Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Episode 149 Berdamai dengan keadaan.


__ADS_3

" Jadi kalian sudah tau semua masalah itu?" sahut Ardian memberanikan diri untuk bertanya.


" Iya kita sudah tau semuanya, tau dengan lengkap dari Lea dan akhirnya memutuskan untuk bicara dengan keluarga Pak Wawan dan lebih mendapat jelasnya masalah yang terjadi sebenarnya di antara kamu dan Melody. Hubungan kalian retak karena apa? penyebabnya apa? kami sudah tau tanpa ada yang tidak tau lagi," sahut Shandra.


" Aku minta maaf untuk mama terutama, aku menjadi anak brengsek yang lari dalam masalah dan tidak bijak dalam menghadapi masalah. Aku benar-benar minta maaf maf, Eyang," Ardian langsung meminta maaf atas kelakuannya yang pasti membuat keluarganya kecewa.


Ya karena semuanya sudah di ketahui. Sebelum dia ingin cerita. Apa lagi yang di lakukan Ardian jika tidak ingin minta maaf.


" Aku yang salah bukan Melody. Kami sungguh tidak sadar dalam hal itu," sahut Ardian harus menegaskan jika dosa besar yang terjadi itu bukan karena sama-sama sadar di lakukan.


" Ardian semua sudah di ceritakan Lea dan iya memang kenyataan kamu dan Melody juga pada nyatanya hanya korban," sahut Dania.


Ardian melihat kearah Lea. Lea mengangguk pelan. Yang memang harus berkata jujur jika dia justru terlibat.


" Sudahlah jangan membahas masalah itu lagi. Semua sudah tau dan sudah jelas dan sudah tidak ada gunanya minta maaf ini itu. Nanti saja jika ingin kamu lakukan pada keluargamu," sahut Marsel yang bicara masih terlihat begitu dingin.


" Kalau begitu nak Marsel. Kami menyerahkan semua kepada kamu atas keputusan kamu dan istri kamu. Setelah semua ini terjadi Chaca adalah cucu saya keluarga kami tapi kembali lagi kamu dan istri kamu yang mungkin lebih punya kuasa. Jadi menurut kamu kedatangan kalian hari ini pasti memberikan keputusan yang baik," sahut Widia yang dari bicaranya sudah kelihatan begitu tau mengenai Chaca.


Karena sebelumnya Widia juga mengatakan sudah bicara dengan keluarga Melody dan sepengetahuan Melody dan juga Ardian.


" Benar Marsel kami hanya menyerahkan semua kepada kalian," sahut Shandra.

__ADS_1


Marsel dan Gadis saling melihat. Gadis memegang tangan suaminya dengan mengangguk pelan yang seakan memberikan kode untuk suaminya bicaralah sesuai apa yang sudah di sepakati mereka sebelumnya.


" Baiklah, jika di tanya marah pasti. Tetapi itu sudah tidak ada gunanya lagi. Adikku yang memilihnya aku hanya berdoa untuk kebaikannya. Karena aku tau apa yang membuat adikku bahagia," sahut Marsel


" Dan masalah Chaca, dia bukan anakku dan juga Gadis. Dia lahir dari rahim Melody, bukan juga Gadis sepenuhnya yang membesarkannya. Tetapi keluarga kami. Jadi kami tidak berhak atas Chaca," lanjut Marsel yang bicara tampak gugup.


" Setelah kami berdiskusi dengan kepala dingin yang memikirkan mental dan kehidupan Chaca selanjutnya nanti seperti apa. Jadi aku dan istriku memutusakan," Marsel masih menjeda kalimatnya dan saling melihat dengan istrinya dan lagi-lagi Gadis menganggukkan kepalanya.


" Melody bawalah Chaca bersamamu!" lanjut Marsel yang membuat Melody kaget dan bahkan air matanya langsung menetes saat mendengar perkataan kakaknya itu.


Shock jelas, tubuhnya begitu bergetar yang tidak percaya dengan kata-kata kakaknya itu.


" A_ apa_ maksud kakak?" tanya Melody dengan gugup.


" Ini sungguh?" tanya Melody tidak percaya.


