Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 8 hal yang tidak terduga.


__ADS_3

Paginya Ardian bersiap-siap ingin kekantor. Sementara Mila kakak iparnya menyiapkan sarapan di meja makan seperti biasanya. Mila memang wanita yang bertanggung jawab dalam rumah tangga itu. Karena di rumah itu dia menjadi menantu tertua dan yang mana Mila harus mengambil alih dalam hal apapun dalam urusan keluarga itu. Baik yang kecil maupun yang besar.


Mila memang seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus suami dan 2 anaknya. Selain itu dia juga fokus mengurus rumah besar dan pasti orang-orang yang tinggal di rumah besar itu. Dia memang istri yang mengabdi kepada keluarga suaminya.


Mila berbeda dengan Vivi menantu ke-2 yang lebih memilih menjadi wanita karir dari pada IRT. Ya memang jalan orang berbeda-beda. Jadi harap di maklumi saja.


Bayu menuruni anak tangga dengan menenteng tas kantornya yang pasti sudah ingin kekantor.


" Sarapan mas!" ucap Mila.


" Iya," sahut Bayu.


" Di mana yang lain belum turun?" tanya Bayu.


" Mungkin masih siap-siap," ucap Mila. yang menyiapkan makanan pada suaminya.


Tidak lama Widia juga turun dan juga Ardian dan juga Evan sepupu Ardian menyusul ke meja makan. Shandra juga turun untuk memulai sarapan seperti biasa dan anak-anak Bayu dan Mila pun mulai menghampiri meja makan.


" Pagi semuanya!" sapa Aliya.


" Pagi, ayo sarapan," sahut Mila.


Vivi dan Arya juga turun bersama dengan Yogi.


" Ayo Yogi, kamu cepat sarapan!" ucap Vivi terlihat buru-buru.


" Biar tente buatkan sarapannya," sahut Mila.


" Makasih Tante," sahut Yogi.


" Ya sudah mari kita sarapan," sahut Widia memulai. Yang lain mengangguk dan mulai mengambil sarapan masing-masing.


" Ardian!" panggil Raisa dengan suara menggelar yang membuat semua orang yang ada di meja makan kaget.


" Raisa, ada apa ini, kenapa kamu teriak-teriak?" tanya Shandra.


" Ada apa Raisa. Pagi-pagi begini kamu sudah heboh," ucap Ardian heran.


" Aku yang bertanya sama kamu apa yang kamu lakukan. Kenapa kamu menikah dengan Melody!" teriak Raisa.

__ADS_1


Ardian kaget mendengarnya yang Raisa mengetahui hal itu. Widia juga tidak percaya jika Raisa mengetahui pernikahan yang semalam terjadi. Evan yang tau hal itu memijat kepalanya yang akan terjadi perang besar di pagi yang indah itu.


" Apa kamu menikahi Melody Ardian!" sahut Shandra yang masih dengan wajah terkejutnya.


" Iya, dia menikahi Melody. Apa kamu gila Ardian kita akan menikah dalam bulan ini Dan kamu bisa-bisanya menikahi wanita itu. Kamu anggap apa aku Ardian!" teriak Raisa dengan suaranya yang menggelegar yang pasti shock melihat Ardian menikah dengan Aditya. Jangan tanya marah dia sudah seperti monster.


" Ardian benar itu?" tanya Bayu yang harus memastikan kebenaran tentang apa yang di katakan Raisa.


" Bukannya kalian bilang Melody di rumah sakit. Lalu kenapa menikah dengannya," sahut Arya yang tidak mengerti.


" Dia memang menikahi wanita itu," sahut Raisa membenarkan.


" Tau dari mana kamu aku menikah dengan Melody?" tanya Ardian dengan suara rendahnya.


" Siapa lagi kalau bukan pacarnya dia yang sudah mengabadikan foto kamu izab kabul di rumah sakit bersama Melody!" Sahut Raisa menunjuk Evan. Mata Shandra langsung pada putranya itu.


" Evan kamu mengetahui semua itu," sahut Shandra menebak. Evan pasrah dengan kecerobohan pacarnya.


" Raisa sudahlah kamu jangan bikin keributan hanya karena pernikahan itu," sahut Evan dengan santai.


