Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 71 mengingatkan padanya.


__ADS_3

Malam hari kembali tiba, Ardian masih berada di dalam kamar duduk di pinggir ranjang dengan beberapa kali mengusap wajahnya kasar. Wajahnya terlihat begitu stres, napas berat itu beberapa kali terhembus kasar.


Ceklek pintu kamar terbuka yang mana Melody langsung masuk kedalam kamar. Melody yang melihat Ardian seperti itu. Hanya melihat sebentar saja. Namun iya langsung masuk saja dan seakan tidak peduli dengan apa yang di lakukan Ardian.


Ardian juga hanya melihat Melody yang mendekati lemari dan mengambil pakaian tidur. Melody memang tidak membuka kopernya. Karena pakaiannya masih ada di dalam lemarinya. Jadi untuk mempersingkat waktu Melody hanya mengambil apa yang mudah dan langsung memasuki kamar mandi.


Tidak ada kata yang di ucapkan Ardian. Tetapi dari wajah Ardian terlihat dia ingin banyak yang ingin di bicarakannya dengan Melody. Namun entah kenapa terlihat seperti tertahan.


Tidak lama Melody kembali keluar dari kamar mandi yang sudah memakai pakaian ganti piyama pink selututnya dengan lengan sampai sikunya. Setelah itu Melody kembali menuju lemari yang pasti melewati Ardian yang tetap di tempatnya.


Ardian melihat Melody membuka lemari dan berjongkok mengambil sesuatu dari lemari bagian rak paling bawah. Yang ternyata Melody mengambil selimut tebal. Melody lumayan kesulitan untuk membawanya karena berat dan juga tebal namun dia bisa melakukannya dan langsung membentangkan selimut coklat itu di atas lantai.


Hal itu membuat Ardian heran dengan apa yang di lakukan Melody. Melody juga beralih ketempat tidur untuk mengambil satu bantal dan satu guling. Lalu kembali ketempat yang sudah di siapkannya dan langsung berbaring membelakangi Ardian.


" Kenapa kamu tidur di bawah?" tanya Ardian heran. Melody diam dan tidak menjawab apa yang di tanyakan Ardian kepadanya.


" Melody kamu mendengar ku apa tidak. Aku sedang bertanya padamu. Kenapa kamu tidur di bawah," ucap Ardian lagi yang tampak menekan suaranya yang mana Melody tidak memperdulikannya sama sekali.


" Melody!" bentak Ardian membuat Melody menarik napasnya panjang dan membuangannya perlahan kedepan dan langsung duduk melihat ke arah Ardian.


" Apa harus kau membentakku. Hanya perkara aku tidur di sini," sahut Melody dengan kesal pada Ardian.


" Kamu yang mencari masalah. Kenapa kamu tidur di sana?" ucap Ardian.


" Aku tidak mau tidur satu ranjang denganmu puas!" bentak Melody dengan napasnya yang memburu.

__ADS_1


" Kenapa?" tanya Ardian.


" Aku tidak perlu memberikan alasannya kepadamu. Kau seharusnya tau kenapa aku tidak mau tidur satu ranjang denganmu," sahut Melody dengan wajahnya yang memerah menunjukkan kemarahan pada Ardian.


" Karena masalah tadi pagi?" tanya Ardian merendahkan suaranya.


" Pikir aja sendiri," sahut Melody yang kembali membaringkan tubuhnya yang tidak mempedulikan Ardian. Namun tingkah Melody justru membuat Ardian panas dan emosinya terpancing. Ardian langsung berdiri dan menarik lengan Melody.


" Kembali ketempatmu!" ucap Ardian yang memaksa Melody.


" Lepaskan aku tidak mau!" berontak Melody dengan berusaha melepas cengkraman tangannya dari Ardian. Namun Ardian terus melakukannya dan tidak peduli dengan Melody sampai Melody sudah berdiri.


" Lepaskan aku Ardian!" berontak Melody berhasil melepaskan tangannya dan mendorong Ardian.


" Kurang ajar kamu Ardian!" maki Melody.


" Kau bisa pelankan suaramu hah! jangan berteriak di rumahku," sahut Melody dengan mengusap-usap lengannya yang memerah karena perbuatan Ardian.


