
Akhirnya mereka berdua bisa melepaskan ikatan mereka.
" Alhamdulillah, akhirnya berhasil," ucap Melody yang merasa lega.
Lea mengangguk sembari mengatur napasnya yang terlihat sesak. Karena kondisi ruangan dan belum lagi mereka ber-2 tidak mendapatkan air yang mungkin ke-2nya bisa dehidrasi.
" Ya sudah sebaiknya sekarang kita keluar dari tempat ini," ucap Lea yang bicara dengan sesak.
" Iya ayo!" ajak Melody.
Mereka berdua berjalan menuju pintu. Yang pasti mereka mengintip dulu dari lubang angin. Apa ada orang di luar atau tidak. Melody melihat dengan teliti dan di sekitar tempat itu sama sekali tidak ada orang.
" Bagaimana Melody?" tanya Lea yang menunggu di belakang Melody.
" Tidak ada orang," jawab Melody.
" Ya sudah ayo kita keluar," ucap Lea. Melody mengangguk dan dengan perlahan Melody membuka pintu yang ternyata tidak di kunci. Mungkin pintunya tidak di kunci.
Karena anak buah Raisa dan Novi mungkin mengira jika Melody dan Lea yang terikat jadi akan aman-aman saja. Tidak taunya mereka bisa lepas tanpa menggunakan alat apapun.
Setelah berhasil keluar dari gudang itu. Mereka berjalan dengan mengendap-endap sambil mengawasi di sekitar mereka.
Tempat itu seperti gedung tua yang terlihat gelap yang hanya mendapatkan cahaya dari sinar matahari dari sela-sela jendela. Lantainya juga terlihat kotor dan tembok-tembok nya juga begitu kusam yang di pastikan itu adalah gedung tua yang tidak terpakai sama sekali.
Tuk, tak, tak.
Langkah Melody dan Lea berhenti ketika mendengar suara Heels yang begitu dekat. Membuat mereka terkejut dengan saling melihat wajah yang terlihat begitu shock.
" Ayo sembunyi," ajak Lea dengan cepat menarik tangan Melody. Mereka bersembunyi di bawah meja dengan berjongkok.
Suara injakan heels itu semakin dekat yang membuat mereka tampak ketakutan. Semakin gemetar yang takut ketauan. Karena jika sampai ketauan semua usaha mereka akan sia-sia yang sudah berhasil meloloskan diri.
__ADS_1
" Tante tunggu!" panggil Raisa membuat langkah Novi terhenti dan terhenti tepat di dekat Melody dan juga Lea yang mana Lea dan Melody hanya bisa melihat kaki ke-2 wanita itu.
" Ada apa Raisa?" tanya Novi.
" Aku baru melihat berita. Jika kita berdua menjadi buronan," ucap Raisa menyampaikan informasi.
" Jelas kita menjadi buronan kan kita kabur dari penjara," sahut Novi.
" Lalu bagaimana Tante selanjutnya. Kita bisa ketangkep dan hukuman kita semakin berat," ucap Raisa dengan wajah paniknya.
" Kamu itu jangan takut Raisa. Semuanya akan beres. Masalah itu nanti kita pikirkan. Tempat kita ini sudah yang paling aman dan yang harus kita fokuskan adalah. 2 wanita itu. Kita harus melenyapkan mereka ber-2. Sesuai rencana yang sudah kita susun. Kita bunuh mereka ber-2 dan kita ber-2 akan operasi plastik dengan menggunakan wajah mereka, yang artinya kamu menjadi Melody yang akan memelukmu Ardian selama-lamanya dan Tante menjadi Lea yang juga akan terus ada di keluarga itu," ucap Novi yang ternyata sudah merencanakan hal itu.
Melody dan Lea mendengarnya benar-benar terkejut. Sampai mereka saling melihat dengan wajah yang sama-sama begitu schok.
" Keterlaluan, kenapa ada manusia seperti itu. Mereka benar-benar gila," batin Melody yang begitu terkejut dengan rencana jahat Raisa dan Novi.
