Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 57 Pilihan.


__ADS_3

Tinggal Melody dan Ardian yang berada di dalam kamar. Di mana Melody langsung menatap tajam Ardian. Melody melihat piring makanan yang berada di atas meja dan Melody langsung mengambilnya dan membuangnya ke tong sampah.


" Keterlaluan kamu!" gertak Melody yang kelihatan begitu panas dengan Ardian.


" Apa yang aku lakukan, sampai kamu semarah itu?" tanya Ardian yang terlihat selow.


" Kamu masih bertanya. Kamu benar-benar ya Ardian sungguh memuakkan. Kamu lihat kelakukan kamu yang sangat hina itu. Jika kamu tidak menganggap ada istrimu. Kamu bisa lepaskan dia dan menikah dengan pacar kamu itu," ucap Melody dengan marah-marah pada Ardian.


" Kamu cemburu melihat apa yang di lakukan Raisa tadi," tebak Ardian.


" Cemburu katamu. Ini bukan masalah cemburu atau tidak ini bukan masalah aku harus cemburu padanya atau tidak. Tapi ini soal harga diri dan penghargaaran kamu kepadaku. Aku marah dengan apa yang di lakukannya. Itu karena aku menghargai pernikahan kita dan aku ingin melihat apa kamu tidak akan marah, jika aku yang akan seperti itu dengan pria lain," ucap Melody dengan matanya yang memerah yang memasang mode serius yang sungguh muak dengan Ardian.


" Kamu benar-benar hina sama sepertinya," teriak Melody.


" Cukup Melody!" bentak Ardian.


" Lihatlah, jika aku bicara kamu akan membentakku seolah apa yang aku katakan adalah kesalahan untukku. Kamu sangat bangga mempertontonkan kemesraan mu dengan dia. Kamu keterlaluan Ardian. Kamu itu tau moral dan tau agama. Tapi lihat yang kamu lakukan sangat hina," ucap Melody yang mengeluarkan semua isi hatinya.


" Aku marah bukan karena cemburu. Cemburu hanya ada di dalam hubungan yang penuh cinta. Aku marah hanya karena merasa tidak di hargai. Jika kamu tidak menghargaiku dalam pernikahan ini. Maka jangan salahkan aku. Jika aku juga akan melakukan hal yang sama," tegas Melody.


" Apa maksud kamu?" tanya Ardian.


" Kamu pacaran sama dia kan. Kamu menikah. Tetapi punya pacar. Kalau begitu aku juga harus melakukan hal yang sama. Aku juga tidak ingin hanya mempunyai suami. Tetapi juga ingin mempunyai pacar," ucap Melody yang memberikan ancaman pada Ardian. Apa yang terdengar membuat Ardian kaget dan Melody adalah wanita gila yang pasti melakukan hal itu.


Melody menghembuskan napasnya dengan perlahan dengan mengontrol emosinya dan pergi dari hadapan Ardian. Ardian pun langsung bangkit dari ranjang dan mengejar Melody. Melody yang membuka pintu kamar langsung di tahan oleh Ardian.

__ADS_1


" Mau kemana kamu?" tanya Ardian dengan suara berat. Melody langsung melepaskan kasar tangan Ardian dari tangannya.


" Aku mau pergi. Mau mencari pacar yang bisa bersikap baik kepadaku. Yang menghargaiku dan bisa suap-suapan dengannya atau memakan bekasnya," ucap Melody menegaskan dengan matanya yang menatap tajam Ardian.


" Kamu jangan main-main soal bicaramu," ucap Ardian dengan suara beratnya.


" Aku tidak main-main. Aku memang akan melakukannya. Supaya kita ber-2 impas. Kamu dengar ya Ardian. Aku bukan wanita bodoh. Jika kamu bisa melakukannya maka aku juga akan bisa melakukannya," ucap Melody yang menegaskan tanpa main-main.


" Melody!" lirih Ardian dengan suara beratnya.


" Kenapa? kamu tidak percaya aku bisa melakukannya," ucap Melody yang menantang Ardian.


" Jangan menguji kesabaran ku Melody!" teriak Ardian dengan matanya yang melotot.


