
" Raisa dan Novi kabur dari penjara," ucap ke-3 Pria itu dengan serentak. Namun rasa kaget bertambah ketika Ardian, Evan dan Rasti mendengar kata yang sama dari Alvin. Mereka pun sama-sama melihat Alvin dengan tatapan yang penuh pertanyaan.
" Kamu mengenal Raisa dan Novi?" tanya Rasti, Evan dan Ardian secara serentak.
Alvin menelan salivanya yang terlihat keceplosan dan bingung harus menjawab apa. Malah dia mendadak panik.
" Hmmm, begini, ya, aku, aku dan Lea pernah membahas masalah itu," sahut Alvin gugup dengan dengan memberikan alasannya pada ke-3 orang yang menatapnya curiga.
" Memang kamu siapanya Lea?" tanya Rasti yang semakin penasaran.
" Sial, kenapa aku jadi keceplosan seperti ini. Alvin kau ini benar-benar tidak bisa mengindikasikan mulutmu. lihatlah keadaannya semakin berantakan. Kau benar-benar. Jadi sekarang harus menjawab apa," batin Alvin yang wajahnya semakin penuh dengan kebingungan.
" Benar apa hubungan kau dan juga Lea. sampai-sampai kamu harus tau Raisa dan Novi. Itu kan masalah yang sangat pribadi," sahut Evan yang juga bertanya-tanya.
" Sudah-sudah. Itu tidak penting sekarang. Yang terpenting kita cari Melody dan juga Lea," sahut Ardian yang menyelamatkan situasi tegang tersebut. Ardian yang semakin panik langsung memasuki mobil yang tidak mau mengulur-ulur waktu. Karena takut terjadi sesuatu pada istrinya.
" Aku ikut," sahut Alvin yang melihat semua orang masuk mobil menyusul Ardian. Dan tampaknya mereka tidak keberatan sama sekali untuk membawa Alvin ikut bergabung bersama mereka.
" Untung saja Ardian mengalihkan semuanya. Tapi apa yang aku katakan lagi selanjutnya. Jika mereka masih bertanya nanti," batin Alvin yang duduk di bangku belakang bersama Ardian yang kelihatan Alvin juga gelisah.
Karena khawatir pada Lea. Alvin memang memutuskan untuk ikut mencari Lea. Apa lagi berhubungan dengan Raisa dan Novi yang tiba-tiba kabur dari penjara. Alvin sudah bisa menebak jika semuanya ada hubungannya dengan 2 manusia yang bisa di katakan tidak bisa di anggap main-main.
***********
Sementara 2 wanita yang sedang di cari Ardian, Alvin, Evan dan Rasti. Terlihat duduk di kursi yang mana 2 wanita itu di ikat di kursi yang berbeda yang bersebelahan. Kaki tangan dan tubuh ke-2nya di ikat di kursi dengan kepala yang di tutupi.
Keduanya terlihat bergerak-gerak yang sepertinya sadar dan sekarang berusaha untuk membuka ikatan itu.
" Lea kamu ada di sana?" tanya Melody yang memang tidak bisa melihat apa-apa.
" Iya Melody aku ada di dekat kamu. Apa kamu juga tidak bisa melihatku?" tanya Lea.
__ADS_1
" Iya kepala ku di tutup dan tubuhku di ikat," jawab Melody.
" Sama Melody. Aku juga mengalami hal itu. Kau juga sedang di ikat dan kepala di tutup sampai aku tidak bisa bernapas. Dadaku mulai sesak," sahut Lea dengan keluhan nya.
" Bertahan lah Lea. Kita harus berusaha untuk melepaskan ikatan ini," ucap Melody.
" Iya Melody," sahut Lea. Mereka berdua tampak berusaha untuk melepaskan ikatan mereka.
" Siapa mereka sebenarnya dan kenapa mereka melakukan itu kepada kita?" tanya Lea.
" Aku juga tidak tau Lea. Siapa mereka," sahut Melody yang tetap berusaha untuk membuka ikatan itu.
