Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma
Bab 147 Bahagia berlipat-lipat.


__ADS_3

" Yang pada intinya kecelakaan kamu aku lah yang patut di salahkan bukan Ardian. Karena justru Ardian yang sudah menyelamatkan kamu dan sampai mengorbankan nyawanya untuk kamu," lanjut Evan berbicara jujur.


" Apa yang kamu bicarakan Evan, kamu jangan main-main dengan kata-kata kamu. Apa yang kamu bicarakan itu benar," sahut Widia.


" Itu memang benar Tante, itu kenyataannya. Aku yang menyebabkan Melody kecelakaan, Ardian hanya kebetulan terlibat dan justru mengakui dia yang salah," sahut Evan yang tidak akan menutupi apa lagi.


" Lalu kenapa kamu diam dan malah Ardian yang harus menanggung kesalahan kamu. Untung aja tidak main polisi, jika tidak Ardian bisa di penjara," sahut Shandra yang jujur begitu shock mendengar pengakuan putranya itu.


" Benar Evan, kenapa membiarkan semuanya seperti ini. Ini bukan masalah main-main. Ini juga kejahatan dan Ardian menjadi korbannya. Kamu tidak seharunya diam dan membiarkan semua masalah itu mengalir begitu saja," sahut Mila menambahi yang jujur juga terlihat begitu shock dengan hal baru yang terungkap lagi.


" Maaf mah, maaf mah, dan semuanya, aku mengakui ketidak dewasaanku. Aku takut pada saat, aku tidak bisa berpikir jernih dan aku juga takut akan si benci Melody. Pada akhirnya harus Ardian yang turun tangan mengakui semua itu adalah kesalahannya dan sampai bertanggung menikahi Melody, untuk menutupi semua kesalahanku," ucap Evan yang merasa bersalah.


" Kak Ardian apa semua yang di katakan Evan benar, jika pada kenyataannya. Kakak tidak pernah berkaitan dengan kecelakaan ku?" tanya Melody menatap Ardian serius. Namun Ardian masih diam yang tidak klarifikasi apa-apa.


" Itu memang benar Melody dan ini sudah saatnya kamu tau apa yang terjadi yang sebenarnya," sahut Evan membenarkan masalah itu.


" Kak Ardian kenapa melakukannya, ini bukan hal yang mudah?" tanya Melody yang masih tidak percaya dengan kenyataan yang di katakan Evan.


" Dia melakukannya untuk kamu. Aku yang membuat kamu koma dan juga lumpuh. Namun Ardian yang bertanggung jawab," lanjut Evan.

__ADS_1


Melody dengan matanya yang berkaca-kaca benar-benar tidak percaya dengan pengakuan Evan di mana selama ini dia menyalahkan Ardian atas apa yang terjadi padanya. Yang padahal Ardian tidak berbuat apa-apa. Justru mengorbankan diri hanya karena untuk menutupi kesalahan sepupunya.


" Kak Ardian kenapa tidak mengatakannya dari awal, kenapa harus bersandiwara seperti ini. Kenapa menutupi hal besar yang kakak tau sendiri masalah ini hanya membuat kakak yang rugi?" tanya Melody yang sudah berdiri di depan suaminya yang masih saja diam.


" Huhhhhhhh....." Ardian membuang napasnya perlahan kedepan dan memegang pipi Melody dengan mengusapnya.


" Sudahlah Melody semuanya sudah tidak ada gunanya lagi untuk di jawab. Alasannya juga semua orang-orang di sini sudah tau. Ya pada intinya kau mengambil tindakan untuk menikahi kamu bukan semata-mata hanya untuk memenuhi keinginan kamu. Tetapi juga ingin memperbaiki semuanya. Jadi sudahlah biarkan semuanya seperti itu," ucap Ardian dengan tulus.


" Tapi aku sudah menyalahkanmu, sudah memakimu dan terus saja berbicara jahat kepadamu," ucap Melody.


" Kalau kamu tau itu Evan pelakunya kamu juga akan melakukan hal yang sama. Jadi itu bukan salah kamu. Karena kamu tidak tau apa-apa. Makanya menyalahkan ku dan memberiku kata-kata mutiara," ucap Ardian yang terlihat santai dan tenang. Namun Melody sudah meneteskan air mata yang merasa berdosa.


