
Lea benar-benar terkejut mendengar pernyataan Alvin yang tidak mungkin baginya yang bisa-bisanya Alvin mengatakan menyukai dirinya. Jantung Lea seakan berhenti saat mendengar pernyataan yang Lea merasa dia masih salah dengar.
" Lea!" tiba-tiba Rasti memanggil membuat Lea tersentak dan melihat ke arah suara itu.
" Iya," jawab Lea.
" Ayo cepat kemari!" panggil Rasti.
" I-iya baiklah!" sahut Lea yang berteriak dan langsung berdiri menghampiri Rasti di dekat mobil yang meninggalkan Alvin begitu saja yang sepertinya dia menghindari Alvin. Atau bingung dengan apa yang di katakan Alvin yang tidak bisa di tanggapinya.
Sementara Alvin hanya menunjukkan ekspresi datar yang juga bingung sendiri bagaimana selanjutnya. Karena dia sudah mengungkap apa yang terpendam di perasaannya.
Tidak di rencanakan sama sekali dan berucap begitu saja dan mungkin itu spontanitas karena perasaannya yang aneh belakangan ini dan ternyata itulah yang keluar yang menggambarkan perasaannya.
" Aku tidak kapan itu terjadi. Tetapi aku benar-benar jatuh hati padamu Lea," batin Alvin menghela napas Alvin dan mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya yang penting dia sudah lega mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya yang di pendamnya selama ini.
***********
Malam hari tiba. Ternyata Ardian dan yang lainnya tidak bisa pulang. Karena permasalahan dengan mobil mereka yang mana membuat mereka harus menginap di dalam mobil.
Mereka memasang api unggun untuk menghilangkan nyamuk dan pasti agar tidak terlalu dingin.
Ardian dan Alvin terlihat berada di dekat api unggun dan Rasti dan Evan tampak menyepi yang mana sepertinya Rasti bermanja pada pacarnya dan untuk Melody dan Lea merapi- rapikan mobil yang sudah seperti kasur yang mana mereka ber-2 menyusun barang-baranh yang berserakan. Agar nanti bisa tidur di sana.
Lea yang tangannya sambil bekerja sementara matanya terus melihat Alvin yang mengobrol bersama Ardian. Lea melihat dari mobil.
" Apa yang di katakan Alvin adalah sungguhan. Atau jangan-jangan aku hanya salah dengar saja. Mungkin aja aku hanya salah dengar. Karena mana mungkin dia menyukaiku. Kupingku pasti sedang bermasalah," batin Lea mengorek-ngorek telinganya.
Tanpa Lea sadari Alvin sudah melihat dirinya saat Lea terus melamun. Sampai akhirnya Lea kembali melihat ke arah Alvin. Lea langsung terkejut karena ketahuan curi-curi pandang pada Alvin dan langsung dengan cepat membalikkan tubuhnya dan lebih terkejut lagi saat langsung berhadapan dengan Melody sampai dahi mereka bertabrakan.
__ADS_1
" Auhhhh," lirih ke-2 sambil memegang dahi mereka yang begitu sakit.
" Melody kamu ini!" ucap Lea malah menyalahkan Melody.
" Kok aku kamu yang tiba-tiba balik badan," sahut Melody dengan mengusap-usap dahinya yang terasa sakit.
" Ya kenapa tiba-tiba coba ada di belakang aku," sahut Lea.
" Ya maaf. Lagian kamu ngapain sih. Liatin Alvin mulu," sahut Melody yang ternyata memperhatikan Lea sejak tadi.
" A-a-apa maksud kamu siapa yang liatin dia," sahut Lea mengelak.
" Ya ampun Lea. Sudah jelas kamu itu lihatin Alvin. Kamu pikir aku nggak tau apa. Katanya nggak ada hubungan apa-apa. Kayanya hanya sebatas itu doang tapiiii...." ucap Melody menatap Lea penuh dengan curiga.
" Apaan sih Melody, udah deh. Aku itu memang tidak ada apa-apa sama Alvin," sahut Lea membenarkan hal itu.
