
Tangan Ardian masih bergetar melihat hasil tes DNA itu. Yang mana yang ingin di ketahuinya selama ini sudah ada di depan matanya. Chaca anak yang begitu dekat dengan Melody yang di ketahui Melody sebagai keponakan adalah anak istrinya darah dagingnya sendiri.
" Maafkan aku Melody aku harus membuat kamu menanggung semua ini. Batin kamu pasti begitu sakit saat merasakan sesuatu terhadap Chaca. Kamu tidak mengerti. Karena pada dasarnya kamu tidak menyadari jika kamu telah mengandung dan melahirkan seorang putri yang cantik. Maafkan aku Melody aku minta maaf yang begitu bodoh dan masuk perangkap Raisa membiarkan semua ini terjadi kepada kamu. Dalam usia kamu 17 tahun. Tapi sudah menanggung semua kebiadaban ku. Maafkan aku Melody," batin Ardian yang terus meneteskan air mata yang lagi-lagi menyesal dengan apa yang terjadi.
Ardian mungkin tidak menyadari jika ada Dokter di depannya. Dia menangis tanpa peduli dengan Dokter yang wajahnya tampak penasaran.
************
Dan Marsel yang ada di dalam mobilnya yang terparkir di depan rumah sakit ternyata juga melihat hasil tes DNA itu dengan wajahnya yang memerah yang dan juga tangannya meremas kertas itu dengan dada Marsel yang kembang kempis yang memperlihatkan jelas kemarahannya.
" Jadi kamu selama ini menipu kakak. Kamu menipu keluarga kita untuk menutupi perbuatan Ardian. Kamu benar-benar Melody dalam keadaan sudah di hancurkan. Kamu bisa-bisanya membela Pria bajingan itu," desis Marsel dengan giginya yang rapat yang mana Marsel sudah seperti seorang monster.
" Dan apa kata pria bajingan itu benar. Jika Ardian yang sudah menghamili Melody dan Chaca adalah anak Ardian," desisnya yang tampak penuh kemarahan.
" Kurang aja!" bentaknya membuang kertas hasil tes DNA yang juga positif itu dan langsung keluar dari mobilnya yang berjalan dengan langkah yang lebar yang tangannya masih mengepal tangannya yang penuh kemarahan.
Gadis yang berada di lobi rumah sakit berpapasan dengan suaminya.
" Sayang kamu habis dari mana?" tanya Gadis memegang lengan suaminya.
" Di mana Melody?" tanya Marsel.
" Ada sama mama dan juga papa?" jawab Gadis. " Kamu kenapa sayang?" tanya Gadis melihat suaminya yang tampak marah dan langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan istrinya.
" Sayang tunggu!" panggil Gadis yang langsung mengejar suaminya. Perasaannya malah tiba-tiba menjadi tidak enak.
**********
Setelah memenangkan dirinya Ardian pun berjalan di koridor rumah sakit. Namun dia pasti juga bingung setelah mengetahui hasil tes DNA harus berbuat apa setelah itu.
" Aku tidak mungkin langsung memberitahu Melody mengenai Chaca. Masalah semakin panjang, belum lagi keluarga Melody nantinya. Mereka selama ini menyembunyikan dari Melody mengenai Chaca pasti ada alasannya," batin Ardian.
" Kak Ardian!" panggil Febby.
" Febby ada apa?" tanya Ardian.
__ADS_1
" Kakak kemana aja tadi Febby nyariin kakak," ucap Febby.
" Memang ada apa Febby?" tanya Ardian.
" Kak Febby itu bingung aja dengan kak Marsel. Febby tidak tau apa yang terjadi. Tetapi semakin banyak teka-teki dan ini masalah obrolan kita kemarin dan aku rasa ini ada sangkut pautnya dengan apa yang terjadi," ucap Febby.
" Maksud kamu apa?" tanya Marsel heran.
" Langsung intinya aja kak. Kak Marsel melakukan tes DNA," jawab Febby. Ardian langsung tersentak kaget mendengarnya.
" Apa maksud kamu?" tanya Ardian.
