Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 86 Raisa menjadi sasaran.


__ADS_3

Melody yang melihat suaminya seperti itu hanya bingung. Melody pun membuka lebar pintu ruangan kerja Ardian. Betapa terkejutnya Melody saat melihat ruangan itu berantakan dengan kursi putar yang sudah melayang entah kemana, semua berkas-berkas berserakan di lantai.


Ruangan kerja itu melebihi kapal pecah. Melody sampai menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya dengan apa yang dilihatnya.


" Astagfirullah apa yang terjadi," batin Melody yang masih shock. Melody melangkah pelan memasuki ruangan itu. Matanya tertuju pada dingding yang terdapat noda darah.


" Kenapa dia melukai dirinya sendiri," batin Melody yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Melody melihat laptop yang layarnya tidak mengarah kepadanya dan Melody mendekati laptop itu yang ingin mengambilnya. Namun saat tangannya ingin mengambilnya. Laptop tersebut langsung mati. Mungkin lobet. Melody yang sudah duduk dengan mengusap laptop tersebut, menutupnya dan memindahkannya ke atas meja.


" Hentikan aku bilang!" Melody di kagetkan dengan suara teriakan Ardian yang menggelegar.


" Ya Allah Ardian kenapa lagi," gumam Melody yang panik dan langsung berlari keluar dari kamar.


Yang ternyata Ardian sedang bersama Raisa di bawah sana di mana Raisa memegang tangan Ardian dan Ardian langsung menepisnya.


Teriakan Ardian juga membuat Widia, Eyang, Mila, Bayu, Vivi, Evan, Lea, Arya, Aliya, Shandra Novi dan Dani langsung melihat keributan dan pasti terkejut dengan melihat Ardian.


" Kamu kenapa jadi membentakku. Aku hanya bertanya kamu kenapa dan tangan kamu kenapa?" tanya Raisa dengan suara meninggi.


" Itu bukan urusanmu!" sahut Ardian.


" Kamu bilang tidak urusanku. Itu jelas jadi urusanku. Kamu terluka Ardian dan ini pasti gara-gara Melody kan!" teriak Raisa.


" Tutup mulutmu Raisa!" bentak Ardian.


" Kenapa. Apa yang aku katakan benarkan. Melody pasti membuat ulah lagi sampai kamu seperti ini," ucap Raisa yang membuat Ardian semakin panas. Tidak bisa mengendalikan dirinya. Ardian langsung mencekik leher Raisa dan mendorong Raisa sampai berbaring ke sofa.


" Aku bilang tutup mulutmu, kau jangan bersandiwara di depanku," ucap Ardian dengan menekan suaranya.


" Ardian apa yang kamu lakukan," gertak Widia yang shock dan berusaha untuk menghentikan Ardian.


" Ardian, kamu, kamu gila," ucap Raisa yang kesulitan bicara.


" Kau dengarkan aku Raisa. Jika aku masih kau ada di balik semua ini. Aku benar-benar tidak akan mengampunimu!" ucap Ardian dengan penuh kemarahan yang membuat Raisa kaget dengan Ardian yang melebihi monster.


" Ardian sudah hentikan!" kamu bisa membunuh Raisa," sahut Widia yang langsung menarik Ardian. Agar tidak mencekik Raisa dan itu berhasil yang membuat Raisa langsung batuk-batuk.

__ADS_1


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


" Raisa kamu tidak apa-apa?" tanya Novi yang langsung menghampiri Raisa dengan Raisa yang memegang-megang lehernya.


" Ardian ada sebenarnya, kenapa kamu melakukan ini?" tanya Shandra.


" Ardian setiap masalah ada jalan keluarnya dan yang kamu lakukan bisa membunuh Raisa," sahut Mila.


" Aku benar-benar akan membunuhnya. Jika itu sangat di perlukan," sahut Ardian menekankan dan Ardian melepas tangannya dari mamanya dan langsung pergi.


" Ardian mau kemana kamu?" tanya Widia. Namun Ardian tidak menjawab dan hanya pergi saja.


" Ada apa dengan Ardian. Kenapa dia segila itu, dia juga terluka dan seperti melukai dirinya sendiri apa yang terjadi sebenarnya sampai-sampai dia harus seperti itu kepada Raisa," batin Lea yang juga penasaran dengan apa yang terjadi pada Ardian.


" Aneh sekali Ardian kenapa bisa semarah itu kepada Raisa dan sampai ingin membunuh Raisa," batin Evan yang juga penuh tanda tanya.


Sementara Melody ada di atas sana. Melody hanya melihat apa yang terjadi.


" Ada apa sebenarnya dengan Ardian. Kenapa Ardian bisa sampai seperti itu," batin Melody dengan tanda tanya. Namun dia juga mengkhawatirkan Ardian yang terluka sangat parah dan tidak di ketahui apa sebabnya yang iya ketahui Ardian marah besar seperti orang kesetanan dan ruangan kerja Ardian yang begitu berantakan.


