
" Langsung kita lihat Cctv ya, biar semuanya jelas," sahut Lea yang langsung meletakkan laptop di tas meja dan tanpa basa-basi Lea langsung menghidupkan laptop. Raisa terlihat begitu panik melihat apa yang terjadi. Novi di sampingnya melihat serius Raisa seakan tau jika Raisa memang yang bermain kasar.
Melihat dari gesture tubuh Raisa memang terlihat jelas. Dia yang panik. Sementara Melody hanya terdiam santai. Walau memar itu membuat wajahnya kesakitan.
" Kenapa semuanya jadi begini," batin Raisa yang begitu gelisah dengan jarinya yang saling bertautan.
Lea yang sudah berada di depan laptop menekan enter dan orang-orang yang ada di ruangan itu melihat dengan serius layar laptop tersebut.
Sesuai dugaan Raisa yang pertama mencekal pergelangan tangan Melody, langsung menampar Melody terlihat Melody dan Raisa cekcok dan Raisa melempat Melody dengan remote AC dan terakhir menampar Melody kembali.
Wajah schok yang di perlihatkan orang-orang yang ada di sana. Yang tidak percaya jika memang terjadi Melody yang mendapat kekerasan fisik dan itu di lakukan Raisa.
Marsel, Dania, dan Wawan keluarga Melody seakan langsung murka dengan apa yang mereka lihat bisa-bisanya Melody yang di titipkan di keluarga itu di perlakukan dengan tidak pantas.
Sementara Ardian melihat sendu Melody yang pasti tidak percaya. Jika istrinya di pukul dan bahkan buktinya begitu jelas.
" Raisa apa semua ini!" bentak Widia yang begitu marah pada Raisa.
" Aku bisa jelaskan Tante semuanya. Ini semua tidak akan terjadi jika...."
" Cukup!" sahut Dania memotong pembicaraan itu dengan berteriak.
" Kamu pikir anakku lahir dari perutmu. Aku saja sebagai ibunya tidak pernah bermain tangan kepadanya dan kau berania melukai anakku!" teriak Dania menunjuk-nunjuk tepat di wajah Raisa. Raisa sudah tidak bisa membela diri lagi dan hanya memegang lengan Novi seakan meminta bantuan.
" Apa seperti ini yang di dapatkan Melody setiap hari!" sahut Wawan dengan suara rendah nya yang masih mengontrol amarahnya.
" Jangan salah paham Pak Wawan, semuanya tidak seperti itu," sahut Widia.
__ADS_1
" Lalu seperti apa. Lihat anak ku, mata kalian semua tidak butakan. Dia terluka gara-gara wanita sialan ini!" teriak Dania.
" Mah, tolong tenang dulu!" sahut Ardian dengan suara beratnya yang seolah tidak terima mamanya juga di bentak.
Marsel yang baru mendengar Ardian bersuara membuatnya naik pitam.
" Semua ini gara-gara kamu kurang ajar!" teriak Marsel yang langsung melayangkan pukulan pada Ardian.
Hal itu membuat orang-orang kaget dengan mata melotot dan mulut menganga yang mana Marsel memukul Ardian dan sampai Ardian tersungkur di lantai dan Marsel masih memukulnya.
" Kak Marsel cukup!" teriak Melody panik yang langsung menahan kakaknya untuk tidak memukul suaminya lagi.
" Sebagai suami kamu tidak menjaga istrimu. Apa kamu bahagia melihatnya seperti ini. Aku meletakkannya di rumah ini. Agar kau bisa memperbaiki kesalahanmu brengsek!" teriak Marsel penuh kemarahan dengan mengcegkram kerah baju Ardian. Ardian tidak melawan dan membiarkan Marsel memukulnya.
" Kak Marsel Melody mohon hentikan!" cegah Melody.
" Minggir kamu!" ucap Marsel menekan suaranya.
" Cukup kak!" ucap Melody dengan suara beratnya, " mama, papa, kakak sudah membuat membuatku masuk kejalan ini. Jadi biarkan tetap seperti ini. Aku dari awal tidak menyetujui semuanya. Aku mati-matian menangis meminta untuk di pisahkan. Tapi kalian tidak tau perasaanku. Dan sekarang sudah terlanjur. Jadi biarkan seperti ini," ucap Melody dengan matanya yang berkaca-kaca.