" Aku tidak tau. Tapi jelas tadi pagi aku mendengar Dokter memberikan hasil tes DNA pada kak Marsel," jelas Febby. Ardian benar-benar schok mendengarnya.
" Tidak mungkin jika kak Marsel juga mencurigai hal itu," batin Ardian yang seketika menjadi panik.
" Kak!" tegur Febby yang melihat Marsel bengong.
" Di mana Melody?" tanya Ardian.
" Sama mama dan papa," jawab Febby. Ardian langsung berlari meninggalkan Febby yang membuat Febby heran.
" Kak Ardian!" panggil Febby.
**********
Melody berjalan dengan mama dan papanya yang melewati kamar-kamar rumah sakit.
" Mama sama papa pulang dulu, kamu di sini saja. Nanti kalau ada apa-apa. Kamu telpon mama," ucap Dania dengan memegang tangan Melody.
" Ya sudah mah. Lagian ada Ardian yang jagain Melody," sahut Melody.
" Ya sudah sayang," sahut Dania.
" Papa tidak lihat Marsel kakak kamu. Apa kamu melihatnya?" tanya Wawan.
__ADS_1
Kepala Melody berkeliling melihat-lihat di sekitarnya dan tepat matanya langsung melihat Marsel yang berjalan kearahnya dengan langkah yang begitu panjang.
" Itu kak Marsel!" tunjuk Melody. Orang tua Melody pun melihat kearah tunjukan Melody.
" Kenapa gadis mengejar-ngejarnya," ucap Dania heran. Melody juga memperhatikan kakaknya itu tampaknya wajahnya tidak biasa terlihat seperti orang yang sedang marah yang membuat Melody heran.
" Kenapa kak Marsel seperti itu dan tatapan matanya begitu tajam dan bahkan kearah ku lagi," batin Melody yang tiba-tiba merasa ada yang tidak beres dengan melihat Marsel yang semakin dekat dengannya.
Sampai akhirnya Marsel sudah berada di dekat Melody dan orang tuanya dan langkah Marsel yang berhenti dengan matanya yang menatap tajam Melody.
" Marsel kamu dari mana aja?" tanya Wawan. Marsel diam tanpa bicara dengan tangannya yang mengepal.
" Benar kak kakak dari mana aja. Soalnya Melody......"
Plakkk.
Marsel langsung menampar Melody yang membuat semua orang kaget. Gadis menganga dengan menutup mulutnya dengan tindakan suaminya yang menampar Melody sampai wajah Melody miring kesamping dengan tangannya di pipinya yang tertutup rambutnya.
" Marsel apa yang kamu lakukan!" bentak Wawan.
Melody yang masih shock diam dengan napasnya yang naik turun yang tiba-tiba mendapat tamparan dengan matanya yang bergenang. Marsel mendekati Melody dengan memegang ke-2 bahu Melody dan membuat Melody memperlihatkan wajahnya
" Beranianya kamu menipu kami selama ini!" teriak Marsel dengan menggoyang-goyangkan tubuh Melody yang membuat Melody ketakutan dengan tatapan tajam Marsel kepadanya yang ingin menerkamnya.
" Marsel apa yang kamu lakukan!" bentak wawan yang melihat Marsel kesetanan.
" Mas sudah mas. Apa yang mas lakukan lihat dia mas, lihat apa yang kamu lakukan," ucap Gadis yang melihat ujung bibir Melody mengeluarkan darah.
" Dia, sudah menipuku kita selama ini. Dia telah bersandiwara selama ini dengan alih-alih di perkosa. Tapi apa kamu dengan tidak punya moralnya melakukan semua itu dengan keinginannya," teriak Marsel membuat air mata Melody menetes.
Dari kata-kata kakaknya Melody sudah tau jika kakaknya itu mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
" Apa yang kamu bicarakan Marsel!" bentak Wawan.
" Anak tidak tau malu ini membuat skenario hanya untuk menutupi kesalahan bajingan itu!" teriak Marsel yang terus menggoyang tubuh Melody yang lemas dan begitu takut dengan kakaknya.
__ADS_1
Yang lain masih bingung dengan kata-kata Marsel yang tiba-tiba mengungkit masa lalu.
Bersambung