" Ardian aku sudah mengalah dengan pernikahan ini. Aku diam dan menerimanya. Kemarin kamu juga mengatakan ingin memperbaiki semuanya. Tapi apa. Semuanya hanya omongan kosong. Kamu pikir aku tidak sakit hati dengan apa yang kamu lakukan tadi hah! kamu pikir itu lelucon hah!" ucap Melody dengan matanya berkaca-kaca.


" Aku minta maaf," ucap Ardian yang mengakui kesalahannya yang sudah menyakiti hati Melody.


" Maafmu hanya kata yang tidak akan bisa menjadi jaminan untuk hidupku," ucap Melody yang menekan suaranya.


" Apa yang kamu inginkan?" tanya Ardian.


" Aku ingin kamu memilih. Aku yang di rumah ini atau dia," sahut Melody yang menegaskan yang membuat Ardian langsung melotot mendengar kata-kata Melody yang artinya Ardian harus mengusir Raisa dari rumah itu jika ingin mempertahankan rumah tangganya dengan Melody.


" Memuakkan," desis Melody mendorong tubuh Ardian dengan ke-2 tangannya yang membuat Ardian mundur sedikit.

__ADS_1


" Hanya itu saja kamu masih berpikir. Untuk apa pernikahan di lanjutkan jika kamu menginginkan ke-2nya," ucap Melody yang mendengus kasar, " Tidak. Seharusnya aku tidak menyuruhmu memilih. Karena memang seperti ini lah dirimu. Kau tidak pernah konsisten, kau egois. Kau selalu ingin semuanya. Seperti ini lah dirimu yang memang sesungguhnya yang tidak pernah berubah sama sekali," maki Melody yang sudah tidak bisa menahan amarahnya. Melody pun akhirnya memilih untuk keluar dari kamar dari pada semua jenis binatang keluar dari mulutnya.


" Melody!" panggil Ardian yang sama sekali tidak di pedulikan Melody. Yang tetap keluar dari kamar itu.


**********


Raisa dan Novi yang berada di taman belakang sedang tos sekarang. Yang merasa ke-2nya sekarang adalah pemenangnya. Mereka sama-sama tertawa yang penuh dengan kebahagian.


" Lihat aja setelah ini. Mereka akan ribut besar dan Tante tau bagaimana Melody jika marah. Dia tidak akan peduli apapun. Dia akan memaki Ardian dan jika Ardian terpancing saat itu juga dia akan menjatuhkan talak pada Melody dan pernikahan itu akan berakhir," ucap Raisa yang tersenyum dengan membayangkan kejadian yang di tunggu-tunggunya.


" Kamu benar Raisa, seharusnya kita terus seperti ini. Kita harus terus membuat Melody meledak-ledak. Supaya Ardian benar-benar capek dengannya. Karena hanya dengan cara seperti itu. Pernikahan mereka benar-benar akan hancur," ucap Novi menambahi.


" Hmmm, Tante benar, memang harus itu yang kita lakukan. Melody akan semakin tersiksa dengan pilihan yang di jalaninya," sahut Raisa dengan tersenyum miring.


Pembicaraan Tante dan keponakan itu terdengar langsung di telinga Melody. Di mana air mata Melody harus menetes mendengar kejahatan wanita yang dari dulu memang mengganggunya.


" Memang hanya bertahan yang bisa membalas mereka. Kamu hanya bertahan Melody. Tanpa bermain perasaan. Kamu marah hari ini. Karena melibatkan perasaanmu. Kamu tidak akan marah jika tidak melibatkan perasaanmu," batin Melody dengan air matanya yang mengalir.


" Melody. Bertahanlah sebentar saja untuk membalas perbuatan mereka. Meski kamu sendirian dan mereka banyak. Kamu harus bertahan Melody," batin Melody yang hanya bisa menguatkan dirinya sendiri.


" Dulu kamu bisa mengalah. Tetap tidak sekarang Melody. Kamu tidak akan mengalah lagi karena orang itu," batin Melody meyakinkan dirinya.


Sangat sakit sebenarnya hatinya. Dia juga sebenarnya sudah mulai lelah dan seakan tidak sanggup menahan semuanya. Namun harus bertahan untuk keadilan dalam dirinya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2