*************


" Dimana aku mendapatkan 3 berengsek itu. Di mana aku akan mencari brengsek-brengsek itu. Aku akan membunuh kalian bertiga yang sudah menghancurkan Melody. Aku pastikan akan membunuh kalian ber-3," ucap Ardian dengan memukul-mukul tangannya di stir mobil.


" Argggghhh, kenapa Melody, kenapa kamu tidak pernah mengatakan semua ini Melody tidak mungkin Melody tidak mungkin itu terjadi Melody. Tidak mungkin!" teriak Ardian dengan suaranya yang menggelegar dengan tangannya yang terus di pukulan ke stir mobil.


Bahkan kepalanya juga sampai di jedotkan nya dengan menyetir dengan kecepatan yang sangat tinggi yang beberapa kali menyalip kendaraan yang ada di depannya Ardian bahkan tidak takut jika harus mati.


*********


Sementara Melody yang berada di dalam kamar terus menelpon Ardian yang juga dia begitu mencemaskan Ardian yang sangat takut terjadi sesuatu pada Ardian.


" Ya Allah kenapa Ardian tidak mengangkat telponnya. Kenapa dia sebenarnya," gumam Melody yang kepanikan yang terus menghubungi Ardian.


Melody memasuki ruang kerja Ardian dan mencoba mencari tau apa yang terjadi sehingga Ardian seperti orang gila.


" Pasti ada sesuatu yang membuat Ardian seperti itu dan tidak mungkin hanya karena kami ribut tadi malam," batin Melody sambil membersih- bersihkan ruang kerja Ardian.

__ADS_1


" Melody!" tiba-tiba Lea datang dan melihat Melody yang memberes- bereskan ruangan itu. Lea juga terkejut melihat ruangan itu yang sungguh begitu berantakan.


" Astaga apa yang terjadi Melody. Kamu sama Ardian ribut separah ini?" tanya Lea yang shock dan pikirannya juga menganggap Melody dan Ardian bertengkar dengan hebat.


" Aku juga tidak tau apa yang terjadi. Tadi malam saat aku tidur aku hanya mendengar suara bantingan dan aku tidak peduli. Lalu paginya Ardian keluar dari ruangan ini sudah seperti ini. Jadi aku juga tidak tau apa yang terjadi sebenarnya," jelas Melody yang memang tidak tau apa yang terjadi.


Lea pun berjongkok di depan Melody dan membantu Melody membereskan ruangan itu.


" Kenapa ya Ardian dan dia juga seperti ingin memakan Raisa," ucap Lea. Melody mengangkat ke-2 bahunya yang memang tidak tau apa yang terjadi pada suaminya.


Lea saat memeberes-bereskan dengan Melody. Tiba-tiba melihat bungkusan paket dan di sana ada nama pengirimnya dan untuk siapa paket itu.


" Dokter Lia," batin Lea yang membaca jelas pengirim paket itu. Lea juga melihat ada amplop seperti surat yang menempel.


Namun sepertinya Ardian tidak membacanya. Lea melihat Melody yang sibuk membereskan ruangan itu dan dengan kesempatan Lea mengambil surat itu yang mungkin petunjuk bagi Lea mengetahui apa yang terjadi pada Ardian.


" Aku akan mencoba menghubungi Ardian lagi," ucap Melody yang berdiri dengan mengambil handphonenya. Lea mengangguk saja.


" Surat apa ini dan paket apa itu," batin Lea dengan penuh penasaran.


***********


Sementara di sisi lain Raisa berada di kamarnya yang bersama Novi.


" Kenapa Ardian sekadar itu kepadaku?" tanya Raisa yang kesintingan dengan kasarnya Ardian kepadanya yang membuatnya marah dan tidak terima.


" Tante tidak tau Raisa yang mungkin saja dia bertengkar dengan Melody dan akhirnya kamu menjadi imbasnya," ucap Novi.


" Memang Melody itu wanita yang kurang ajar. Aku sudah menduga dia pasti mencari-cari masalah sampai Ardian melakukan hal gila itu kepadaku," ucap Raisa dengan penuh emosi pada Melody yang menyalahkan Melody atas apa yang terjadi padanya.


" Raisa kamu harus tenangkan diri kamu. Ardian pasti menyesal melakukan semua itu pada kamu percayalah sama Tante. Dia akan pulang dan akan meminta maaf pada kamu. Karena sudah melukai kamu," ucap Novi.


" Iya aku hanya berharap seperti itu," sahut Raisa.


" Tingkah laku Ardian sungguh aneh. Tetapi kenapa dia mengatakan. Jika dia menemukan sesuatu dan aku ada di baliknya. Dia akan membunuhku, apa maksud dari kata-kata Ardian," batin Raisa yang tiba-tiba kepikiran dengan sepenggalan kata-kata Ardian.


" Tidak mungkin Ardian tidak mungkin, Ardian pasti tidak mungkin mengetahui hal itu," batin Raisa dengan perasaan yang mulai was-was.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2