Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 120 Penjarakan Raisa.


__ADS_3

Raisa dan Novi sedang berhadapan dengan Shandra, Eyang besar, Widia. Selain itu ada juga Mila dan Evan di sana. Yang mana Eyang pasti akan mengintrogasi Raisa.


" Eyang aku tidak sengaja melakukannya. Lagian Melody juga ada di sana dan aku hanya menyenggol Melody dan justru Melody yang bergeser pada Chaca sampai Chaca akhirnya jadi jatuh," ucap Raisa yabg masih bisa-bisanya mencari alasan.


" Jangan berbohong Raisa. Sudah seperti ini kamu bisa berbohong. Kamu tau tidak Chaca sekarang masih kritis," sahut Widia.


" Aku tidak bohong memang itu kenyataannya," sahut Raisa tetap memperjuangkan untuk membela dirinya.


" Semua ini tidak akan terjadi jika kamu tidak terus mencari masalah pada Melody," sahut Shandra.


" Oke aku salah karena aku yang mulai duluan. Tetapi untuk keponakannya aku tidak mendorongnya sama sekali," ucap Raisa menegaskan.


" Lalu kenapa kamu menghapus cctv," sahut Evan.


" Kamu menghapus cctv!" pekik Mila.


" Benar kak, dia Tante Novi menghapus barang bukti. Bahwa dia yang mendorong Chaca," ucap Evan menegaskan.


" Aku tidak menghapusnya," sahut Raisa mengelak.


" Kalian ada di sana. Jangan menjadi pembohong!" tegas Evan.


" Evan kami hanya mengecek Cctv di mana melihat apakah Raisa sengaja melakukannya atau tidak. Saya juga ingin melihat kebenarannya. Jika iya Raisa akan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tetapi pada kenyataannya penjelasan yang di katakan Raisa adalah keberannya," sahut Novi mencari pembela.


" Jika seperti itu. Lalu kenapa kalian menghapus Cctv. Kalau memang kalian tidak bersalah, seharunya tidak menghapusny," sahut Eyang besar.


" Itu tidak di hapus Eyang hanya tidak sengaja terhaous. Karena kami panik," sahut Novi masih saja mengelak.


" Jangan alasan kalian ber-2. Aku sudah menduga mereka akan menghilangkan barang bukti. Makanya aku pulang saat itu dan dugaan ku benar mereka berdua menghapus Cctv," ucap Evan menegaskan.


" Raisa kamu itu memang keterlaluan ya. Kamu juga Novi bukannya memberi arahan agar Raisa tidak semakin menjadi-jadi. Malah kamu mendukung dirinya. Kalian berdua itu sama saja," ucap Eyang yang emosinya semakin meningkat.


" Perbuatan kalian semakin lama semakin Parah. Kalian itu selalu membuat masalah," sahut Mila.

__ADS_1


" Eyang, Tante, kak, ini hanya salah paham," sahut Raisa menegaskan.


" Tidak ada kesalah pahaman di sini!" tiba-tiba terdengar suara yang lantang yang membuat semuanya langsung melihat ke arah suara itu yang ternyata adalah Marsel dan Gadis yang datang. Pasangan suami istri itu langsung melangkah dengan Arogant menghampiri ruang tamu.


" Kamu harus di penjara dengan perbuatan kamu yang sudah mencelakai anak kami dan sekarang anak kami masih kritis gara-gara kamu," tegas Marsel langsung pada intinya. Raisa dan Novi saling melihat dengan wajah kagetnya.


" Benar, kedatangan kami kemari jelas akan memberi kamu pelajaran dengan tindakan kejahatan kamu yang hampir menghilangkan nyawanya Chaca," sahut Gadis menambahi.


" Apa yang kalian berdua katakan. Aku tidak melakukannya dan Melody yang malah membuat Chaca celaka, jadi jangan menyalahkan ku seenaknya," sahut Raisa yang masih sempat-sempatnya menyalahkan Melody.


" Jangan menuduh sembarangan kamu. Menyalahkan Melody atas perbuatan jahatmu," Sudah berbuat kriminal dan sekarang masih mengelak," sahut Marsel menegaskan.


" Aku tidak melakukan tindakan kriminal. Jadi jangan menuduhku tanpa bukti," sahut Raisa yang berdiri dan terlihat tegas yang ingin membela dirinya.


" Ini itu perbuatan adik kalian. Jadi salahkan dia. Jangan Raisa," sahut Novi yang pasti membela Raisa.