" Mereka sangat membahayakan. Bahkan menggunakan senjata tajam," ucap Lea yang tampak takut.
" Maka dari itu kita harus melepaskan ikatan ini dan bisa kabur dari mereka," sahut Melody.
" Tapi di mana sekarang ini Melody? Aku rasa ini bukan ada di dalam mobil!" tanya Lea.
Tidak lama terdengar suara hentakan heels. Yang membuat Melody dan Lea kaget dan sama-sama berhenti sejenak.
" Siapa itu?" tanya Melody.
" Aku tidak tau. Itu bunyi heels yang berarti seorang wanita," sahut Lea menebak-nebak.
Bunyi yang terdengar di telinga mereka semakin dekat. Yang mana ternyata tebakan Lea benar bunyi itu berasal dari langkah seorang wanita. Tetapi bukan seorang melainkan 2 wanita yang berjalan santai dan di ikuti anak 2 anak buah di belakangnya.
2 wanita itu adalah Raisa dan Novi. Yang ternyata merekalah menjadi otak di balik penculikan Melody dan Melody. Yang mana 2 Pria itu yang di suruh melakukan tugas itu. Masuk mobil Lea diam-diam dan menondongkan pistol pada 2 wanita itu dengan penuh ancaman dan membuat Lea yang menyetir saat itu harus mengikuti kemana arah yang di suruh oleh 2 orang itu.
Namun di tengah jalan tiba-tiba Lea di suruh berhenti dan 2 orang itu secara bersamaan memukul Lea dan Melody dan membuat 2 orang itu pingsan dan sampai tidak menyadari apa yang terjadi pada mereka dan tau-tau sudah di ikat dan kepala di tutup sehingga tidak tau di mana keberadaan mereka.
Raisa dan Novi pun memasuki ruangan itu di mana sandra mereka sedang di ikat. 2 wanita jahat itu yang sudah berdiri di depan 2 wanita yang duduk di kursi itu saling melihat dengan menyunggingkan senyum mereka.
__ADS_1
" Kerja kalian begitu bagus!" ucap Raisa pada 2 orang yang disuruhnya.
Lea dan Melody mendengar suara itu begitu terkejut yang mereka tidak asing dengan suara itu.
" Tidak mungkin. Tidak mungkin itu....." batin Melody yang bisa menebak suara siapa itu. Tetapi dia masih merasa sangat tidak mungkin.
" Siapa kalian!" bentak Lea.
" Apa itu penting untukmu. Apa kau melupakan aku begitu saja. Padahal kita tidak lama tidak bertemu," sahut Raisa.
" Raisa. Itu kau," sahut Melody yang pasti tidak salah lagi.
Terdengar suara tawa dari mulut Raisa, " aku tidak percaya Melody. Jika kau benar-benar sangat hafal dengan suaraku. Atau jangan-jangan kau sangat merindukanku," sahut Raisa.
" Bagaimana bisa kau," sahut Lea dengan suaranya yang tampak tertahan.
" Kenapa Lea. Kau kaget. Orang yang kau penjarakan ada di depanmu. Apa kau sungguh terkejut, tidak menyangka. Atau jantungmu sudah copot," sahut Raisa dengan menyunggingkan senyumnya.
" Raisa, mungkin mereka berdua belum terlalu percaya dengan kita. Apa kita buka saja penutup kepala mereka. Siapa bisa melihat kita yang mereka begitu rindukan," sahut Novi.
" Tapi Tante. Nanti mereka bisa luas bernapas," sahut Raisa dengan suara manjanya.
" Tidak apa-apa sayang. Kalau mereka tidak bernapas mereka bisa mati. Kita tidak ingin mereka ber-2 mari dengan cepat. Mereka harus mati perlahan dan tersiksa," ucap Novi.
" Yah, Tante benar, itu lebih seru," sahut Raisa dengan cerianya.
" Kalian ber-2 bukalah ikatan 2 wanita itu!" perintah Novi.
" Baik bos," sahut salah seorang anak buah itu dan ke-2nya menghampiri Melody dan Raisa.
Bersambung.
__ADS_1