah yang tangannya terus bekerja untuk membuka satu persatu kancing kemeja itu.


" Lalu apa yang kau inginkan. Kau ingin meniduriku? tanya Lea dan bahkan menjawab sendiri.


Alvin mendengus kasar mendengarnya, " Jika kau bukan wanita bekas. Maka mari kita buktikan. Dan setelah itu terserah kau mau dengan laki-laki manapun," sahut Alvin tersenyum sinis meremehkan Lea.


" Kurang ajar kau Alvin, kau menghinaku!" sahut Lea dengan matanya berkaca-kaca dengan rasa sakit hati yang di terimanya.


" Bukannya kau begitu sombong. Maka akan aku lihat seperti apa kesombongan mu itu," sahut Alvin yang tersenyum miring melihat Lea. Lea mengepal tangannya lalu ingin turun dari ranjang. Namun Alvin langsung menariknya dan kembali menjatuhkannya ketempat tidur dan sekarang bahkan menindihnya.


" Lepaskan aku Alvin! kau itu memang benar-benar bajingan!" berontak Lea dengan memukul-mukul dada Alvin.


" Kau akan ku buat sadar siapa aku selama ini," sahut Alvin dengan menatap mata Lea dengan tajam.


" Bajingan lep...Mptttt, Mptttt," Lea tidak melanjutkan kata-katanya lagi. Saat Alvin sudah mencium bibirnya. ********** dengan kasar yang membuat Lea sangat tersiksa. Dia terus menolak ciuman Alvin dengan memukul-mukul dada Alvin.


Lea benar-benar tidak percaya. Jika Alvin bisa melakukan itu kepadanya. Tidak dirinya maupun Alvin memang sama-sama di pengaruhi alkohol. Walau seperti itu ke-2nya masih sama-sama sadar.

__ADS_1


Ciuman Alvin yang berutal seharunya mampu membangkitkan gairah Lea yang apa lagi Lea di pengaruhi obat yabg tadi di berikan wanita-wanita itu untuk Alvin tetapi Lea yang meminumnya. Tetapi kelihatan ciuman Alvin tidak berpengaruh sama sekali. Bahkan Lea merasa tersiksa dan terus memberontak dengan memukul-mukul dada Alvin.


Bersambung


__ADS_2