
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya Lea pun sampai di kantor Alvin. Dan Lea yang begitu semangatnya langsung keluar dari mobil dengan jalan cepat-cepat yang tidak sabaran ingin menemui Alvin menyampaikan kabar yang bahagia itu.
Lea sampai pada resepsionis, " mbak mau tanya pak Alvin di mana ya?" tanya Lea pada wanita cantik yang ada di sana.
" Sebentar ya mbak, biar saya cek dulu," sahut resepsionis tersebut. Lea hanya mengangguk sampai-sampai mengetuk meja dengan jarinya yang tidak sabaran bertemu dengan Alvin.
" Pak Alvin sedang rapat Bu, jadi sebaiknya ibu...." sahut wanita cantik itu.
" Oke baik terima kasih," sahut Lea yang langsung pergi begitu saja yang padahal wanita itu masih ingin bicara.
" Padahal aku belum selesai bicara dan dia sudah main pergi-pergi aja. Padahal pak Alvin sedang rapat. Bagaimana kalau dia masuk ke ruangan Pak Alvin dan mengganggu rapat pak Alvin," ucap wanita itu menjadi panik.
" Mampus, bisa berabe semuanya," wanita itu menepuk jidatnya yang khawatir jika wanita yang bertanya padanya pergi begitu saja yang mana seharusnya Lea menunggu dulu. Karena mana bisa orang sembarangan masuk dan dia bahkan tidak bertanya apakah ada janji sebelumnya dan siapa wanita itu.
Sementara Lea sudah keluar dari lift dan dengan langkahnya yang gontai yang sudah tidak sabar ingin pergi menemui Alvin dan sampailah dia di depan ruangan Alvin.
" Ini dia ruangannya, aku harus secepatnya menyampaikannya padanya," ucap Lea dengan senyum bahagianya dan langsung membuka pintu begitu saja.
" Alvin Eyang menerima lamaran kamu," sahut Lea yang langsung saja bicara pada intinya saat bertemu Alvin yang duduk dan melihat ke arah pintu.
Namun bukannya berekspresi bahagia. Namun Alvin menelan salavinanya dan terlihat salah tingkah.
" Kamu tau tidak....
" Lea...." sahut Alvin merapatkan giginya yang menekan suaranya. Hal itu membuat Lea heran dengan tanggapannya.
" Kita bicara nanti, dia sini bukan aku sendirian," sahut Alvin dengan senyum terpaksa yang menahan rasa malunya. Lea baru melihat ke arah dalam ruangan dan Lea langsung melotot ketika melihat seisi ruangan yang mana kursi-kursi itu di penuhi dengan banyak orang yang sekarang menatapnya dan membuat Lea menelan salivanya yang sekarang malunya minta ampun.
__ADS_1
" Lea, kenapa kau jadi keceplosan," batin Lea yang benar-benar malu dan hanya tersenyum menutupi rasa malunya dengan menganggukkan kepalanya.
" Hmmm, maaf saya salah masuk ruangan. Jadi saya minta maaf," ucap Lea yang begitu malunya dan perlahan menutup pintu ruangan itu dan sementara Alvin juga pasti malu dan memejamkan matanya yang tidak tau mau di taruh mana wajahnya itu.
" Ehmmm, mari kita lanjutkan. Tadi itu hanya iklan saja," sahut Alvin yang menahan rasa malu. Orang-orang yang ada di sana hanya senyum-senyum saja.
" Lea. Kamu ini benar-benar ya Lea. Apa kamu tidak melihat banyak orang di sana," batin Alvin dengan menghela napas kasar yang sudah tidak tau harus melakukan apa-apa lagi.
Kekasihnya itu saking semangatnya sampai tidak menyadari banyak orang yang ada di ruangan itu dan mulutnya begitu lancang langsung bicara begitu saja. Ya semuanya sudah terlanjur. Jadi mau bagaimana lagi.
**********
Lea akhirnya memutuskan menunggu di ruangan Alvin. Ya dia sekarang mondar mandir seperti setrikaan dengan wajahnya yang panik.