" Kenapa? kau malu jika kita ribut di rumahmu hah! kau lupa jika kau selalu membuat keributan di rumahku. Dan sekarang kenapa jika satu keluargamu juga tau kalau setiap hari kita memang seperti. Setiap hari istriku hanya bisa memaki saja yang seperti tidak pernah di ajari," ucap Ardian dengan suara meninggi bicara pada Melody.


" Aku tidak akan memakimu, jika kau tidak kurang ajar kepadaku," sahut Melody dengan suara masih tidak terlalu kuat.


" Apa membuat merasa aku kurang ajar hah! hanya karena kejadian tadi pagi. Kau sampai seperti ini hah! kau tidur di bawah hanya karena kejadian tadi pagi. Melody aku suamimu. Aku berhak melakukan itu kepadamu. Percuma kau mengatakan menerima pernikahan dan melakukan semua tugas mu sebagai istri dengan segala hal menyiapkan kebutuhanku. Percuma Melody jika kau tidak memenuhi kewajibanmu yang paling utama," sahut Ardian dengan menegaskan pada Melody.


" Kau menuntut semua itu," sahut Melody dengan suara seraknya.

__ADS_1


" Apa itu menurutmu tuntutan, itu bukan tuntutan tapi kewajiban dan hak yang di dapatkan dan di terima. Kau bukan anak kecil tidak mengerti masalah itu," sahut Ardian menekan suaranya.


" Kau juga bukan anak kecil yang harus memperlakukanku seperti itu. Kau sadar dengan apa yang kau lakukan tadi hah! kau seperti orang kesetanan yang tidak menganggap aku istrimu. Kau sadar Ardian. Jika kau hanya seperti orang yang memperkosaku. Lalu kau bertanya kenapa aku? kau itu egois tanpa memikirkan apa yang terjadi kepadaku. Aku ini manusia Ardian dan terlebih lagi aku istri yang kau katakan berulang kali apa menurutmu pantas jika kau memperlakukanku seperti itu," sahut Melody dengan matanya yang bergenang menahan air mata itu agar tidak keluar.


" Kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Memikirkan keluargamu, nama keluargamu. Hanya karena pagi itu aku salah bicara dan Eyang memarahimu dan menegurmu. Lalu kau langsung ingin menuntaskan semuanya dengan melakukan apa yang harus kau lakukan dengan membawa-bawa status istri. Aku tanya kepada dirimu. Apa setiap pasangan yang menikah akan seperti itu hah! apa-apa kau selalu ingin cepat sekali. Kau seakan tidak pernah menghargaiku," ucap Melody dengan mengeluarkan kemarahannya karena perbuatan Ardian pagi itu yang melukai perasaannya.


" Kau yang tidak pernah menghargaiku," sahut Ardian.


" Lalu menurutmu apa yang kau lakukan tadi pagi sudah menghargaiku. Kau tidak tau perbuatanmu tadi pagi hanya mengingat luka kebejatan waktu itu," ucap Melody menegaskan dengan air matanya yang menetes pada akhirnya.


Apa yang terjadi sudah di kubur Melody. Tetapi belakangan ini semua teringat kembali. Napas Melody menjadi sesak tiba-tiba bahkan ingin berhenti bernapas. Ardian diam dan matanya menatap Melody.


Napas Ardian memburu dan bayangan Melody dan dia yang berciuman panas kembali. Ardian memejamkan matanya dengan mengatur napasnya yang naik turun. Lalu pergi dari hadapan Melody.


" Lihatlah dirimu saat aku mengatakan itu kau langsung pergi," sahut Melody yang membuat langkah Ardian terhenti.


" Apa lagi yang kau inginkan dari ku Ardian. Bukannya semua sudah kau dapatkan," ucap Melody. Ardian kembali membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati Melody.


" Kalau begitu katakan kenapa kau pergi setelah semua itu terjadi?" tanya Ardian dengan dengan matanya yang menatap Melody dalam-dalam.


" Apa kau menyuruhku bertahan saat itu. Tetap di tempat. Agar teman-teman mu


yang brengsek-brengsek harus melakukan yang sama denganmu," ucap Melody dengan air matanya yang mengalir bibirnya bergetar berbicara pada Ardian.


" Apa maksudmu Melody?" tanya Ardian dengan suaranya yang serak yang penuh kebingungan dengan kata-kata Melody.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2