" Jika kau ikut-ikutan membela wanita itu. Aku juga akan melaporkanmu atas kerja sama dalam melakukan tindak kriminal yang mencelakai Raisa," sahut Marsel menegaskan.


" Kalau begitu bicaralah di kantor polisi," sahut Gadis.


" Untuk apa kekantor Polisi. Aku atau Tante Novi tidak melakukan apapun. Jadi kami tidak akan ke kantor polisi," sahut Raisa menegaskan .


" Kamu memang tidak perlu datang untuk kekantor Polisi!" tiba-tiba terdengar suara yang dari arah pintu dan membuat semua orang melihat kearah suara itu yang mana Lea yang dengan 2 Polisi di belakangnya. Kedatangan Lea membuat orang-orang yang duduk di ruang tamu langsung berdiri menghadap Lea dan juga polisi tersebut.


" Lea, akhirnya dia datang juga," batin Evan dengan menyunggingkan senyumnya.


" Raisa kau tidak perlu kekantor Polisi. Karena Polisi yang akan menjemputmu," sahut Lea melangkah mendekati ruang tamu yang di ikuti 2 Polisi tersenut.


" Apa yang kau lakukan Lea. Kau melaporkan ku tanpa bukti. Sementara saat Chaca jatuh kau saja tidak ada di sana. Apa kau melaporkanku berdasarkan dugaan saja. Aku bisa melaporkanmu kembali atas pencemaran nama baik," ucap Raisa dengan menekan suaranya.


" Oh, iya lakukan saja," sahut Lea dengan santai.


" Maaf Bu Raisa ibu harus kami bawa atas tindakan kriminal," sahut salah satu Polisi tersebut.

__ADS_1


" Apa yang bapak katakan? kalian tidak punya bukti dan wanita itu hanya mengarang-ngarang saja.


" Maaf Bu Raisa kami tidak mungkin menangkap seseorang tanpa bukti. Bu Lea melaporkan ibu ke Polisi berdasarkan bukti rekaman cctv yang ada di rumah ini dan sudah kelas dari rekaman itu ibu yang telah mendorong korban," jelas Pak Polisi yang membuat Raisa dan Novi kaget. Mata mereka terbelalak kaget mendengar apa yang di katakan Polisi.


" Rekaman cctv!" sahut Eyang.


" Benar Eyang, sebelum mereka menghapus rekaman itu. Aku sudah menyalinnya terlebih dahulu dan langsung membawanya kekantor Polisi," jelas Lea dengan ke-2 tangannya di dadanya yang menyunggingkan senyumnya pada Raisa yang sekarang kepanikan.


" Selain itu. Aku juga melaporkan Raisa atas terbakarnya Villa," sahut Lea lagi yang membuat Raisa, Novi dan yang lainnya kaget.


" Apa yang kamu katakan Lea. Kamu masih membahas itu. Bukannya sudah ketahuan siapa yang membakarnya. Jadi kamu jangan menambah-nambahi masalah," sahut Novi dengan kemarahannya yang semakin membesar.


" Maaf Bu. Tetapi Bu Lea juga melaporkan masalah itu berdasarkan bukti yang akurat. Ada rekaman barang bukti yang membuat saudari Raisa adalah perlakukannya," ucap Polisi menegaskan lagi.


Raisa diam dan tidak bisa berkutik lagi. Karena perbuatannya yang di laporkan Lea berdasarkan barang bukti.


" Raisa kamu ini benar-benar ya. Keterlaluan, kenapa? kamu bisa jadi seperti ini," sahut Widia yang tidak habis pikir.


" Bisa-bisanya kamu melakukan banyak kejahatan. Kamu itu sangat kejam Raisa," sahut Shandra geleng-geleng kepala melihat Raisa.


" Jadi semua sudah jelaskan. Wanita ini adalah perlakukannya. Jadi Pak tangkap dia!" titah Marsel.


" Tidak! aku tidak mau! aku tidak bersalah, Eyang, Tante tolong aku!" ucap Raisa dengan wajah ketakutan yang benar-benar panik saat polisi sudah mulai memaksanya untuk di bawa.


" Ibu harus ikut kami," sahut polisi memaksa.


" Eyang tolong aku!" sahut Raisa.


" Pertanggung jawabkan perbuatan kamu," sahut Eyang tidak peduli.


" Eyang, aku mohon tolong aku Eyang!" ucap Raisa yang ditarik paksa dan tidak ada yang peduli sama sekali dan Novi sendiri juga malah terlihat santai.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2