" Apa maksud kamu. Kamu akan diam saja di perlakukan seperti ini. Semua ini gara-gara si brengsek ini!" teriak Marsel.
" Kakak sudah tau. Jika dia penyebabnya. Lalu kenapa masih tetap meletakkan ku di tempat ini dan sekarang sudah terjadi. Apa lagi yang harus kakak lakukan," sahut Melody.
" Jangan bertanya Melody. Kamu pulang dengan kami!" teriak Dania yang mengambil keputusan. Melody tersenyum tipis mendengarnya.
" Pulang! mah. Cukup Ardian yang menjadikan Melody sebagai boneka. Jangan mama dan papa dan kak Marsel. Melody capek dengan semuanya. Setelah seperti ini kalian baru menyuruh pulang. Sebelumnya apa mama papa dan semuanya punya pikiran seperti ini. Tidak kan. Kalian tidak tau apa yang aku rasakan. Setiap hari harus ini itu. Aku capek. Jadi cukup. Jangan menyuruh ini itu lagi. Aku capek," ucap Melody menegaskan dengan air matanya yang jatuh.
__ADS_1
Ardian hanya diam dengan memejamkan matanya. Yang jika bicara salah dan tidak bicara salah.
" Aku akan tetap di sini. Biar mama papa dan kalian semua bisa melihat akibat dari keputusan kalian," tegas Melody yang langsung pergi.
" Melody!" panggil Dania.
" Brengsek kamu Ardian. Beraninya kamu menyakiti Melody berkali-kali. Aku mengampuni mu kali ini dan semua itu karena Melody!" teriak Marsel melepas kasar cengkraman kerah baju itu.
Begitu Marsel berdiri. Widia langsung membantu Ardian untuk berdiri di mana wajah Ardian juga sudah memar.
" Kalian dengar semuanya di sini. Termasuk kau!" tunjuk Marsel.
" Jika kejadian ini terulang lagi. Aku tidak akan segan-segan menuntun keluarga ini dan kau Ardian aku peringatkan kepadamu. Jika kau masih sah menjadi suami dari Melody. Jika kau berani menjalin hubungan dengan dia lagi!" tunjuk Marsel pada Raisa lagi. " Aku akan melaporkan kalian ke polisi, aku akan mempidanakan kalian dengan kasus perselingkuhan!" teriak Marsel penuh penegasan dan penekanan yang berisi ancaman.
Raisa mendengarnya terkejut, begitu juga dengan Novi yang hanya bisa diam dengan mencengkram tangan dengan kuat.
" Jadi jangan main-main denganku. Aku tidak membiarkan adikku menderita!" tegas Marsel.
" Masalah ini tidak akan terjadi lagi," sahut Eyang besar, " saya mohon maaf atas apa yabg terjadi. Kami sungguh tidak tau. Jika Raisa bisa melakukan hal tidak terpuji itu pada Melody. Ini memang sangat di sayangkan. Niat kami mengundang kalian untuk membicarakan resepsi pernikahan Ardian dan Melody. Tetapi kalian harus melihat apa yang tidak kalian lihat. Saya sebagai orang yang di tua kan di rumah ini memohon maaf atas apa yang terjadi. Saya akan menjamin masalah ini tidak akan terjadi lagi," ucap Eyang besar yang merasa bersalah.
" Aku tidak tau apakah harus percaya pada keluarga ini," sahut Wawan.
" Percayalah pak Wawan kami tidak pernah jahat kepada Melody. Kami berusaha untuk melakukan yang terbaik kepadanya dan hal ini kami juga tidak menyangka," sahut Widia menambahi.
" Setelah semua tenang, Raisa akan meminta maaf pada Melody," sahut Eyang besar. Raisa kaget mendengarnya dan Raisa ingin membantah dan Novi langsung mencegahnya dengan membuka matanya lebar yang memberikan kode pada Raisa. Dan Raisa diam tanpa bicara apa-apa.
" Mari kita tenangkan diri dan bicara sebentar!" ajak Eyang besar untuk mencairkan suasana yang penuh kecanggungan itu.
__ADS_1
Bersambung