Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 68 penegasan Eyang.


__ADS_3

Orang yang sudah sempat panik. Karena apa yang di permasalahkan Melody yang ternyata hanya masalah Ardian yang berganti pakaian dan Melody harus heboh.


Satu persatu orang-orang dari depan kamar itu pergi dari tempat itu dengan mereka yang gelang-gelang dengan kelakuan Melody yang ada-ada saja dan Melody yang masuk kamar sebenarnya hanya mencari masalah salah saja dengan Ardian yang sudah berdiri di depan nya dengan ke-2 tangan Ardian yang di masukkan kedalam saku celananya.


" Apa," sahut Melody dengan ketus.


" Kamu yang apa. Masuk kamar teriak-teriak, bikin semua orang heboh. Kamu itu suka banget sih hah bikin keributan, masih pagi Melody," ucap Ardian dengan kesal.


" Aku tidak akan seperti itu. Kalau kamu yang tidak sembarangan," sahut Melody menyalahkan Ardian.


" Kamu malah menyalahkanku. Memang apa yang aku lakukan," sahut Ardian.


" Apa lagi jika bukan kamu yang memakai pakaian tanpa mengkunci pintu. Apa salahnya mengkunci pintu," sahut Melody yang marah-marah. Melody memang tidak akan pernah mau di salahkan.


" Melody kamu yang masuk sembarangan tanpa mengkunci pintu dan lagian ini kamarku dan ya terserahku mau ngapain," sahut Ardian.


" Ini juga sudah jadi kamarku. Jadi kamu tidak bisa suka-suka dengan ku berganti pakaian dengan sesukamu," sahut Melody yang tidak mau kalah.


" Cukup ya Melody! aku ini suami kamu dan kita suami istri. Aku ganti pakaian di depan kamu atau di belakang kamu itu seharusnya tidak masalah karena kita adalah suami istri yang saja," sahut Ardian menegaskan.


" Walau kita menikah. Tapi hal itu tetap tidak bisa. Kita punya privasi masing-masing. Aku menerima pernikahan ini bukan berarti seperti pernikahan pada umumnya. Privasi ku adalah privasiku dan privasi juga privasimu," tegas Melody.


" Sudahlah aku tidak mau mendengar teorimu yang tidak jelas itu. Aku malas ribut denganmu. Gara-gara kamu semua orang datang kemari dan melihat tingkah kamu. Kamu tau tidak apa yang kamu lakukan itu sudah membuatku malu di depan semua orang dan kamu juga tau setelah ini aku yang akan di cecar," sahut Ardian.


" Nggak sudah berlebihan kamu. Apa yang terjadi dan orang-orang datang kemari tidak akan ada yang memalukan," sahut Melody.


" Kamu tidak akan mengerti Melody. Jadi percuma aku bicara kepadamu," sahut Ardian menegaskan.


" Apa yang tidak aku mengerti," sahut Melody heran.


" Kamu pikir aja sendiri," sahut Ardian dengan kesal yang langsung keluar dari kamar.


" Kamu mau kemana?" tanya Melody.


" Ya kekantor lah mau kemana lagi, mau mendengarkan mu bicara," sahut Ardian.


" Kita harus tempat mamaku. Mama menyuruh kita untuk kerumah ku," ucap Melody.


" Kenapa baru bilang?" tanya Ardian melihat ke arah Melody.

__ADS_1


" Aku juga baru di kasih tau mama. Jadi mana aku tau kalau tiba-tiba mau pergi," sahut Melody.


" Ya sudah ayo. Ngapain masih di situ," sahut Ardian.


" Ya kamu tunggu sebentar aku mau ganti pakaian dulu. Memang kamu pikir bisa pergi begitu saja tidak menyiapkan apa-apa," sahut Melody yang bertambah kesal dengan Ardian.


" Ya sudah cepatlah siap-siap," sahut Ardian.


" Ya kamu keluarlah, mau ngapain di sini," sahut Melody.


" Baiklah aku menunggu di bawah, jangan lama-lama," sahut Ardian yang langsung pergi dengan penuh kekesalan pada istrinya itu.


" Dia yang salah malah menyalahkanku. Issssss, memang dasar tidak mau mengalah sama sekali," desis Melody yang semakin kesal dengan Ardian.


" Tapi apa maksud Ardian tadi di cecar. Memang apaan. Ahhhhhh, dia pasti ada-ada saja. Dia memang suka bicara dengan berlebihan," ucap Melody yang tidak mau pusing dan langsung siap-siap untuk pergi Kerumah mamanya.


*********


Eyang besar dan Widia terlihat bicara serius dan wajah Eyang besar terlihat begitu resah yang sepertinya ada yang di bicarakannya.


" Ini tidak mungkinkan Widia," sahut Eyang besar menatap Widia.


" Aku tidak bisa mengatakan apa-apa mah. Tetapi dari cara Melody bicara memang itu pasti iya," sahut Widia.


" Pantas saja pernikahan mereka begitu panas. Ternyata mereka tidak menyatu sama sekali. Ini itu dosa besar jika suami istri tidak melakukan hal itu," sahut Eyang besar yang marah-marah pada anaknya itu.


