
Melody dan Ardian tetap saling melihat dengan mata Ardian yang memerah penuh pertanyaan dan mata Melody yang tidak hentinya air mata keluar. Tubuhnya bergetar hebat dan seketika wajah itu pucat dan menjadi takut.
" Melody apa yang kau katakan?" tanya Ardian lagi yang menunggu jawaban Melody yang tidak mengerti dengan 1 kalimat yang di ucapkan Melody.
Melody mengalihkan pandangannya dari Ardian dengan menyeka air matanya dengan tergesa dan ingin berlalu dari hadapan Ardian dan Ardian langsung menghentikannya dengan memegang ke-2 bahunya.
" Kamu belum menjawab pertanyaanku apa maksud dari perkataanmu?" tanya Ardian. Melody diam dengan tubuhnya yang bergetar dan wajahnya melihat kesamping yang tidak berani menatap Ardian seketika perubahan Melody membuat Ardian benar-benar heran.
" Melody kenapa kamu diam, jawablah aku!" bentak Ardian. Melody langsung mendorong Ardian.
" Diamlah Ardian!" teriak Melody, " jangan bertanya kepadaku jika semua itu adalah perbuatanmu. Jadi jangan pura-pura tidak tau!" teriak Melody.
Ardian diam dan tidak berbicara lagi. Ketika melihat keanehan pada Melody. Melody juga mencoba menenangkan dirinya dan langsung menaiki tempat tidur dan menarik selimut meringkuk seperti bayi dan terlihat seperti orang ketakutan. Karena tubuh itu begitu bergetar.
Ardian bisa melihat dengan jelas jika Melody seperti orang ketakutan.
" Apa yang terjadi Melody. Apa maksud dari perkataan mu," batin Ardian yang masih membutuhkan jawaban dari pernyataan Melody.
Ardian menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan ke depan lalu memilih untuk keluar dari kamar itu dan memberikan Melody ketenangan.
************
Ardian memilih menenangkan dirinya di meja makan dengan meneguk air putih dan beberapa kali membuang napasnya kasar kedepan. Yang mencoba untuk mengatur napas yang tidak beraturan itu.
Flash back.
Di dalam mobil terlihat Ardian dan Melody yang mana Ardian menyetir dengan kecepatan santai dan Melody di sampingnya yang mana wajah cantik itu terus saja mengeluarkan senyumnya dengan 5 jemarinya yang di genggam oleh Ardian.
" Kalau kamu kamu mau tidur aja. Tiba sampai di puncak nanti kakak akan membangunkanmu," ucap Ardian dengan lembut.
" Aku tidak mengantuk ku," sahut Melody.
" Yakin?" tanya Ardian Melody mengangguk.
" Hmmm, oh iya kak yang datang ke acara ulang tahun kakak banyak orang?" tanya Melody.
__ADS_1
" Tidak banyak, kamu, kakak, dan ada Lea dan Siska teman Lea baru beberapa teman kuliah kakak," jawab Ardian.
" Hmmm, begitu rupanya. Lalu kenapa tidak merayakan ulang tahun bersama keluarga saja. Kenapa tidak ajak Tante Widia dan yang lainnya?" tanya Melody.
" Untuk keluarga sudah Melody, sekarang aku ingin merayakan ulang tahun bersama teman-teman kuliah dulu," jawab Elang.
" Hmmm, begitu rupanya," sahut Melody.
" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Ardian.
" Kalau ada kakak ya tidak apa-apa. Bukannya mama dan papa juga kak Marsel sudah memberi izin untuk Melody menginap 1 hari di vila di puncak. Jika mereka percaya menitipkan Melody pada kakak ya Melody juga pasti aman," ucap Melody.
Ardian tersenyum dengan mengusap-usap pucuk kepala Melody.
