
Gadis dan Marsel yang bicara blak-blakan pada suaminya sepertinya tidak menyadari ada Febby di belakang sementara Febby masih berpikir panjang ada apa yang sebenarnya terjadi antara kakak dan kakak iparnya itu.
" Sayang kita berdoa aja pada Allah agar di segerakan secepatnya," sahut Marsel lagi.
" Amin," sahut Gadis dengan panjang dan tidak sengaja Gadis menoleh kebelakang yang melihat Febby dan Febby pura-pura sibuk pada handphonenya. Gadis terlihat panik sampai menyenggol suaminya.
" Ada apa?" tanya Marsel. Gadis memberikan kode lewat matanya dan Marsel langsung melihat dari kaca spion dan juga tiba-tiba jadi panik.
" Ehem, Febby!" tegur Marsel.
" Hmmm, iya kak," sahut Febby dengan santai.
" Hmmm, sibuk main hpnya. Apa kamu tidak mendengar kakak dan kak Marsel bicara," sahut Marsel.
" Hmmm, nggak emang ngomongin apa. Soalnya Febby lagi lihatin video lucu," sahut Febby dengan pura-pura tidak tau apa-apa. Mendengar Febby tidak tau membuat Marsel dan Gadis sama-sama membuang napas dengan lega.
" Ngomongin apa sih?" tanya Febby.
" Tidak apa-apa. Hanya membahas masalah Anniversary saja," sahut Gadis.
" Hmmm, begitu rupanya. Ya udah lanjutin. Febby masih mau nonton," sahut Febby dengan santai. Marsel dan Gadis saling melihat. Wajah mereka ber-2 masih terlihat begitu khawatir.
" Syukurlah jika Febby tidak mendengar apa-apa," batin Gadis yang merasa lega.
" Aneh sekali kenapa kak Marsel dan Gadis tampaknya panik ya. Dan mereka seolah pasangan suami istri yang belum di berikan keturunan padahalkan ada Chaca. Apa yang sebenarnya di sembunyikan. Pasti ada sesuatu yang tidak beres," batin Febby yang semakin penuh rasa curiga.
**************
Karena Chaca sudah sembuh. Hari ini Melody dan Ardian mengajaknya berjalan-jalan. Melody memang janji. Begitu keponakannya itu sembuh maka akan mengajak Chaca jalan-jalan dan sekarang mereka mengajak Chaca ke taman hiburan.
Sekarang Chaca sedang naik mobil-mobil senggol di mana Chaca bersama Ardian dengan Chaca duduk di depan Ardian dan Melody naik mobil sendiri. Ardian dan Chaca terus membuat menyenggol mobil Melody dengan tawanya Chaca yang penuh kebahagian dan Melody juga pasti bahagia.
Setelah naik mobil-mobilnya mereka juga naik kuda-kudaan. Kali ini Melody tidak ikut, Melody hanya menghabiskan dengan memotret Ardian dan Chaca yang pastinya wajah Chaca begitu gembira.
Selain naik kuda-kudaan sekarang Melody menemani Chaca untuk bermain mandi bola. Ardian hanya di menunggu dan melihat saja. Istrinya yang hanya akan tertawa jika sudah berurusan dengan Chaca.
" Aku tidak percaya aku bisa melihat tawa kamu lagi Melody. Aku dulu pernah merampasnya," batin Ardian yang tersenyum melihat Chaca dan Melody yang saling melempar bola.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang wanita yang memegang ananknya lewat dan anaknya tersebut yang berjalan sembarangan menumpahkan minumannya pada Ardian.
" Ya ampun pak maaf," sahut sang ibu merasa bersalah.
" Tidak apa-apa," sahut Ardian memebrsih-bersihkan bajunya.
" Maaf ya Pak, kamu sih tidak hati-hati," sahut wanita itu merasa tidak enak dan memberikan tisu.
" Tidak apa-apa Bu, jangan salahkan dia, dia tidak sengaja," sahut Ardian.
" Iya makasih ya pak," sahut wanita itu. Ardian mengangguk.
" Bapak lagi nungguin istri dan anaknya main," sahut wanita itu.
" Iya, itu istri saya," jawab Ardian menunjuk Melody dan Chaca.
" Yang perempuan anaknya" tanya wanita itu.