" Ternyata selama ini makanan yang di berikan Tante Widia untuk 2 wanita itu. Tidak masuk kedalam perut. Makanya 2 wanita itu semakin lama semakin kejam dan lama-kelamaan benar-benar sudah menjadi monster menyeramkan," batin Lea yang tidak kalah terkejutnya dengan Melody.
" Apa Tante yakin rencana kita akan berhasil?" tanya Raisa ragu.
" Baiklah Tante. Aku percayakan semuanya kepada Tante. Karena aku yakin rencana ini sudah yang paling terbaik," sahut Raisa.
" Siapa dulu dong. Ayo kita pergi!" Novi menarik tangan Raisa dan akhirnya mereka pergi yang dapat di pastikan ketempat di mana Melody dan Lea di kurung.
Setelah kepergian dua wanita itu. Lea dan Melody sama-sama membuang napas mereka dengan cepat.
" Mereka benar-benar sakit jiwa. Bisa-bisanya punya rencana seperti itu," ucap Melody dengan mengatur napasnya yang masih tidak teratur.
" Iya, aku tidak kebayang jika rencana mereka sampai berhasil," sahut Lea.
" Ya sudah. Kita jangan membuang waktu. Ayo kita pergi dari sini. Sebelum mereka menemukan kita," ucap Melody dengan menghela napasnya. Lea mengangguk dan mereka keluar dari kolong meja yang mencari jalan keluar untuk terbebas dari tempat itu.
__ADS_1
************
" Siallll!" bentak Novi dengan suara menggelegar di depan 2 anak buahnya yang sekarang menunduk di depannya.
" Apa yang kalian kerjakan hah? kenapa bisa wanita itu kabur," bentak Novi yang benar-benar begitu murka.
" Maaf nyonya saya tadi sedang makan dan dia yang menjaga di depan pintu," sahut Pria yang satunya yang menyalahkan temannya.
" Tadi saya kebelat mau buang air kecil. Jadi makanya saya tinggal sebentar.
Saya pikir dia sudah ada di depan pintu. Nyatanya tidak dan karena dia makannya sudah kelamaan," sahut yang satunya mencari alasan untuk membela dirinya.
" Diam!!!!!!!" teriak Novi membuat ke-2 orang itu takut dengan menunduk dengan tubuh yang bergetar, " jangan alasan kalian berdua. Kalian sudah tidak bejus bekerja," ucap Novi yang benar-benar marah.
" Kalian pikir kalian di gaji untuk enak-enakan hah! sudah bersusah payah membuat 2 orang itu di tempat ini dan sekarang bisa lolos begitu saja. Kalian berdua benar-benar bodoh sangat tidak berguna, tolol," maki Raisa yang tidak kalah emosinya.
" Sekarang juga cepat cari mereka. Tutup semua pintu keluar dari gedung ini. Aku yakin mereka masih ada di sini. Jadi cepat cari mereka sampai ketemu!" tegas Novi.
" Ba-baik nyonya," sahut ke-2 pria itu.
" Tunggu apa lagi. Cepat cari mereka!" teriak Raisa.
Ke-2 Pria itu pun akhirnya berlari untuk mencari Lea dan juga Melody.
" Arggg, sial!" umpat Raisa dengan mengusap kasar wajahnya.
" Dasar anak buah tidak bejus," sahut Novi yang tidak kalah penuh emosinya.
" Lalu bagaimana ini Tante. Bagaimana jika mereka bisa meloloskan diri. Rencana kita berantakan dan yang ada polisi juga akan menemukan kita," ucap Raisa dengan wajah paniknya.
" Kamu tenang Raisa. Kita harus berpikir jernih. Tante yakin mereka pasti masih ada di sini. Tidak semudah itu untuk kabur dari tempat ini. Jadi kamu harus tenang," ucap Novi.
__ADS_1
" Kalau begitu. Ayo ikut mencari!" ajak Raisa yang tidak mau hanya berdiam diri saja. Novi mengangguk dan mereka juga ikut mencari Lea dan Melody.
Bersambung.