" Kamu jangan khawatir putri kesayangan mereka tidak akan lecet. Aku mana berani membuat putri kesayangan mama dan papanya sampai kenapa-kenapa," ucap Ardian Melody tersenyum mengembang dan langsung menyandarkan kepalanya di pundak Ardian dan Ardian mencium pucuk kepala itu dengan lembut.
Falss on.
Ardian mengusap wajahnya dengan kedua tangannya sikunya berada di atas meja.
**********
Lea berada di dalam kamarnya, terlihat mondar mandir di dekat jendela dengan satu tangannya di dadanya dan satunya lagi beberapa kali menyibak rambutnya kebelakang. Wajah Lea terlihat resah layaknya seperti orang yang penuh dengan pikiran.
" Tidak kenapa Siska bisa kembali. Jika Siska menemui Melody Siska bisa membahas masalah itu," batin Lea yang terlihat ketakutan karena tadi sempat bertemu dengan temannya yang sudah lama tidak di temuinya.
Flashback.
Siska dan Lea berada di dalam Vila di ruang tamu dan terlihat sedang membongkar kotak-kotak yang sepertinya barang-barang yang ingin di keluarkan.
" Melody dan Ardian lama juga sampainya," sahut Siska yang mengeluarkan beberapa barang dari dalam kotak itu.
" Paling juga bentar lagi," sahut Lea.
" Hmmm, begitu rupanya," sahut Siska yang terus mengeluarkan barang dan tiba-tiba Siska mengeluarkan beberapa botol membuat Lea heran
__ADS_1
" Siska itu Alkohol," sahut Lea yang kaget.
" Iya kenapa?" tanya Siska.
" Untuk apa?" tanya Lea.
" Lea, ya untuk kita lah. Kita itu mau berpesta dengan teman-teman yang lain. Jadi kalau pesta tanpa ada alkohol akan hambar," sahut Siska santai.
" Ya kan tapi ada Melody di tempat ini. Melody masih di bawa umur. Kamu gila ya mana mungkin dia meminumnya," sahut Lea.
" Ya kan hanya Melody yang di bawah umur kita kan nggak. Lagian siapa yang nyuruh dia minum," sahut Siska santai.
" Tapi tetap aja. Kalau sudah ada kalau terminum gimana. Nggak usah aneh-aneh kamu," sahut Lea yang terlihat kesal.
" Apaan sih Lea. Kan dia juga punya pacar ya pacarnya ya jagain lah," sahut Siska.
" Kalau Ardian tau ini dia juga akan marah. Kamu jangan mencari masalah deh," ucap Lea menegaskan.
" Kalau begitu jangan sampai Ardian tau. Kalau pestanya sudah di mulai baru kita keluarin kalau anak-anak sudah meminum Ardian mau bilang apa. Dia tidak akan bisa bisa melarang," sahut Siska.
" Tapi tetap aja," sahut Lea dengan kesal.
" Sudahlah Lea kamu nggak usah berlebihan," sahut Siska. Lea seakan tidak bisa mencegah temannya yang membawa alkohol itu.
Flassaon.
Lea sudah duduk di pinggir ranjang dengan mengusap wajahnya kasar dengan hembusan napas yang begitu berat.
" Semua gara-gara Siska dia yang memulai semuanya dan Melody sampai detik ini salah paham dengan ku. Dia tidak akan salah paham jika aku tidak pergi saat itu seakan membenarkan pikiran Melody kepadaku. Siska sekarang ada di sini dan Siska selalu menganggap semua tidak apa-apa. Dia tidak tau apa setelah pesta itu hubungan Ardian dan Melody juga berantakan dan sampai beberapa tahun.
" Tapi tidak mungkin Melody hanya pergi gara-gara hal itu. Apa terjadi sesuatu sebenarnya dengannya," batin Lea yang kelihatan juga tidak tau menau apa yang terjadi.
Lea sendiri juga tidak tau apa yang jelasnya yang terjadi dan semua masih dalam misteri.
Bersambung
__ADS_1