" Hey, jangan menangis. Kamu tidak salah. Itu memang sudah takdir makanya sampai sekarang kita bisa seperti ini. Jadi kita ambil pelajarannya dan sekarang kita lihat hasilnya ini hikmah dari semua kejadian itu," ucap Ardian yang begitu bijak untuk menenangkan istrinya yang merasa bersalah.


" Maafkan Melody, seharusnya Melody tidak asal bicara sebelum mengetahui kebenarannya. Maafkan Melody!" ucap Melody yang terus merasa bersalah.


" Jangan meminta maaf seperti apa yang aku katakan tadi ini bukan salah kamu. Jadi jangan menangis untuk tidak kesalahan kamu," ucap Ardian mengusap-usap punggung Melody.


" Kamu sih Evan, seenaknya menjadikan orang kambing hitam," sahut Lea yang terlihat kesal dengan Evan. Jujur Lea yang biasanya paling tau semuanya. Hal ini justru tidak di ketahuinya ya Evan terlalu rapi menyembunyikan rahasianya.

__ADS_1


" Aku minta maaf Melody, aku bukannya tidak bertanggung jawab, aku benar-benar menyesal telah membuat Ardian menanggung semuanya, aku benar-benar minta maaf Melody," sahut Evan yang terus mengakui jika dia benar-benar begitu bersalah.


" Lihatlah kelakukan kamu Evan. Dengan senyum cengengesan kamu berbicara Rasti menantu dari mama kamu. Tapi ujung-ujungnya orang lain yang menyelesaikan masalah kalian. Kamu sudah kepikiran membahas masalah menantu yang kamu saja tidak beres dalam penyelesaian masalah," sahut Eyang besar geleng-geleng.


" Kamu itu tidak ada dewasa-dewasanya. Lihat ini kamu yang berbuat orang menjadi korbannya," sahut Shandra yang jujur begitu kesal dengan putranya.


" Sudah jangan menyalahkan Evan. Dia tidak pernah memintaku untuk melakukan itu. Justru aku yang berinsiatif sendiri. Jadi jangan menyalahkan dia. Kita lupakan semuanya seperti apa yang aku katakan tadi," ucap Ardian yang begitu legowo menerima makian dari istrinya padahal yang terjadi bukan kesalahannya.


" Kita jadikan semuanya pembelajaran yang terpenting kamu sudah tau Melody apa yang terjadi sebenarnya dan Ardian mama bangga sama kamu yang bisa bersikap dengan resiko yang tinggi," ucap Widia yang sakit dengan putranya itu.


" Iya mah aku melakukan ini untuk Melody," sahut Ardian yang membuat semua orang tersenyum merasa bahagia dengan Melody dan Ardian yang memang semakin dekat dan bahkan terlihat begitu saling mencintai.


" Sekali lagi aku minta maaf untuk kalian semua termasuk untuk kamu Melody dan kamu juga Ardian yang sudah berkorban banyak untuk semua ini. Sungguh aku benar-benar begitu menyesal. Maafkan aku," ucap Evan lagi yang benar-benar bersalah. Melody masih saja memeluk suaminya yang pasti juga merasa bersalah pada Ardian.


" Auntyyy!" suara anak kecil yang khas tiba-tiba terdengar yang membuat Melody kaget dan melepas pelukannya dari Ardian untuk melihat ke arah suara itu yang mana semua orang juga melihat ke arah pintu berasal dari suara itu.


Betapa terkejutnya Melody saat tidak percaya yang di lihatnya adalah Chaca, sudah hampir satu Minggu tidak bertemu dan dan sekarang nyata ada.


" Aunty!" Chaca berlari ke arah Melody yang masih begitu shock dengan rasa tidak percaya. Namun Melody langsung berlutut merentangkan ke-2 tangannya untuk menyambut keponakannya alias anaknya itu kedalam pelukannya. Sampai Chaca sudah tiba di pelukannya yang membuat Melody tidak percaya bisa memeluk keponakannya itu.

__ADS_1


" Chaca!' lirih Melody memeluk erat Chaca pasti air matanya yang harus jatuh dengan Chaca yang nyata berada di pelukannya.


Bersambung


__ADS_2