Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 168 pembatalan janji.


__ADS_3

Melody yang ikut membantu Mila beres-beres di dapur. Tiba-tiba Melody melihat Lea dari jendela dapur yang mengarah keluar yang mana Lea keluar dari rumah yang memasuki mobil yang biasa di pakainya yaitu mobil Ardian.


" Mau kemana Lea?" batin Melody yang penasaran melihat Lea yang pergi dengan terburu-buru.


" Melody sayur nya sudah selesai di potong?" tanya Mila. Melody tidak merespon dan diam saja tanpa mengatakan apa-apa.


" Melody!" tegur Mila lagi yang membuat Melody tersentak kaget.


" iya kak, kakak tanya apa?" sahut Melody yang tampak gugup.


" Sayurnya sudah selesai di potong atau belum?" tanya Mila mengulang sekali lagi.


" Oh, sudah kok kak," sahut Melody yang langsung memberikan pada Mila.


" Kamu ini jangan melamun terus!" ucap Mila mengingatkan.


" Maafkan, Melody kurang fokus," sahut Melody dengan tersenyum kaku.


" Memang kamu tidak enak badan?" tanya Mila sambil memasukkan sayur kedalam panci.


" Aku baik-baik saja kak. Aku hanya lupa tadi mau jemput Chaca. Soalnya kak Ardian mengajak makan siang," ucap Melody yang memang itu benar apa adanya. Tetapi bukan Chaca yang membuat dia melamun.


" Ya sudah sana kamu jemput," sahut Mila.


" Iya kak, tidak apa-apakan Melody tinggal?" tanya Melody memastikan.


" Ya tidak apa-apa dong Melody kan kakak sudah biasa. Nanti kamu telat makan siang sama Ardian. Jadi sana," ucap Mila.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu. Melody pergi dulu. Mari kak!" ucap Melody pamit. Mila mengangguk dan Melody langsung pergi.


" Hmmmm, dia belakangan ini sering melamun. Padahal hubungannya dengan Ardian sudah baik-baik saja dan bahkan dengan keluarganya juga baik-baik saja. Chaca juga sudah bersamanya. Tetapi dia malah melamun. Tetapi syukurlah Melody dan Ardian sudah baikan. Kalau ingat awal-awal mereka menikah. Ampun mereka seperti Tom dan Jerry yang kerjanya perang terus setiap hari. Tidak ada hari tanpa ribut. Alhamdulillah sekarang semua nya baik-baik saja," ucap Mila yang mengingat awal-awal pernikahan Melody dan Ardian dan sekarang semuanya sudah terkendalikan dan Alhamdulillah semuanya benar-benar baik-baik saja.


**********


Lea ternyata menemui Alvin suatu tempat yang bukan Restaurant dan juga bukan hotel. Tidak tau di mana yang jelasnya mereka sama-sama berdiri berhadapan di koridor dan beberapa kali orang berlewatan.


" Kenapa kamu mengajakku bertemu. Aku padahal tidak mengabarimu dan tidak mengajakmu bertemu?" tanya Alvin yang merasa tiba-tiba di ajak oleh Lea.


" Aku ingin bicara penting denganmu," ucap Lea.


" Kalau begitu jangan di sini," sahut Alvin.


" Aku rasa di sini saja," sahut Lea.


" Baiklah! kalau begitu katakan apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Alvin.


" Jika membicarakan itu. Apa kamu yakin membahasnya di sini?" tanya Alvin menyarankan Lea sebelum bertindak jauh.


" Aku tidak bisa kemana-mana. Dan aku pikir ini tempat yang cocok dan lagian ku juga tidak mengenal orang-orang di sini dan mereka juga tidak ada yang mengenalku dan menurutku aman-aman saja," sahut Lea yakin yang melihat di sekitarnya.


" Ya sudah kalau begitu langsung pada intinya saja. Apa yang ingin kamu katakan, soalnya aku masih banyak pekerjaan?" tanya Alvin.


" Sebelumnya aku minta maaf padamu," sahut Lea. Wajah Alvin menunjukkan ekspresi datar. Namun terlihat begitu penasaran dengan pembicaraan Lea. Apa lagi terlihat Lea begitu panik.


" Katakan langsung saja!" sahut Alvin dengan suara dinginnya yang tidak suka basa-basi.

