
Ardian bertanya-tanya dan pasti kaget kenapa Chaca bisa ada di rumahnya. Karena sebelumnya Chaca di larang bertemu dengan Melody dan apa lagi dirinya. Ardian bahkan berpikir apa Febby yang membawa Chaca diam-diam tanpa sepengetahuan Marsel ataupun yang lainnya.
Karena sebelumnya Ardian dan Melody hanya berkomunikasi dengan Febby. Febby yang memberikan mereka informasi mengenai apa yang terjadi pada Chaca dan memberi semua kabar mengenai Chaca.
Namun pikiran itu terhenti. Ketika Ardian melihat di pintu rumah muncul Marsel, Gadis, Febby, Wawan dan Dania. Hal itu semakin membuat Ardian bertanya-tanya sampai tidak mengerti dan pasti shock dengan wajah yang penuh dengan kebingungan.
Melody melepas pelukan itu dari Chaca dengan memegang ke-2 pipi Chaca.
" Chaca baik-baik saja?" tanya Melody yang mengamati Chaca, mengamati penampilan Chaca, mencari-cari apakah keponakannya itu ada yang luka atau tidak.
Chaca mengangguk dengan mengusap lembut air mata Auntynya
" Chaca baik-baik aja Aunty!" jawab Chaca, " Aunty juga baik-baik aja kan?" tanya Chaca.
" Iya sayang, Aunty baik-baik aja. Aunty benar-benar kangen sama Chaca, Aunty tidak percaya bisa bertemu dengan Chaca," ucap Melody yang air matanya tidak henti-hentinya menangis.
" Jangan menagis lagi Aunty, Chaca sudah di sini sekarang. Mama dan papa sudah tidak menghukum Aunty lagi. Chaca sudah boleh ketemu sama Aunty bahkan mama dan papa bilang kapanpun Chaca mau nginap sama Aunty. Chaca di bolehin. Mama dan papa juga bolehin Aunty dan Om Ardian untuk tinggal di rumah. Jadi pokoknya hukumannya sudah selesai," ucap Chaca yang menjelaskan dengan lancar.
Melody pasti mendengarnya kaget dan langsung melihat ke arah Marsel dan Gadis yang yang sudah bergabung di ruang keluarga.
Pasangan suami istri itu masih terlihat datar. Melody menoleh ke arah Ardian dan Ardian juga bingung yang memang dia tidak tau apa-apa.
" Apa yang bicara itu mama dan papa Chaca?" tanya Melody.
" Iya kami yang bicara," sahut Marsel.
" Hmmmm, mari kita duduk dulu. Kita bicarakan kembali masalah ini," sahut Eyang besar.
Ardian dan Melody saling melihat dan semakin bingung. Ketika ada kata-kata membicarakan kembali permasalahan yang membuat Melody benar-benar bingung.
__ADS_1
" Iya ayo duduk semuanya di sini!" sahut Widia menambahi.
" Mila suruh bibi buat minum ya!" titah Shandra.
" Baik Tante," sahut Mila yang akhirnya undur diri untuk membuat minum untuk para tamu yang datang mendadak itu.
" Febby kamu bawa Chaca main sebentar dulu!" titah Dania.
" Iya ma," sahut Febby.
" Di kamar Aliya saja Febby. Aliya juga ada di kamar," sahut Widia.
" Baik Tante," sahut Febby yang langsung mendekati Chaca.
" Ayo Chaca kita main sebentar!" ajak Chaca memegang tangan Chaca.
" Baik Aunty, Aunty Melody Chaca pergi sebentar ya. Chaca tidak kemana-mana kok, nanti kita main lagi!" ucap Chaca pamit.
" Dada om Ardian," sahut Chaca. Ardian mengangguk dengan mengeluarkan senyum tipis.
Febby pun akhirnya membawa Chaca pergi kekamar Aliya yang di katakan Widia. Ardian membantu istrinya berdiri dan bergabung duduk dengan yang lainnya. Eyang Besar, Widia, Shandra, Wawan, Dania, Marsel, Gadis, Lea dan Evan.
" Ya Allah kenapa perasaanku tidak enak. Apa akan terjadi sesuatu," batin Melody yang merasa begitu was-was.