" Ya mana aku tau. Kamu tanya Ardian lah," sahut Lea dengan mengangkat ke-2 bahunya.
" Oke nanti aku tanya Ardian. Tetapi menurutku pasti ada someone kalau sudah seperti ini," ucap Melody dengan mengedipkan matanya pada Lea yang mana Melody memang begitu kepo.
" Apaan sih Melody. Kamu itu nggak usah mikir yang aneh-aneh. Aku itu awalnya dah cerita sama kamu apa yang terjadi antara aku dan Alvin dan hubungan kami juga berakhir saat itu setelah perjanjian itu batal. Jadi tidak ada apa-apa di antara kami," jelas Lea yang menegaskan kembali.
" Ya kalau kamunya menganggap nggak ada apa-apa. Lalu bagaimana dengan dia?" tanya Melody.
" Maksudnya?" tanya Lea heran dengan pernyataan Melody.
" Ya bisa saja. Dia punya perasaan kepadamu. Mungkin dia menyukaimu," sahut Kayra menduga-duga saja.
" Dan itu memang di katakannya," sahut Lea yang keceplosan bicara dan saat itu juga dia menyadarinya dan langsung menutup mulutnya dengan cepat. Sementara Melody sudah tersenyum saja mendengarnya.
__ADS_1
" Hmmmm, jadi dia suka padamu," sahut Melody senyum-senyum dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Nggak siapa yang bilang," sahut Lea melarat kata-katanya.
" Itu tadi kamu bilang apa coba," sahut Melody yang menatap Lea penuh dengan curiga.
" Apaan sih Melody. Argggghhh sudahlah kepalaku semakin pusing," sahut Lea yang akhirnya malu sendiri dan Melody hanya tersenyum.
" Lea aku bukannya mau ikut campur urusan kamu dengan Alvin. Tetapi dari pertama kali aku melihat kalian berdua yang bertengkar di kamar mandi. Aku sudah melihat ada ke anehan di antara kalian dan itu bukan karena ke perjanjian itu lagi. Ada sesuatu yang istimewa dan aku lihat Alvin itu orang baik. Karena dengan dia mau membatalkan janji itu sangat jelas terlihat bagaimana sisi baik darinya. Jadi jika akhirnya kalian mau melanjutkan hubungan yang positif di luar perjanjian yang salah itu ya aku mendukung mu dan mendoakan yang terbaik," ucap Melody yang memberi restu untuk Lea.
" Apaan sih Melody siapa juga yang punya hubungan dengannya," sahut Lea yang malu-malu dengan kata-kata Melody.
" Kamu yang tau. Jadi itu hanya ada pada kamu. Pilihannya untuk kamu," ucap Melody.
" Argggghhh sudahlah jangan membahas masalah itu. Aku pusing," sahut Lea yang tidak mau membahas Alvin.
" Hmmmm, baiklah," sahut Melody santai dan kembali melanjutkan pekerjaannya dan Lea kembali menoleh ke arah Alvin yang mana Alvin melihatnya dengan menaikkan 1 alisnya ke atas dan Lea kali ini tidak mengalihkan pandangannya dan terus melihat Alvin yang masih melihatnya.
Ke-2nya saling bertatapan dengan batas dingding kaca. Yang ke-2nya tampak bicara dari hati ke hati masing-masing.
" Apa mungkin Alvin menyukaiku. Apa mungkin tadi aku benar-benar tidak salah dengar. Tetapi benar kata Melody. Ada alasan tertentu membuat Alvin harus menyusulku dan lagian tadi Alvin juga mengatakan jika dia peduli dan khawatir ke padaku dan bahkan aku mendengar dia mengatakan menyukaiku walau tidak jelas," batin Lea yang kebingungan dengan perasaannya.
" Aku tau Lea apa yang aku sampaikan membuatmu kaget. Tetapi itu adalah nyata dan aku menunggu tanggapanmu," batin Alvin.
Melody masih memperhatikan Lea yang saling menatap dengan Alvin.
" Aku hanya berdoa yang terbaik untuk hubungan kalian ber-2," batin Melody.
Bersambung
__ADS_1