" Mah, Melody dan Ardian menikahnya juga tidak baik dan mungkin mereka sama-sama belum siap," sahut Widia.


" Itu bukan alasan orang yang di jodohkan saja akan melakukan hal itu. Ini semua gara-gara kamu saat Melody datang kerumah ini malah membuat mereka pisah kamar. Dan lihat sekarang yang terjadi. Jangan-jangan di kamar mereka juga tidur berpisah. Widia keluarga kita adalah keluarga yang sangat kental dengan tradisi. Terutama untuk pernikahan. Suatu penghinaan bagi keluarga dengan apa yang di lakukan Ardian dan Melody yang mencoreng segalanya," tegas Eyang besar.


" Beri mereka waktu mah," sahut Widia.


" Sampai kapan, sampai berbulan-bulan. Seharusnya kamu sebagai ibu harus lebih tegas pada Melody dan juga Ardian. Itu adalah tugas dan kewajiban mereka berdua. Mereka sudah sama-sama dewasa," tegas Eyang yang memang terlihat marah.


" Aku akan bicara pada Ardian dan juga Melody dan semoga mereka bisa mengerti," ucap Widia.


" Tidak perlu biar aku yang bicara kepadanya," sahut Eyang yang langsung pergi dari hadapan Widia.


" Ya Allah bagaimana ini. Permasalahannya pasti pada Melody. Aku yakin Melody tidak akan siap untuk ibu dan mama pasti akan bicara terang-terangan pada Melody," batin Widia yang terlihat begitu panik.

__ADS_1


**********


Ardian menuruni anak tangga dan langsung berhadapan dengan Eyang yang sepertinya menunggunya di ujung anak tangga.


" Ada apa Eyang?" tanya Ardian yang berdiri di depan Eyang menatapnya dengan mengintimidasi.


" Ayo bicara sebentar," sahut Eyang yang langsung pergi begitu saja. Ardian mengangguk dan langsung mengikuti Eyangnya yang mana ternyata Eyangnya membawa Ardian ke taman belakang.


" Ada apa Eyang. Apa ada yang penting?" tanya Ardian yang berdiri di belakang Eyang dan Eyang pun membalikkan tubuhnya menghadap Ardian.


" Apa yang terjadi?" tanya Eyang.


" Apa maksud Eyang?" tanya Ardian dengan heran.


" Apa yang terjadi antara kamu dan juga Melody. Yang terjadi tadi apa kamu sama Melody belum melakukan hubungan itu. Kamu belum menyentuh istri kamu sama sekali," sahut Eyang yang ternyata mempermasalahkan hal itu.


" Sudah kuduga Eyang pasti mempertanyakan hal ini. Melody kenapa kamu selalu membuat masalah. Aku benar-benar akan kehilangan kesabaran kepadamu," batin Ardian yang menelan salivanya.


" Ardian. Kenapa kamu diam. Apa benar yang Eyang katakan, jika kamu belum menyentuh istrimu sama sekali," ucap Eyang yang dengan serius mempertanyakan masalah itu.


" Iya aku belum melakukannya," jawab Ardian. Sebenarnya ini sangat memalukan baginya. Tapi semua sudah terlanjur.


" Ardian. Kamu mengerti agama dan adat atau tidak. Apa yang kamu lakukan. Kalian sudah menikah," bentak Eyang dengan penuh emosi.


" Eyang pernikahan ku dengan Melody tidak semulus itu dan aku tidak mungkin melakukan itu di saat semuanya seperti ini. Dan Melody pasti tidak akan bisa untuk melakukan itu," ucap Ardian yang memberikan alasannya.


" Ardian itu bukan alasan. Itu adalah tugas kamu sebagai suami yang harus memberi nafkah batin untuk istrinya. Dan pernikahan mau seperti apapun. Hal itu wajib kalian lakukan kamu berhak untuk hal itu Melody juga berhak untuk menerimanya," tegas Eyang.


" Melody tidak akan siapa Eyang," sahut Ardian yang sudah tau apa yang terjadi sebenarnya kenapa dia memang tidak menyentuh Melody atau Melody memaksa Melody untuk melakukannya.


" Sampai kapan kamu akan membiarkan hal seperti ini. Jangan alasan dengan Melody siap atau kamu kapan siapnya. Pada intinya kalian itu suami istri dan semua harus di lakukan. Jangan sampai Eyang turun tangan untuk masalah ranjang kalian," bentak Eyang. Ardian memejamkan matanya yang pasrah dengan apa yang terjadi.


" Eyang!" lirih Ardian.


" Cukup! jangan menguji kesabaran Eyang. Jika Raisa yang kamu jadikan sebagai alasan untuk merusak moment kalian. Dia sudah tidak ada di sini. Jangan membuat Eyang marah Ardian," tegas Eyang.


" Aku tidak mungkin memaksanya," sahut Ardian.


" Kamu memang payah. Bagaimana pernikahan kalian bertahan. Jika kamu tidak pernah tegas. Jadi tegas dalam setiap hal!" tegas Eyang terang-terangan bicara dengan Ardian.

__ADS_1


Ardian harus pasrah kesal marah dan malu harus di hadapinya. Karena masalah ranjangnya harus di ketahui semua orang dah sekarang mendapat teguran.


Bersambung.


__ADS_2