
Jika Eyang besar sudah turun tangan. Maka Iriana tidak akan bisa mengelak lagi. Yang mana sekarang Iriana sudah berada di rumah Ardian. Yang sekarang sedang di ceramahi Eyang.
Di sana juga ada, Widia, Shandra, yang duduk bersama Iriana, Sementara Eyang berdiri di depan Iriana yang marah-marah.
" Kamu itu benar-benar bikin malu keluarga," ucap Eyang dengan menekankan suaranya.
" Apa yang bikin malu mah. Mama jangan sama seperti Ardian yang berbicara berlebihan," sahut Iriana dengan santainya.
" Kamu masih berani bilang apa yang bikin malu. Kamu pikir dengan kamu ke hotel itu tidak bikin malu. Kamu itu sudah berkeluarga. Jadi malulah dengan keluargamu dan juga anakmu yang sudah dewasa," teriak Eyang.
" Jadi Lea benar-benar mengadukan pada mama semuanya. Sehingga mama menyuruh Ardian untuk menjemputku dan membuatku malu di depan Pria itu," sahut Iriana.
Lea yang berada di balik dingding mendengarkan pertengkaran mamanya dan Eyangnya begitu dek-dekan. Wajahnya juga panik yang mendadak pucat.
" Gawat bagaimana jika mama mengatakan menemukan ku di hotel dan bahkan aku bicara juga sedang cek-in," batin Lea yang tampak begitu dek-dekan.
" Apa maksud kamu Lea?" tanya Eyang.
" Ya Lea kan yang memberitahu mama semuanya. Anak itu memang selalu mencampuri urusan orang tua," sahut Iriana dengan kesal. Sementara Lea sudah dek-dekan yang takut mamanya akan membongkar kelakuakn diri.
" Sudah cukup! kamu jangan menyalahkan orang lain. Aku sendiri yang menyuruh Ardian menjemputmu. Tanpa ada yang memberi tahu. Karena aku tau semuanya kelakukan kamu yang tidak bisa di maafkan," tegas Eyang besar menunjuk tepat di wajah Iriana.
" Mah sudahlah jangan terus marah-marah. Aku hanya ingin kebebasan, sudah itu saja," sahut Irina.
" Kebebasan kamu bilang, kamu sadar sudah punya keluarga," bentak Eyang
" Aku akan bercerai," sahut Iriana menegaskan.
Widia, Eyang, Shandra begitu terkejut mendengarnya. Sementara Lea memang tidak kaget lagi. Karena mamanya sudah mengatakan hal itu sebelumnya. Sama dengan Melody yang juga tidak jauh dari tempat itu mendengar percakapan itu. Melody juga sudah mendengar semuanya sewaktu di Hotel. Namun Mila yang berada di samping Melody begitu terkejut.
" Apa yang kamu katakan Iriana?" sahut Widia yang begitu terkejut.
" Ya aku katakan sudah jelas. Kenapa bertanya lagi," sahut Iriana dengan santainya.
" Kamu tidak bisa bercerai, menikah, bercerai begitu saja. Kamu pikir pernikahan itu main-main hah!" sahut Shandra yang pasti marah dengan keputusan Iriana.
" Aku yang menjalani rumah tangga, bukan kalian jadi semua keputusan di tanganku," tegas Iriana.
__ADS_1
" Kamu itu keterlaluan Iriana. Kamu semakin lama semakin menjadi-jadi. Kamu itu benar-benar ya," geram Eyang besar yang sudah kewalahan menghadapi anak terakhirnya yang selalu membuat masalah.
" Itu sudah menjadi keputusanku. Tidak ada yang bisa mengganggu gugatnya," sahut Iriana menegaskan.
" Kamu jangan pikir ya Iriana mama setuju keputusan kamu. Kamu itu keterlaluan. Kamu tetap tinggal di sini. Mama tidak akan mengijinkan kamu untuk pergi. Kamu tetap di sini!" tegas Eyang besar yang langsung pergi.
" Apa maksud mama, mama tidak bisa mengekangku," sahut Iriana dengan berteriak. Eyang besar tidak mempedulikan apa yang di katakan Iriana dan tetap pergi.
" Kamu itu benar-benar keterlaluan," ucap Widia yang juga bangkit dari duduknya dan pergi.