__ADS_1


" Aku mohon tolong batalkan perjanjian kita," ucap Lea dengan sekali tarik napas mengatakan apa yang di ingin di katakannya pada Alvin dan jelas itu membuat Alvin kaget dan menatap tajam Lea yang begitu ketakutan.


" Apa maksudmu?" tanya Alvin dengan dingin.


" Maaf jika aku lancang dan aku tidak ada niat untuk membatalkan semuanya. Atau mengingkari janji padamu. Tetapi posisi ku tidak bisa melakukan hal itu. Karena aku dalam masalah besar. Ini berkaitan dengan ibuku dan keluargaku dan aku tidak bisa memaksakan diri untuk melakukan itu," ucap Lea menjelaskan alasannya dengan wajahnya yang terlihat memohon.


Biasanya Alvin melihat kesombongan Lea dan begitu percaya diri dan sekarang terlihat seperti mengemis padanya.


" Aku mohon Alvin tolong!" Lea memohon dengan menyatukan ke-2 tangannya.


" Lea. Kau jangan main-main denganku. Kau yang datang kepadaku. Memohon untuk di bantu dan kau tau imbalannya. Aku sudah melakukannya. Aku sudah memenjarakan Novi menyusul Raisa. Membongkar semua kejahatan mereka sehingga mereka mendapat hukuman yang setimpal dan Rio aku melakukan semuanya bahkan menyelesaikan kehidupannya. Agar tidak mengganggumu dan kau seenaknya mengatakan untuk membatalkan semuanya," ucap Alvin yang tampak serius bicara. Wajah itu terlihat marah yang tidak suka dengan Lea yang mengingkari janjinya.


" Maafkan aku. Aku tidak bisa menepati janjiku. Aku tau saat aku datang kepadamu. Aku sudah tau resikonya dengan kau membantuku dan aku membalasnya tidur dengan mu. Tetapi jika kita di lakukan di awal mungkin semuanya tidak akan terjadi sampai seperti ini. Tetapi kau malah pergi dan kau lah yang mengundur waktu. Sampai aku terlibat masalah," ucap Lea.


Alvin semakin marah dengan Lea yang malah menyalahkannya. Sorot mata Alvin semakin tajam yang ingin menerkam Lea. Sampai di detik berikutnya Alvin mencengkram kuat bahu Lea.


" Kau menyalahkanku?" tanya Alvin menekan suaranya.


" Bu-bu-bukan begitu Alvin, aku hanya tidak bisa melakukannya," jawab Lea dengan tiba-tiba menjadi takut dan menahan sakit dengan cengkraman Alvin yang begitu kuat. Sampai tubuh itu bergetar.


" Aku paling tidak suka dengan orang yang mengingkari janji. Aku tidak bisa melepasmu begitu saja. Setelah yang aku lakukan begitu banyak," desis Alvin yang bicara begitu tajam pada Lea.


" Aku akan melakukan apa saja yang kau inginkan. Tetapi jangan itu. Aku menyerah. Karena aku tidak bisa melakukan nya," sahut Lea yang matanya berkaca-kaca menatap Alvin.


" Kau seperti wanita sok suci yang berani bicara tidak bisa melakukannya. Bukannya kau sudah mengatakan berpengalaman dalam hal itu. Lalu kenapa tidak seperti menjadi wanita polos," ucap Davin dengan suara pelan yang bicara tepat di depan wajah Lea.


" Terserah kau mau menilaiku seperti apa. Tetapi aku rasa kau mendengar apa kata ibuku kemarin dan aku tidak mau mengambil resiko seperti ibuku. Aku anak haram yang lahir tanpa pernikahan yang di kandung dengan pergaulan bebas. Aku mungkin wanita bebas. Tetapi aku tau batasanku. Dan aku menerima tawaran itu karena tidak berpikir panjang dan sekarang aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dengan ibuku. Aku hanya ingin menjadi wanita baik yang bisa menjaga kehormatanku," ucap Lea pelan dengan meneteskan air matanya.

__ADS_1


Cengkraman tangan yang begitu kuat, tiba-tiba melemah. Tidak tau kenapa seperti itu Alvin melihat air mata Lea seakan membuat hatinya bergetar dan merasa iba.


Bersambung.


__ADS_2