" Ada apa ini. Apa ada sesuatu kenapa tiba-tiba keluarga Melody sudah ada di sini dan mereka tampak tenang dan keluargaku juga seperti ingin mengatakan sesuatu," batin Ardian yang tidak kalah penasarannya dengan yang Melody.
" Untuk Bu Dania dan Pak Wawan, Marsel dan Gadis, terimakasih sudah memenuhi undangan kami," ucap Eyang besar basa-basi. Walau basa-basi wajah-wajah itu begitu serius.
Ardian dan Melody semakin heran dan semakin merasa akan ada yang tidak beres.
__ADS_1
" Kami keluarga besar memohon maaf atas apa yang di lakukan anggota keluarga kami pada putri kalian 4 tahun lalu," lanjut Eyang yang membuat Melody dan Ardian semakin kaget dan saling melihat dengan mata yang bertanya-tanya.
" Eyang ada apa ini?" tanya Ardian memberanikan dirinya.
" Ardian aku minta maaf untuk semua ini, jika aku lancang," sahut Lea yang mengambil dalam bicara.
" Apa maksud kamu Lea?" tanya Melody yang perasaannya sudah semakin tidak enak.
" Ardian Melody, sudah tidak perlu lagi kalian menutupi apa-apa dari keluarga Ardian suami kamu. Karena mereka sudah tau semuanya," sahut Dania.
Mata Melody terbelalak dan bola mata itu hampir ingin keluar saking kagetnya mendengar apa yang di katakan mamanya.
" Apa maksud mama?" tanya Melody terbata-bata dengan jantungnya yang tidak bisa di kondisinkan.
" Lea sudah menceritakan semua kepada kamu. Jika apa yang terjadi 4 tahun lalu di vila yang sudah di bakar Raisa. Semuanya sudah di ceritakan. Jika Lea dan teman-teman menjebak Melody dan Ardian yang alhasil membuat suatu kesalahan fatal, aib besar yang di tutupi dan terlebih Melody jadi korban dari orang-orang sekutu-sekutu Raisa. Semua sudah di jelaskan oleh Lea," ucap Eyang besar.
Melody dan Ardian pasrah. Ternyata semua apa yang di sembunyikan telah terungkap dengan sendirinya dan bahkan Lea lagi yang melakukannya dan bahkan Lea mengakui jika itu karena dirinya.
" Ardian mama jelas kecewa dengan apa yang kamu lakukan. Tindakan kamu yang tidak bertanggung jawab dan wajar keluarga Melody atau Melody sendiri membenci kamu. Karena jika saat itu mama juga tau masalahnya mungkin mama yang jauh lebih membenci kamu. Karena perbuatan kamu yang benar-benar tidak bisa di maafkan," sahut Widia yang harus menceramahi putrinya itu.
Melody sudah diam saja dan bahkan menunduk yang tidak punya muka untuk melihat orang-orang di sana.
" Melody maafkan Ardian, jangan merasa bersalah. Kamu hanya korban dan kamu sudah sangat kuat menghadapi semua ini sampai detik ini banyak perjuangan yang kamu lakukan sampai saat ini. Kami sekeluarga memohon ampun sama kamu. Walau kata ampun tidak bisa mengubah apapun," lanjut Widia lagi. Melody diam dan tetap menunduk tidak merespon apapun.
" Melody kami juga membicarakan ini sebelumnya dengan keluarga Ardian," sahut Wawan.
" Benar nak dan masalah Chaca keluarga Ardian juga sudah tau," sambung Dania.
Melody mengangkat kepalanya dan melihat ke orang tuanya yang tadi baru berbicara itu.
__ADS_1
" Apa sih maksud semua ini. Kejadian apa? aib apa? apa yang di tutup-tutupi? lalu Chaca apa hubungannya coba? dan Lea kenapa sih dia itu banyak sekali taunya, heran aku Lea ini sebenarnya Dektektif atau apa sih," batin Evan yang kebingungan sendiri dengan garuk-garuk kepala yang memang Evan tidak tau apa-apa. Dia selalu ketinggalan berita dan Lea jelas tau semuanya dan pasti bertindak lebih cepat.
Bersambung.