" Tapi jangan larang kami untuk tidak bertemu dengannya. Atau bahkan kamu harus menyuruh Chaca untuk mengubah panggilannya pada aku dan kakak mu, aku masih ingin Chaca memanggil ku mama," ucap Gadis yang tidak kalah air matanya berderai.


Melody menggelengkan kepalanya yang mana mungkin dia akan sanggup melakukan hal itu. Melody berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Marsel kakak kesayangannya dan langsung memeluknya.


" Kak Marsel!" lirih Melody yang akhirnya menagis yang pasti tidak percaya jika kakaknya berkorban lagi untuknya.

__ADS_1


" Maafkan kakak sudah membuat kamu hampir kehilangan Chaca," ucap Marsel memeluk erat adiknya itu.


" Melody yang minta maaf, Melody egois, Melody langsung bertindak sampai tidak bisa berpikir apa-apa. Jadi Melody yang minta maaf kak," ucap Melody dengan memeluk erat kakaknya itu. Gadis yang di samping Marsel mengusap-usap pundak Melody dengan ya dia akhirnya harus ikhlas karena Chaca bukan anaknya. Jadi mau tidak mau Gadis harus merelakan Chaca dengan ibu kandungnya.


Yang lainnya melihat kehangatan itu mengeluarkan senyum tipis yang pasti tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


" Ya Allah kak Marsel mengalah lagi hanya untuk Melody. Dia begitu menyayangi Melody, tetapi aku menghancurkan adiknya," batin Ardian yang tidak henti-hentinya merasa bersalah.


" Akhirnya masalah Ardian dan Melody tuntas juga bahkan masalah Chaca yang tidak aku duga-duga kak Marsel mau memikirkan apa yang aku katakan. Dia mengalah untuk Melody, untuk kebahagian Melody. Semoga kak Marsel dan istrinya bisa secepatnya mendapatkan anak. Mereka ber-2 orang yang baik orang yang sangat tulus. Aku yakin Allah akan segera menyerahkan anak di tengah-tengah kehidupan mereka," batin Lea dengan doa tulusnya untuk pasangan itu.


" Ya ampun jadi Ardian dan Melody sebelumnya sudah punya Dede duluan, Huhhhh si Ardian benar-benar ya mau lari dari tanggung jawab. Ya untunglah akhirnya terselesaikan. Pantesan aku rada-rada curiga dengan Chaca fotokopi wajah Ardian, eh ternyata darah dagingnya," batin Evan yang baru menarik kesimpulan dari permasalahan itu.


" Baiklah akhirnya masalah ini bisa terselesaikan dengan cara kekeluargaan yang baik. Karena bagaimanapun Ardian dan Melody sudah menikah dan kita kembali dari kecelakaan Melody perbuatan Evan, di sini bukan menyalahkan kembali Evan. Tetapi untuk mengambil hikmah dari apa yang terjadi," sahut Eyang besar dengan bijak bicara.


Marsel yang sudah melepas pelukan dari adiknya heran dengan perkataan Eyang besar.


" Maksudnya apa kecelakaan Melody karena Evan?" tanya Marsel mewakili keluarganya yang pasti juga ingin bertanya.


" Anak saya yang menyebabkan Melody kecelakaan dan Ardian hanya bertanggung jawab untuk kesalahan yang tidak iya perbuat," sahut Shandra membenarkan semuanya. Marsel, Gadis, Wawan dan Dania kaget mendengarnya. Rasa benci Marsel semakin besar pada Ardian karena kecelakaan itu dan nyatanya Ardian juga hanya korban yang mau melakukan sesuatu yang bukan kesalahannya.


" Kembali lagi dengan apa yang saya katakan tadi. Kita sudah selesaikan semuanya dan kita ambil hikmahnya. Karena dari semua itu. Ardian menikah dengan Melody dan sampai masalah ini terungkap Raisa dan Novi mempertanggung jawabkan perbuatannya dan semua ini sudah di atur yang di atas," lanjut Eyang besar.

__ADS_1


" Benar jadi sekarang kita adalah keluarga yang harus kedepannya lebih baik lagi dari setiap- setiap Maslaah yang ada," sahut Widia menambahi.


Bersambung


__ADS_2