" Kamu sih Lea. Bisa-bisanya kamu masuk begitu saja dan mengatakan hal itu. Aduhhhh kamu ini bikin malu saja. Kamu nggak lihat banyak orang. Apa coba tanggapan-tanggapan orang-orang yang ada di dalam sana sama kamu. Kamu ini benar-benar Lea. Bagaimana kalau Alvin marah," Lea terus menggerutuki kebodohannya sendiri.
Karena takut Alvin yang akan mengoceh padanya. Saat Lea yang stres memikirkan semuanya. Saat Lea membalikkan tubuhnya tiba-tiba dia bertabrakan dengan Alvin yang mana tanpa di sadari nya Alvin sudah berada di depannya.
" Alvin!" lirih Lea dengan Alvin yang menatap Lea tajam dengan menaikkan 1 alisnya melihat ke arah Lea.
" Alvin sungguh aku minta maaf aku tidak tau kalau kamu sedang rapat. Ya sebenarnya aku tau. Tadi orang di depan mengatakan kamu sedang di ruangan rapat. Tetapi tidak mengatakan jika ada orang selain kamu. Jadi aku benar-benar tidak tau Alvin maafkan aku," ucap Lea yang bicara panjang lebar sebelum Alvin marah kepadanya.
" Memang ada rapat hanya satu orang?" tanya Alvin dengan 1 alisnya yang terangkat. Lea mendengarnya menjadi kebingungan yang tidak tau harus mengatakan apa lagi.
" Hmmm, begini aku, aku lupa Alvin. Aku benar-benar buru-buru dan tidak sabaran. Jadi aku tidak kepikiran hal itu. Makanya aku sampai seperti itu!" Lea masih saja mempunyai alasan untuk mengatai ini itu. Yang takut Alvin malah akan memarahinya.
" Benarkah?" tanya Alvin. Lea mengangguk dengan wajah paniknya. Tadi dia begitu bahagia sekarang menjadi panik.
__ADS_1
Alvin pun langsung menaring pinggang Lea sehingga Lea semakin dekat dengannya dengan wajah mereka yang semakin dekat dan Alvin jelas melihat wajah panik Lea.
" Kamu tau akibat perbuatan kamu tadi?" tanya Alvin. Lea mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Maaf, aku tidak bermaksud untuk membuat mu malu. Sungguh Alvin. Aku hanya ingin menyampaikan kabar bahagia padamu," ucap Lea yang merasa bersalah dengan wajahnya yang memang sungguh berdosa dengan perbuatannya kepada Alvin.
" Tapi aku marah. Bagaimana dong?" tanya Alvin dengan menatap tajam Lea dengan wajah garangnya.
" Lalu apa yang harus aku lakukan? supaya kamu memaafkanku?" tanya Lea. Alvin menyunggingkan senyumnya.
" Sebelum aku memberimu hukuman. Katakan dulu kepadaku. Apa yang ingin kamu katakan kepadaku?" tanya Alvin.
Lea langsung tersenyum lebar mendengarnya, " aku mau kasih kabar bahagia untukmu. Kamu tau tidak kalau Eyang sudah memberikan kita restu. Dia menerima lamaran kamu," ucap Lea dengan semangatnya.
" Benarkah?" tanya Alvin.
Lea mengangguk ," iya benar Eyang sudah merestui kita dan kita berdua bisa langsung menikah," ucap Lea dengan semangatnya. Namu tiba-tiba dia mengkerutkan dahinya melihat Alvin yang kelihatan tidak merespon kata-katanya.
" Kamu kenapa kok diam aja. Nggak ada reaksi apa-apa?" tanya Lea heran yang tidak melihat reaksi dari Alvin, " kamu tidak senang mendengar kabar dariku?" tanya Lea dengan menatap Alvin serius.
" Aku jelas senang," jawab Alvin.
" Lalu kenapa datar-datar dana ekspresinya?" tanya heran.
" Aku hanya memikirkan saja. Hukuman apa yang pas untuk kamu karena sudah menggangguku dan membuatku harus menjadi ceritaan orang-orang di sana?" tanya Alvin.
Bersambung
__ADS_1