" Kamu dengar Iriana jangan membuat kacau di rumah ini," tegas Shandra yang berdiri.
" Aku tidak membuat kacau. Tapi kakak sendiri lihat mama yang menyuruhku datang kemari dan tinggal di sini. Jadi jangan salahkan aku," sahut Iriana dengan santai.
" Terserah apa kata kamu," sahut Shandra yang malas berdebat dan langsung pergi.
" Apaan sih semua orang. Kenapa aku coba yang di salahkan. Benar-benar mama seenaknya membuat peraturan. Memang dia pikir aku ini anak kecil apa," umpat Iriana dengan kesal.
Sementara Lea yang merasa lega. Karena mamanya tidak mengatakan apa-apa pun langsung pergi dengan mengusap dadanya. Ternyata Melody memperhatikan gerak-gerik Lea.
" Apa yang di sembunyikan Lea. Kenapa aku merasa Lea ada sesuatu dan kemarin di Hotel. Di kamar Alvin aku jelas melihat kunci mobil Ardian ada di atas nakas. Kenapa Lea ada di kamar hotel bersama Alvin. Apa yang terjadi sebenarnya," batin Melody dengan penasaran pada Lea.
Saat di parkiran menemukan Lea yang begitu panik, membuat kecurigaan Melody semakin menjadi-jadi. Apa lagi saat pergi dari tempat Lea. Tidak sengaja Melody juga melihat Alvin yang berdiri yang tampak fokus pada Lea
Semalaman Melody memikirkan Lea dan hubungannya dengan Alvin yang penuh tanda tanya.
" Huhhhhh, Tante Iriana bikin ulah terus. Apa masa pubernya kembali lagi. Huhhhhhh benar-benar Tante Iriana," ucap Mila geleng-geleng di samping Melody. Mila menoleh ke arah Melody. Yang mana Melody tampak bengong
" Melody!" tegur Mila. Melody tersentak kaget.
" Ha iya kak," sahut Melody yang kelihatan gugup.
" Kamu baik-baik saja?" tanya Mila.
" Oh, iya aku baik-baik saja. Ya sudah aku kekamar dulu mau bantu Ardian siap-siap ke kantor," ucap Melody. Mila mengangguk dan Melody langsung pergi.
***********
__ADS_1
Setibanya di kamar. Ardian terlihat sedang siap-siap untuk kekantor yang mana sedang memakai dasinya. Melody langsung menghampiri dan mengambil alih pekerjaan suaminya itu.
" Apa Eyang sudah selesai marah-marah?" tanya Ardian.
" Hmmm, sudah," jawab Melody singkat.
" Lalu bagaimana Tante Iriana?" tanya Ardian.
" Keras kepala dan bahkan tidak mau mendengarkan Eyang," jawab Melody yang terus melanjutkan pekerjaannya.
" Ya dia memang sangat keras kepala," sahut Ardian. Melody menganggukkan saja. Namun Ardian memperhatikan wajah itu yang terlihat begitu berpikir.
" Kamu kenapa?" tanya Ardian memegang pipi Melody.
" Tidak apa-apa," jawab Melody dengan wajahnya yang begitu sendu..
" Mana mungkin tidak apa-apa. Wajah kamu tampak di tekuk. Apa kamu memikirkan sesuatu?" tanya Ardian.
" Aku mana cerita sama Ardian mengenai Lea. Aku sangat tau Lea menyembunyikan sesuatu. Sebaiknya aku jangan bilang Ardian. Aku sebaiknya tanyakan pada Lea saja," batin Melody.
" Melody!" tegur Ardian yang melihat istrinya bengong.
" Ada apa?" tanya Ardian lagi.
" Tidak apa-apa," jawab Melody.
" Benar?" tanya Ardian tidak percaya.
" Iya aku tidak apa-apa kok. Hanya saja aku masih kaget sama Tante Iriana," sahut Melody yang mencari alasan.
" Maafkan keluargaku ya. Pasti membuat kamu tidak nyaman," ucap Ardian.
" Jangan berlebihan, aku tidak apa-apa kok," sahut Melody dengan tersenyum tipis
" Ya sudah kalau begitu nanti siang kita makan siang sama ya. Nanti biar aku jemput," ucap Ardian.
" Baiklah," sahut Melody tersenyum.
__ADS_1
Bersambung