
Flashback.
Ulang tahun Ardian akan di laksanakan di Vila bersama teman-temannya dan pasti Ardian membawa kekasihnya untuk ke Vila keluarganya yang ada di puncak. Ardian dan Melody sudah sampai dan Melody terlihat mengobrol-ngobrol dengan Lea dan Siska sambil menyiapkan dekor-dekor kecil-kecillan khas ulang tahun.
" Lea tolong di pasangkan!" ucap Melody menyuruh Lea untuk memasang lilin di atas kue tar
" Baiklah Melody," sahut Lea yang langsung memasukkan lilin tersebut menyusun dengan Indah.
" Melody!" tegur Ardian yang menghampiri kekasihnya.
" Iya kak ada apa?" tanya Melody.
" Ayo sebentar aku kenalkan dengan teman-teman ku!" ajak Ardian.
" Baiklah," sahut Melody, " Siska, Lea aku pergi sebentar ya," ucap Melody pamit.
" Iya Melody," jawab Siska dan juga Lea.
Melody pun pergi bersama Ardian menuju ruang tamu yang di sana ada sekitar 5 Pria dan 2 wanita yang mana orang-orang di ruang tamu itu tertawa terbahak-bahak sambil merokok.
" Ehmmm," Ardian berdehem ketika sampai di ruang tamu.
" Ini cewek lo," sahut salah satu Pria yang melihat Melody dengan tatapan aneh yang seperti mengamati Melody dan hal itu membuat Melody risih.
" Iya kenalin ini Melody," ucap Ardian yang memperkenalkan pada teman-temannya.
" Melody," ucap Melody.
" Rio," sahut Pria yang tadi menatap Melody dan sekarang bersalaman dengan Melody dan terlihat Rio yang memainkan jarinya di telapak tangan Melody dan Melody risih dan langsung menarik tangannya dengan paksa dari pria itu.
" Aku Ari," sahut yang satunya lagi yang juga memperkenalkan dirinya dan satu persatu Melody menyalam teman-teman Ardian. Namun ada 3 Pria yang melihatnya dengan aneh yang membuatnya tidak nyaman.
" Pacar Lo cantik, paling pintar aja lo cari cewek," sahut Rio yang mengamati tubuh Melody.
" Ya itu nasib baik untuk gue," sahut Ardian.
" Kak aku mau ketempat Lea dan juga Siska," ucap Melody pelan yang malah terlihat takut.
" Ya sudah," sahut Ardian dan Melody pun buru-buru pergi. Karena tidak nyaman dengan tatapan nakal 3 Pria itu.
" Ardian dia masih polos banget. Apa belum di ajari," sahut Ari.
__ADS_1
" Apa sih maksud lo," sahut Ardian.
" Nggak usah naif Ardian biasanya polos-polos gitu rasanya lebih enak," sahut Ari.
" Kalian itu jaga mulut. Nggak semua wanita bisa di gitukan. Nggak usah samain aku dengan kalian," sahut Ardian yang terlihat kesal. Karena kesal Ardian pun memilih pergi tidak mau menanggapi teman-temannya yang pikirannya jauh itu.
" Alah munafik lo Ardian, paling juga nanti enak-enakan, bagi-bagi ya kalau cicip!" teriak Rio.
" Rio kamu itu apa-apaan sih, bicaranya nggak banget," tegur Lia salah satu wanita yang ada di sana.
" Tau nih," sahut teman wanita yang satunya.
**********
Tibalah acara pada intinya. Di mana Ardian dan yang lainnya yang sudah berkumpul di taman belakang dan Melody yang memakai dress putih selutut lengan pendek berdiri di samping Ardian di dekat kue yang ikut menyanyikan selamat ulang tahun pada Ardian saling bertepuk tangan.
Melody tampak bahagia dan tersenyum terus di samping kekasihnya itu dan sekarang Ardian sedang memotong kue. Ketika kue itu di potong langsung di berikan kepada Melody, menyuapi Melody. Melody langsung menerima suapan itu.
" Makasih," ucap Melody. Ardian tersenyum dan mencium lembut kening Melody.