" Bukan, dia keponakan istri saya," sahut Ardian.
" Oh, iya tapi kok mirip sama bapak ya, saya pikir malah anaknya," sahut wanita itu tampak kaget. Ardian juga mendengar kata ibu itu menjadi diam dan melihat kearah Melody dan Chaca.
" Hmmm, ya sudah pak kalau begitu, saya permisi ya, sekali lagi saya minta maaf ya Pak," ucap wanita itu. Ardian hanya mengangguk saja dan matanya fokus pada Chaca yang mungkin ada sesuatu yang di pikirkannya.
***********
Setelah bermain, main bersama. Chaca, Ardian, Melody melanjutkan dengan makan di salah satu Restaurant. Makanan mereka juga sudah datang dan mulai menikmati.
" Chaca hari ini senang?" tanya Melody.
" Hmmm, Chaca hari ini senang sekali," jawab Chaca. Ardian hanya tersenyum saja. Ardian melihat piring Melody yang ada timun di dalam piring makanan Melody dan Ardian langsung mengambilnya menggunakan sendok garpu.
" Oom tau, kalau Aunty Melody tidak suka timun?" tanya Chaca.
" Iya sayang, Oom tau, dan kalau ada, biasanya oom langsung mengambilnya dan memakannya," jawab Ardian. Melody tersenyum karena tidak menyangka Ardian masih mengingat semuanya.
" Kalau begitu ambil punya Chaca juga," sahut Chaca.
__ADS_1
" Chaca tidak suka?" tanya Ardian. Chaca geleng-geleng.
" Nanti muntah-muntah kayak Aunty Melody kalau makan timun," jawab Chaca. Hal itu membuat Ardian terdiam dan melihat kearah Melody yang mengusap-usap pucuk kepala Chaca.
" Kamu ini ngikut-ngikut Aunty aja," ucap Melody.
" Nggak kok," sahut Chaca.
" Chaca alergi timun dan bahkan efeknya sama seperti Melody. Chaca tidak menyukai kacang merah tapi jika di campur sup Chaca menyukainya. Apa ini kebetulan," batin Ardian yang mulai berpikiran ada yang tidak beres.
" Kak Ardian!" tegur Melody yang membuat Ardian kaget.
" Iya," jawab Ardian.
" Kakak kenapa kok malah melamun?" tanya Melody.
" Oh, tidak apa-apa," sahut Ardian. " Ayo makan lagi!" ucap Ardian. Melody mengangguk dan kembali makan. Namun Ardian malah seketika melihat wajah Chaca dan bergantian melihat wajah Melody.
**********
Setelah selesai bermain sampai malam hari. Merekapun pulang dan Chaca menginap di rumah Ardian. Ardian yang sedari tadi menggendong Chaca begitu sampai di kamar Ardian langsung membaringkannya di atas tempat tidur dengan perlahan dan Melody langsung membuka sepatu Chaca.
" Dia pasti lelah sekali seharian main," ucap Melody.
" Iya kamu benar," sahut Ardian.
" Hmmm, Oh iya Melody, Chaca itu dekat banget ya sama kamu?" tanya Ardian tiba-tiba.
" Iya, aku dari dia bayi sudah bersamaku. Justru mama bilang saat Chaca lahir. Kesembuhan ku semakin membaik," sahut Melody dengan tersenyum. " Karena kata mama saat kak Gadis melahirkan dia langsung membawa anaknya bertemu dengan ku dan aku senang saat itu. Aku masih ingat itu," sahut Melody dengan sedikit penjelasan.
" Ardian apa yang kau pikirkan. Tidak mungkin Ardian. Dari Melody berbicara. Dia seperti orang yang tidak tau apa-apa. Tidak mungkinkan Chaca itu...." batin Ardian yang pikirannya semakin jauh.
" Hmmm, kenapa kok kak Ardian menanyakan hal itu?" tanya Melody.
" Tidak apa-apa, aku merasa kalian itu dekat sekali seperti ini dan anak," sahut Ardian.
" Hmmm, bukan cuma kak Ardian yang bilang begitu, orang-orang juga juga suka bilang. Aku juga heran," sahut Melody dengan santai dan lagi-lagi. Ardian hanya terdiam dengan pikirannya yang mengarah kearah mana.
__ADS_1
Bersambung