" Apa katamu. Tidak heboh. Aku adalah pacarnya dan dia menikah dan kamu bilang tidak heboh enak sekali kamu bicara!" teriak Raisa semakin emosi dengan kata-kata Evan.


" Apa yang kamu bicarakan Evan. Jadi maksud kamu Melody sudah mati begitu?" sahut Shandra.


" Mah, pagi ini Dokter akan membuka alat mesinnya dan itu artinya Melody pergi untuk selama-lamanya dan pernikahan Ardian dan Melody juga tidak artinya. Toh Ardian juga tidak akan hidup bersamanya. Jadi tetap saja Ardian akan menikah dengan Raisa," jelas Evan dengan entengnya.


" Evan, itu berarti. Raisa menjadi istri ke-2," sahut Mila


Raisa mendengarnya kaget dengan matanya yang terbuka lebar yang pasti tidak Sudi menjadi istri ke-2.


" Apa. Ardian apa yang kamu lakukan. Kamu menjadikan ku istri kedua. Kamu ya Ardian benar-benar!" teriak Raisa.


" Cukup Raisa. Aku capek dengan semua ini. Intinya aku tidak bersama Melody. Evan sudah mengatakan alasannya aku menikahinya tiba-tiba. Karena aku juga yang menyebabkannya kecelakaan. Semua aku lakukan hanya sebuah pertanggung jawaban. Jadi sudah hentikan semuanya. Menikah atau tidak. Sama saja Melody juga akan pergi," tegas Ardian dengan menekankan.


" Lalu bagaimana jika Melody tetap hidup," sahut Novi yang ingin kepastian itu.


" Kondisi Melody tidak memungkinkan dia untuk hidup, jadi tidak mungkin," sahut Evan meyakinkan. Sementara Widia diam tanpa bisa berkata apa-apa. Dia memang tau masalah hanya akan semakin banyak.


Dratt-dratt-drattt,.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Ardian bergetar dan Ardian langsung mengambil dari sakunya.


" Pak Wawan!" Lirih Ardian heran dengan panggilan tiba-tiba itu.


" Hallo! Ada apa Pak," sahut Ardian menjawab telpon itu. Namun seketika wajah Ardian berubah menjadi schok dengan bola matanya yang berputar yang seperti mendengar berita besar.


" Ardian ada apa?" tanya Widia.


" Baiklah, saya akan segera ke sana," ucap Ardian dengan suara rendah dan mematikan telon itu.


" Ada apa Ardian?" tanya Bayu. Ardian tidak menjawab dan akhirnya buru-buru pergi yang membuat orang lain penasaran.


" Ardian tunggu, mau kemana lagi kamu!" teriak Raisa semakin kesal dengan Ardian yang main pergi saja.


" Kenapa lagi sih ada-ada saja yang di ributkan," cicit Vivi geleng-geleng dengan drama di pagi hari yang ada-ada saja.


Begitulah kalau keluarga besar satu yang membuat masalah semua harus ikut-ikutan.


***********


Rumah sakit.


Dokter sekarang sedang memeriksa Melody. Dokter membuka matanya dan menyenternya. Setelah selesai memeriksa kondisi Melody Dokter pun keluar dari ruangan Melody yang akan menemui orang tua Melody.


" Bagaimana anak saya Dok?" tanya Dania dengan panik.


" Sungguh mukjizat besar tidak menyangka Melody benar-benar siuman dan bangun dari komanya," jawab Dokter.


Daniah, Wawan, Marsel, Gadis dan Feby terkejut mendengarnya dengan wajah mereka yang penuh kebahagian.


" Alhamdulillah," sahut mereka dengan serentak yang mengucap syukur atas kembalinya Melody yang pasti tidak percaya dengan berita besar itu.


" Apa ini sungguhan Dok?" tanya Dania yang masih tidak percaya.


" Benar Bu Daniah, ini singgahan Melody sudah pulih kembali," sahut Dokter menegaskan.


" Apa kami boleh melihatnya Dok?" tanya Wawan.


" Iya, mari silahkan," sahut Dokter. Dengan tergesa-gesa merekapun akhirnya memasuki ruangan perawatan Melody.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2