" Baiklah kita semua mari nikmati pestanya dan Kenya bisa potong sendiri," sahut Ardian.
" Baiklah kita party-party sekarang," sahut Ari.
" Musik," sahut Rio yang langsung menghidupkan musik DJ dan mereka langsung menari dengan heboh.
" Kamu nyaman?" tanya Ardian pada Melody yang terus di sampingnya yang memegang lengannya. Melody menjawab pertanyaan itu dengan menggelengkan kepala yang benar-benar tidak nyaman dengan situasi itu.
" Ya sudah kita ke sana saja. Biar jangan berisik," ucap Ardian menunjuk pinggir kolam renang. Melody mengangguk dan Ardian menggenggam tangan Melody membawanya pergi dari sana.
Ternyata Rio terus melihat ke arah Melody. Yang sepertinya begitu tertarik pada Melody.
" Raisa ternyata tidak salah dengan apa yang di katakan. Hmmm jadi tidak sabar," batin Rion yang terus melihat ke arah Melody yang sekarang duduk bersama Ardian di pinggir kolam renang dengan kaki mereka di masukkan ke dalam air.
" Selamat ulang tahun ya kak semoga semua yang kakak impikan terwujud dan semoga hubungan kita terus berlanjut. Sampai kita menikah," ucap Melody.
" Sampai menikah," sahut Ardian yang menatap dalam-dalam pacarnya itu. Melody mengangguk mendengarkannya.
" Memang ingin menikah denganku?" tanya Ardian.
" Hmmm, kan Melody sudah bilang. Kalau Melody hanya akan menikah dengan kak Ardian dan jika itu tidak terjadi. Maka Melody tidak akan pernah menikah," ucap Melody Ardian mendengarnya mengendus tersenyum dengan mengacak-acak pucuk kepala Melody.
__ADS_1
" Kakak juga hanya akan menikah denganmu," sahut Ardian. Melody tersenyum mendengarnya dan meletakkan kepalanya di bahu Ardian dan Ardian meletakkan tangannya di pundak Melody.
" I love you Melody!" ucap Ardian mencium pucuk kepala Melody.
" I love you to," sahut Melody yang merasa malam itu adalah malam kebahagiannya.
" Melody!" panggil Lea yang datang tiba-tiba membuat Melody dan Ardian sama-sama menoleh kebelakang.
" Kalian malah pacaran mulu. Ayo gabung sama yang lainnya, kita juga lagi baberque!" ajak Lea.
" Aku mau di sini aja," sahut Melody yang menolak.
" Ihhhh, besok juga masih bisa pacaran," sahut Lea yang menarik paksa tangan Melody.
" Lea pelan-pelan Melody bisa jatuh!" teriak Ardian saat Lea membawa pacarnya paksa.
" Nggak akan lecet," sahut Lea. Ardian hanya geleng-geleng yang tidak bisa melakukan apa-apa.
***********
Melody, Siska, Lea dan 2 wanita teman Ardian sedang baberque bareng-bareng.
" Melody kamu nggak minum?" tanya Lia
" Nggak," jawab Melody.
" Kenapa tidak coba aja sedikit. Nggak akan mati kok hanya minum sedikit," sahut salah satu wanita yang satunnya.
" Aku tidak mau," tolak Melody.
" Udah sedikit Aja. Lihat cowok kamu dia aja minum," sahut Lia dan Melody melihat Ardian yang sepertinya di paksa minum oleh teman-teman Ardian.
" Udah minum," wanita yang di samping Melody terlihat memaksa Melody dan Melody melihat ke arah Lea.
" Ya coba aja sedikit. Nggak apa-apa kok," sahut Lea yang kelihatan tidak bisa berbuat apa-apa. Melody begitu ragu dan wanita yang memegang gelas itu langsung memaksanya dan mau tidak mau Melody meminumnya.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk. Melody langsung terbatuk dengan wajahnya yang mengkerut yang mana minuman alkohol itu tidak cocok untuknya.
" Enak bukan?" tanya Lia. Melody menggeleng yang merasa tenggorokannya sakit. Melody pun melihat terus kearah Ardian yang mana Ardian juga minum yang terlihat di paksa.
Bersambung
__ADS_1